Mengenang Sabam Sirait, Politisi Senior Par Excellence
Banner Bawah

Mengenang Sabam Sirait, Politisi Senior Par Excellence

Artaya - atnews

2021-09-30
Bagikan :
Dokumentasi dari - Mengenang Sabam Sirait, Politisi Senior Par Excellence
Slider 1

Oleh I Gde Sudibya 
Di medsos beredar berita, politisi senior dari PDIP yang menjadi anggota DPD dari daerah pemilihan Sumatra Utara, meninggal, Rabu, 29 September 2021, pukul 22.37 WIB di RS.Siloam, Karawaci, Tangerang, Banten yang sudah berumur 85 tahun. 
Berpulangnya Bang Sabam, sebutan akrab untuk politisi senior ini, dapat mengingatkan penulis tugas bareng di PAH II, Panitia Adhock Dua Badan Pekerja MPR RI 1999 - 2004 di mana Pak Sabam menjadi salah satu Wakil Ketua.
Yang pantas dicatat, dikenang dan diikuti keteladannya, menyebut beberapa, pertama, politisi luwes,lentur dalam membangun negosiasi, tetapi berdiri kokoh bak batu karang kalau menyangkut ideologi kebangsaan. Kedua, politisi adalah panggilan kejiwaan, tempat mengabdi penuh buat negeri yang amat sangat dicintainya. Politik sebagai profesi, profesion, meminjam istilah Calvin, pelopor gerakan Protestan, dalam konsepsi Pre Destinasi: Tuhan sudah menentukan pada saat kita lahir, apakah akan masuk sorga atau neraka, tetapi kita tidak mengetahuinya apakah masuk sorga atau neraka, maka digunakanlah dunia ini, panggung memuja Tuhan, melalui bekerja.  
Konsepsi Pre Destinasi, mirip dengan ulasan Karma Yoga yang dilakukan oleh Mahatma Gandhi. Ketiga, meminjam ungkapan terkenal dari cendikiawan ternama Soedjatmoko, pemikiran adalah perpanjangan dari batin kita sendiri, sehingga ketika Pak Sabam ditunjuk sebagai Ketua Pansus RUU Otonomi Khusus Papua di DPR, menumpahkan seluruh energinya dengan tim, untuk memberikan solusi terbaik terhadap sejumlah "burning issue", istilah yang sering dipakai Pak Sabam, tentang: tuntutan untuk merdeka, keadilan dalam perspektif: ekonomi, hak sosial kultural dan pembagian sumber daya.
Selamat Jalan Pak Sabam, semoga bak kata pepatah: "mati satu, tumbuh seribu" di menyongsong era Indonesia Emas, 17 Agustus 2045.
Walaupun, landskap politik kita tidaklah begitu menggembirakan, kalau tidak mau dikatakan suram, meminjam istilah Buya Safei Maarif: surplus politisi, minus negarawan.
*) I Gde Sudibya, anggota MPR Utusan Daerah Bali, anggota PAH Dua Badan Pekerja MPR.RI 1999 - 2004.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Presiden Agar Batalkan Remisi kepada Otak Pembunuh Wartawan Bali

Terpopuler

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

ARUN Soroti Wacana Devisa Pariwisata Bali Rp176 Triliun, Gung De Pertanyakan Besaran PAD

ARUN Soroti Wacana Devisa Pariwisata Bali Rp176 Triliun, Gung De Pertanyakan Besaran PAD