Denpasar (Atnews) - Sejarah berulang di Monumen Perjuangan Bangsal (MPB). Pada saat perang kemerdekaan, MPB adalah embrio dari pengembangan nilai-nilai kebangsaan. Di tempat mana, para pejuang kemerdekaan menyatukan tekad, untuk merebut (kembali) kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah.
Selanjutnya, setelah 76 tahun berlalu, pada hari Minggu (3/10) sore, diresmikan organisasi Gugus Kebangsaan (GK) di MPB. Sesuai namanya, gugus kebangsaan tentu saja bertujuan untuk membela bangsanya. Artinya, gugus ini harus mampu mendorong masyarakat, agar mampu berbuat agar mengutamakan bangsanya, dibandingkan dengan kepentingan golongan dan pribadi. Itu berarti bahwa GK harus mampu meneruskan cita-cita kebangsaan yang dahulu dilahirkan di MPB.
Menurut pengelola MPB Bagus Ngurah Rai, bahwa embrio GK sudah dirintis sejak tahun 2016. Yakni dengan ditanda-tanganinya nota kesepahaman (MoU) antara pihak MPB, DHD Angkatan 45 Bali, Gerakan Nasional Pembudayaan Pancasila (GNPP) Bali, dan Korps Menwa Indonesia (KMI) Bali. Kerja sama ini telah mampu melaksanakan tugas-tugas strategis. Diantaranya melaksanakan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) di Bali, yang jumlahnya mencapai 7229 orang. Mereka terdiri dari anak-anak SD, SMP, SMA, dan PT. Capaian ini mendapatkan apresiasi dari Kemendagri, dengan melaksanakan PPBN di Bali, untuk para guru.
Karena telah dinilai sukses, maka kini GK lebih diberdayakan dengan pembentukan koordinator. Terpilih sebagai koordinator di Prov. Bali adalah Prof. Wayan Windia (Ketua Umum DHD-45 Bali). Saat ini sudah tercatat 20 organisasi tergabung dalam GK Bali. Mereka semuanya sudah menyatakan tekadnya, dengan menanda-tangani Deklarasi Bangsal tentang pembentukan GK tsb.
Pada kesempatan itu, Prof. Windia menyatakan bahwa generasi baru Indonesia, telah mengalami proses transformasi cultural, karena adanya arus global, arus informasi, arus teknologi, dll. Sehingga memunculkan harapan-harapan yang berlebihan, tentang kebebasan, HAM, kesejahteraan, demokrasi, dll. “Itu boleh-boleh dan wajar-wajar saja” katanya. Namun ditengah-tengah eforia itu, maka generasi sekarang harus juga paham tentang sejarah bangsanya. Bahwa bangsa ini direbut dengan tetesan darah. Untuk itulah, peran GK akan semakin penting dalam sejarah bangsa.
Sementara itu, Ketua Umum MPB, Dr. Bagus Ngurah Putu Arhana, Sp.A (K), menyatakan bahwa pihaknya terbuka untuk terus mendukung gerakan yang bersifat kebangsaan. Karena nilai-nilai kebangsaan yang sedang diperjuangkan oleh GK, sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan yang dilahirkan di MPB, 76 tahun yang silam.
Hadir pada kesempatan itu, pihak Korps Menwa Ugrasena, KMI, PPM, dan para tokoh masyarakat, serta utusan dari Dinas Sosial (Dinsos) Kab. Badung. Utusan Dinsos Badung menyatakan siap bekerjasama dengan GK dan MPB. Pihaknya akan mengadakan inventarisasi berbagai monumen yang ada di Kab. Badung. Pertemuan pembentukan GK Bali itu, dilaksanakan dengan prokes yang sangat ketat. (ww/001).