Karangasem (Atnews) - Bupati Gede Dana memberikan apresiasi Program Membangun Masyarakat Bali (Mesari) PT Bank BPD Bali Kantor Cabang Karangasem genjot KUR untuk membantu permodalan Petani Garam di Bumi Lahar.
"Iya sangat bagus, karena petani garam sangat membutuhkan modal untuk mengembangkan usahanya, kita punya garam lokal yang bagus perlu dibantu petaninya," Gede Dana di Karangasem, Senin (8/11).
Hal itu sejalan dengan program pemerintah dan sesuai dengan visi dari Bank BPD Bali yakni Menjadi Bank yang kuat, berdaya saing tinggi, dan terkemuka dalam melayani UMKM serta berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Bank BPD Bali juga mendukung Peraturan Gubernur Bali No 99 tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali dan pada Tahun 2021 mengeluarkan Surat Edaran Nomor 17 tahun 2021 tentang pemanfaatan produk Garam tradisional lokal Bali.
Untuk itu, pemasarannya akan dioptimalkan dengan mendorong warga Karangasem menggunakan dan membeli garam hasil petani. Serta sebisa mungkin dijual juga di pasar modern.
Sementara itu, Kepala Bank BPD Bali Cabang Karangasem Ketut Andayana Kusuma Yasa menmabahkan, hasil survey dilapangan dan data dari Dinas Koperasi dan Dinas Perikanan Karangasem, Petani Garam tersebar di Desa Tianyar, Amed, dan Yeh Malet.
Total petani garam yang sudah dibantu program mesari Bank BPD Bali saat lounching program mesari di Amed sebanyak 16 Debitur, dengan rincian Petani Garam di Tianyar Barat sebanyak 5 debitur, petani garam MPIG Garam Amed sebanyak 9 debitur dan petani garam di Yeh Malet sebanyak 2 debitur.
"Masih ada 49 kelompok petani garam yang sedang proses," ujarnya.
Dijelaskan, melalui program ini Bank BPD Bali memberikan permodalan kepada petani garam dengan skema kredit KUR.
Banyak benefit yang didapatkan debitur/petani garam dari program ini, seperti bunga kredit yang disubsidi oleh Bank BPD Bali setiap akhir tahun sehingga bunga kredit yang dibebankan kepada debitur sebesar 3% menurun dari yang seharusnya 6% menurun, dan pemberian fasilitas BPJS ketenagakerjaan yang biayanya ditangung oleh Bank BPD Bali selama setahun pertama.
Menurutnya, saat ini sektor Pertanian dan UMKM merupakan roda pengerak perekonomian masyarakat Bali.
Bank BPD Bali selaku Bank Daerah wajib berkontribusi terhadap percepatan pertumbuhan perekonomian Bali melalui permodalan kepada pelaku usaha UMKM sektor pangan dan pertanian.
Program Mesari diharapkan dapat memberikan permodalan kepada pelaku usaha lokal yang bergerak di sektor Pangan, Pertanian, UMKM, dan sektor usaha lainnya.
Semua klaster petani garam yang ada di Karangasem secara bertahap akan dijadikan nasabah binaan dengan bantuan permodalan program Mesari, sehingga kapasitas usaha meningkat dan proses produksi bisa berkesinambungan.
Bank BPD Bali tidak hanya memberikan permodalan kepada pelaku usaha/petani garam, akan tetapi juga membantu petani garam untuk memasarkan/membeli produknya dan memberikan pendampingan/pelatihan wirsauha agar mampu tetap bersaing dan eksis.
Petani garam juga akan diberikan fasilitas dalam peningkatan kapasitas produksi melalui program kemitraan pengolahan garam tradisional yang mana klaster/petani garam akan diberikan bantuan peralatan yang dapat membantu proses produksi. (GAB/ART/001)