Ilmu Hikmah; Para Badut Lucu, Era Kolo Bendu
Banner Bawah

Ilmu Hikmah; Para Badut Lucu, Era Kolo Bendu

Admin 2 - atnews

2026-06-12
Bagikan :
Dokumentasi dari - Ilmu Hikmah; Para Badut Lucu, Era Kolo Bendu
Wayan Supadno (ist/atnews)
Oleh Wayan Supadno

Sungguh, saya kadang tertawa sendiri kalau melihat medsos saat ini. Lucu-lucu karena banyak badut. Intinya kalau mau cari hiburan, lihat saja di medsos. Banyak pilihan.

Bagaimana tidak lucu, beritanya aneh-aneh Ditambah lagi narasi yang memberi tanggapan beragam. Semua seperti kurang kerjaan atau memang itu kerjaannya.

Agar dapat ilmu hikmah sumber pembelajaran tetang ilmu kehidupan. Berikut ini contoh sederhana yang mudah ditelaah dengah cepat dan begitu mudahnya.

1). Perbuatan Kejahatan.

Kita semua tahu banyak sekali "kejahatan ekstrem" yang terjadi di masyarakat justru dilakukan oleh yang seharusnya yang memberi suri tauladan kebajikan. Justru menyakiti hati yang tidak berdaya.

Begitu juga di pemerintahan, korupsi misalnya. Justru dilakukan oleh yang punya "label predikat" beragama kuat, bahkan termasuk uang misi agama yang dikorupsi.

2). Perbuatan Kebodohan.

Sama persis, terbalik-balik. Antara yang memakai simbul "predikat pintar", bukti banyak mengenyam pendidikan lama di kampus, justru menunjukkan kebodohannya.

Kenapa hingga dibilang bodoh di medsos, tentu karena kebijakan publik yang dibuat tidak mencerminkan yang linier dengan predikat akademik yang berjejer menghiasi namanya.

Yang di atas contoh kejahatan tersebut mencerminkan gagal mental karakternya. Yang  contoh kedua mencerminkan gagal kapasitas tidak mumpuni (bodoh non skill).

Keduanya sama berbahayanya, jika jadi pemimpin. Karena seorang pemimpin dibutuhkan keteladanan untuk yang dipimpin, baik karakter maupun kapasitasnya.

Sangat berbahaya karena pembuat kebijakan makro jika jahat atau bodoh dampak imbasnya sangat dahsyat. Tidak terukur. Mengerikan sekali bagi orang banyak. Sangat mudarat.

Ilmu hikmahnya, saat ini persis ilustrasi ramalan Joyoboyo tentang "Jaman Kolo Bendu". Ilustrasinya para "Badut Lucu" sedang jadi pemimpin agama, masyarakat dan pemerintahan. 

Kesimpulan saya yang gelarnya cuma Pak Tani,  mungkin mereka mau nekat hingga korupsi karena menganggap anak-anaknya tidak bisa cari rejeki sendiri, sehingga dibelain sampai mau korupsi. (*) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Presiden Buka Tanwir Ke-51 Muhammadiyah di Bengkulu

Terpopuler

Kemenangan Dharma atas Adharma Tidak Sebatas Slogan, Merta: Adat dan Budaya Bali Bisa Bertahan Sepanjang Masih Ada Tanah

Kemenangan Dharma atas Adharma Tidak Sebatas Slogan, Merta: Adat dan Budaya Bali Bisa Bertahan Sepanjang Masih Ada Tanah

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Stan PKB 2026 Digratiskan, Putri Koster Pastikan Tidak Ada Pungli Bagi Pedagang

Stan PKB 2026 Digratiskan, Putri Koster Pastikan Tidak Ada Pungli Bagi Pedagang

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan