Denpasar (Atnews) - Semangat juang para pejuang 1945 masih hidup. Buktinya ada pada sosok Gusti Bagus Saputra, SH, Ketua DPD LVRI Provinsi Bali. Di usia 96 tahun, beliau masih sangat energik dan ingatan sangat kuat saat menjadi narasumber kebangsaan.
Hal itu ditegaskan IGB Saputra saat acara Silahturahmi Pengurus DHD Angkatan 45 Provinsi Bali ke DHC LVRI Kota Denpasar, Rabu (16/7/2026) di Kantor DHC LVRI Kota Denpasar.
"Sebagai pemimpin kita harus religius, jujur, toleransi dan disiplin. Tanpa 4 sifat itu, organisasi tidak akan kuat. Tugas LVRI bersama DHD Angkatan 45 adalah memperjuangkan, melestarikan dan mensosialisasikan JSN 45 sebagai landasan membangun bangsa," ujarnya.
Putra Wijaya: Bangsa Saat Ini Butuh Kembali ke Nilai 45
Acara ini juga diisi ulasan kebangsaan oleh Putra Wijaya, Wakil Ketua DHD Angkatan 45 Provinsi Bali yang juga Mantan Ketua DPD PPM Bali.
Menurutnya, situasi bangsa saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan. "Ada perpecahan karena perbedaan, lunturnya semangat gotong royong, dan krisis keteladanan. Di sinilah pentingnya kita kembali ke JSN 45. Nilai 45 bukan barang kuno. Dia adalah kompas bangsa," tegas Putra Wijaya.
Ia juga mengisahkan perjalanan DHD Angkatan 45 di era kepemimpinan almarhum Prof. Windi sebagai refleksi bagi pengurus baru.
Penguatan Organisasi dan Penyerahan SK
Dalam silahturahmi tersebut dilakukan penguatan struktur organisasi.
Ketua DHD Angkatan 45 Provinsi Bali, Bagus Ngurah Rai, menyerahkan SK, Dokumen Organisasi, Majalah, dan Plakat kepada Ketua DHC Angkatan 45 Kota Denpasar sebagai pedoman menggerakkan organisasi.
Sementara itu LVRI Kota Denpasar juga menerima SK Kepengurusan DHC Angkatan 45 Kota Denpasar dari DPD LVRI Bali.
Bagus Ngurah Rai berharap sinergi LVRI dan DHD Angkatan 45 di Denpasar semakin kuat dalam kegiatan pewarisan nilai 45.
Turun ke Sekolah, Sampaikan Materi Bela Negara
Dua hari sebelumnya, Selasa (14/7/2026), IGB Saputra menjadi narasumber MPLS Siswa Baru SMK Wirabakti Denpasar. Dengan peserta 170 siswa dan guru, beliau menyampaikan materi Penguatan Kesadaran Bela Negara, Pembentukan Karakter, dan Pewarisan JSN 45.
Antusiasme siswa sangat tinggi karena materi disampaikan langsung oleh pelaku sejarah berusia 96 tahun (KRS/002)