Prambanan, Pilgrim dan Masyarakat Inklusif
Banner Bawah

Prambanan, Pilgrim dan Masyarakat Inklusif

Admin 2 - atnews

2026-07-17
Bagikan :
Dokumentasi dari - Prambanan, Pilgrim dan Masyarakat Inklusif
Prof. I Gede Sutarya (ist/atnews)
Oleh Prof. I Gede Sutarya

Kunjungan PM Modi ke Prambanan pada 8 Juli 2026 telah mempromosikan Prambanan sebagai destinasi pilgrim bagi umat Hindu dunia, sebab berita itu tersiar merata di seluruh wilayah India yang mayoritas Hindu. 

Berita ini memperkenalkan Prambanan sebagai Candi Shiwa terbesar yang layak untuk dikunjungi. Modi juga menyebutkan arca dewa-dewa yang terdapat di candi ini yang merupakan arca-arca Hindu. Berita yang berisi penjelasan Modi tentang candi ini merupakan promosi gratis bagi pariwisata Indonesia.

Promosi ini berisi sanjungan tentang Muslim Indonesia yang toleran, sebab memelihara dengan baik peninggalan-peninggalan Hindu. Bahkan beberapa tokoh Muslim Indonesia mengakui jika leluhurnya beragama Hindu sehingga menjadi kewajibannya untuk memelihara peninggalan-peninggalan leluhurnya, walaupun mereka tak lagi menganut agama leluhurnya itu.

Pernyataan-pernyataan ini menunjukkan inklusivitas Muslim Indonesia. Inklusivitas ini mendapatkan sanjungan dari berbagai belahan dunia yang disebutkan sebagai keberhasilan pembangunan Indonesia.

Keberhasilan Indonesia membangun masyarakat inklusif akan semakin berhasil bila wisata pilgrim ke Prambanan, Yogyakarta ini terwujud sebab pariwisata adalah jalan tercepat untuk membangun pariwisata masyarakat inklusif. Contohnya adalah pilgrim umat Hindu di Nani Mandir, Pakistan yang berada di wilayah Muslim. 

Pilgrim ini dibantu Muslim-Pakistan karena pilgrim ini juga memberikan kontribusi kesejahteraan kepada umat Muslim. Bahkan umat Muslim ikut membantu menjaga keamanan umat Hindu yang melakukan pilgrim.

Contoh lainnya adalah Pura Mandiri Giri Semeru Agung yang merupakan destinasi pilgrim umat Hindu dari Bali. Pada saat upacara di pura ini, umat Islam di sekitar Senduro, Jawa Timur ikut membantu dan mendukung, sebab pilgrim ini memberikan dampak kesejahteraan kepada mereka. Contoh dua kasus ini membuktikan bahwa masyarakat inklusif bisa dibangun dari pariwisata.

Oleh karena itu, pemerintah perlu mendukung pengembangan Prambanan sebagai destinasi pilgrim, sebab memberikan dampak berlipat yaitu pembangunan ekonomi dan pembangunan masyarakat inklusif.

Pembangunan masyarakat inklusif diperlukan dalam pergaulan dunia saat ini karena dunia memiliki hubungan saling ketergantungan antar bangsa.

Pada beberapa kasus, sikap inklusif adalah syarat utama untuk memasuki persaingan dunia, dalam perdagangan barang dan jasa. Karena itu, semua bangsa bertekad untuk membangun masyarakat yang inklusif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Sikap inklusif ini akan dibangun jika penerbangan langsung dari kota-kota besar India ke Yogyakarta terjadi. Wisman India akan semakin banyak untuk melakukan berbagai aktivitas keagamaan. Umat Hindu di Bali dan juga provinsi lainnya di Indonesia juga akan memadati Candi Prambanan. 

Kedatangan mereka akan menjadi pendapatan bagi masyarakat sekitar Prambanan, sebab mereka minimal akan mengeluarkan uang untuk makan, minum, dan penghinapan.

Pendapatan dari wisman dan wisdom ini akan mendorong penyambutan masyarakat lokal kepada mereka. Dengan demikian, sikap inklusif akan semakin terbangun melalui wisata pilgrim ini.

Hal ini akan menjadikan masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang siap menerima pariwisata, sebab kesiapan masyarakat merupakan syarat penting dalam mengembangkan destinasi. 

Beberapa tempat di Indonesia, memiliki pantai yang bagus dan budaya yang unik, tetapi destinasi tidak bisa berkembang. Hal itu bukan karena infrastruktur dan akomodasi, sebab kedua hal itu bisa dibangun dalam waktu lima tahun dengan dana pinjaman.

Tetapi walaupun infrastruktur dan akomodasi mudah dibangun jika masyarakat tidak siap menerima pariwisata maka destinasi tersebut akan gagal. Karena itu, kesiapan masyarakat adalah hal yang terpenting dalam pembangunan destinasi.

Oleh karena itu, promosi Prambanan ini harus digunakan pemerintah untuk memasarkan pariwisata Indonesia secara lebih masif ke luar negeri.

Prambanan dan candi-candi lainnya di Indonesia bisa dipasarkan sebagai destinasi pilgrim bagi umat Hindu, sebab pilgrim sekarang ini tidak hanya menuju kepada wilayah-wilayah tempat lahirnya suatu agama, tetapi juga ke tempat-tempat penyebaran agama tersebut, sebab itu membangun kebanggaan mereka terhadap agamanya. Kebanggaan mereka ini merupakan celah ekonomi yang baik bagi destinasi.

(Prof.Dr. I Gede Sutarya, SST.Par.,M.Ag adalah Guru Besar Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata Spiritual dan Religious pada Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar)

Baca Artikel Menarik Lainnya : PKP2Trans Kemendes PDTT Ziarah ke Makam Makam Pionir Transmigrasi

Terpopuler

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Presiden Prabowo Luncurkan Biodiesel B50, Indonesia Pangkas 44 Juta Ton Emisi CO₂ dan Jadi Sorotan Dunia

Presiden Prabowo Luncurkan Biodiesel B50, Indonesia Pangkas 44 Juta Ton Emisi CO₂ dan Jadi Sorotan Dunia

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Indonesia Emas 2045: Wapres Gibran Dorong Peningkatkan Kapasitas Generasi Muda Hindu di GHBC 2026

Indonesia Emas 2045: Wapres Gibran Dorong Peningkatkan Kapasitas Generasi Muda Hindu di GHBC 2026