Denpasar (Atnews) - Puri Agung Pemecutan akan menampilkan persembahan Tari Wali Bandhodayaditya (Galang Kangin ring Badung) di Pura Dalem Tambangan Badung pada tanggal 19 November 2021 (Purnama Kenem).
Makna Galang Kangin Gumi Badung yang berarti Bandhodayaditya sama dengan matahari terbit di ufuk Bandha/Badung, begitu sama halnya munculnya sinar mentari ilmu mengusir kegelapan/kebodohan.
Cipta dan Pementasan Tari Kreasi Palegongan Bandhodayaditya diinisiator tari oleh IGN Nitya Santhiarsa (Puri Peguyangan) Penata Tari AA N Bagus Supartama (Puri Lumintang), Penata Tabuh Sujena (Banjar Binoh Petangan) dan Penata Kidung AA Md Sunendra (Puri Crancam Alangkajeng) yang didukung Penglingsir Puri Agung Pemecutan AA N Putra Darmanuraga.
Dalam memantapkan pementasan suatu karya seni Tari Bebadungan sebagai Persembahan kepada Ida Sanghyang Aji Saraswati dan Penghormatan kepada Ida Bhatara Lelangit Sri Nararya Damar dilaksanakan latihan bersama di Pura Dalem Tambangan Badung, Denpasar, Sabtu (13/11).
Pementasan oleh Artis Bandha Art Pemecutan Badung 2021 terdiri dari Sameton Agung Puri Peguyangan dan Puri Lumintang , serta keluarga besar agung se Pemecutan Badung.
Seni Tari Palegongan sebagai salah satu dari seni Bebadungan (Bandha Art), seni tari klasik bernuansa kerajaan yang mengutamakan keagungan dan keindahan.
Seni tari ini didukung instrument Gamelan Semar Pegulingan atau gamelan pelegongan, yang juga merupakan seni tabuh klasik, dan juga dilengkapi dengan olah vocal kekidungan.
Ketiga seni ini menyatu dalam satu komposisi yang harmonis dan saling melengkapi menjadi satu karya seni karawitan ber-Taksu (hidup dan ber-energi). Kekuatan karya seni ini ada pada kisah Sastra berbasis trilogi Yantra-Mantra-Tantra yang menjiwai dan memberikan spirit baik kepada penari, pemain musik, sinden maupun kepada para penonton, diperkuat oleh Citra (payas dan hiasan) dan Wastra (busana) yang anggun dan mempesona.
Demikian disampaikan Penglingsir Puri Agung Pemecutan AA N Putra Darmanuraga yang didampingi IGN Nitya Santhiarsa kepada Atnews.
Dijelaskan pula, sinopsis tari tersebut yakni Adityawarman (Sri Nararya Damar) setelah menyelesaikan tugasnya menata pemerintahan baru di pusat Kerajaan Bali di Bedulu, seperti penempatan para arya dan pembagian pasukan.
Ia berkenan untuk memanjatkan puji syukur sekaligus mohon anugrah ilmu untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas diri beliau.
Sesuai petunjuk orang-orang suci dan tetua di Bedulu, lalu pergi menuju timur laut ke kaki Gunung Agung, kawasan Pura Besakih, tepatnya menuju ke Pura Merajan Selonding, untuk melakukan puja, tapabrata dan yoga semadi (meyasa) ke hadapan Ida Sanghyang Aji Saraswati, Tuhan Yang Maha Tahu, untuk memanjatkan puji syukur sekaligus mohon anugrah ilmu pengetahuan.
Setelah beberapa lama melakukan puja, tapabata dan yoga, Ida Sanghyang Aji Saraswati menerima sujud bakti/yasakerti dan persembahan Sri Nararya Damar dan Beliau berkenan memberikan anugrah ilmu mahottama( Mahavidyamertha) yang tentunya akan menambah kedigjayaan dari Sri Nararya Damar.
Sri Nararya Damar sangat bahagia atas anugrah ilmu yang utama ini, dan untuk mengenang peristiwa agung ini maka di areal utama Pura Merajan Slonding didirikanlah Tugu/Piasan di depan Lingga/Tugu Pemujaan Ida Sanghyang Aji Saraswati , dimana kedua tugu ini saling berhadapan. ( simbol Sri Nararya Damar sedang menerima anugrah dari Ida Sanghyang Aji Saraswati).
Kisah Sri Nararya Damar di atas mengisnpirasi kita untuk menciptakan tari kreasi Pelegongan, yang mengambil konsep dasar dari Tari Legong Kraton, kemudian busana Tari Legong Kraton dimodifikasi/dipadukan dengan busana Tari Apsara Mera dari Kamboja/Angkor Wat dan juga busana dari Tari Manora Thailand.
Penari semua wanita, berjumlah 10 orang, satu mewakili simbol Dewi Saraswati, berbusana merah bermotif emas( Red-Gold), 8 mewakili bidadari yang membawa anugrah ilmu( vidyamertha), berbusana putih bermotif emas(White-Gold) dan satu sebagai simbol Sri Nararya Damar, berbusana hitam bermotif emas( Bold-Gold).
Tari ini diberi nama Legong Bandhodayaditya (Bandhodayaditya Royal Ballet) karena spirit tari ini adalah Laksana Matahari Terbit di Cakrawala Bandhana/Badung, yaitu semangat mencari dan mengamalkan ilmu untuk mengusir kegelapan/kebodohan.
Tujuan dari penciptaan dan pementasan kara seni tari Palegongan Bandhodayaditya adalah untuk memuja kepada Tuhan yang maha Esa, memulikan Ida Bhatara Lelangit Sri Nararya Damar dan menyebarkan spirit dan kreasi kepada seluruh partisentana beliau, melalui pelestarian dan pengembangan seni karawitan klasik khas Bebadungan. (Art/001)