Buleleng (Atnews) - Selama 7 bulan tidak menerima gaji, puluhan karyawan PT.Tirta Mumbul Jaya Abadi (Yeh Buleleng) mengadu nasibnya ke DPRD Buleleng, Rabo(5/1/2022).
Mereka beramai-ramai mendatangi gedung dewan di-jl.Veteran itu, dikoordinir I Nyoman Sumiarta, diterima langsung oleh Jetua DPRD Buleleng Gede Supriatna di ruang rapat gabungan Komisi gedung dewan.
Dihadapan Ketua DPRD Buleleng, koordinatir Nyoman Sumiarta menjelaskan, bahwa para karyawan dudah 1,5 tahun tidak digaji. "Kami hanya menerima kasbon yang jauh dari standar gaji kami. Kalaubfitotal 7 bulan kami tidak menerima gaji sama sekali," ujarnya.
Padahal 80 karyawan tetap bekerja dan bahkan ada yang sampai lembur. "Kehadiran kami ke DPRD Buleleng untuk meminta solusi terhadap nadib kami," kata Sumiarta.
Begitu juga karyawan lain bernama Ketut Suastika, bahkan menuding perusahaan telah merampas hak karyawan. Selain gaji, potongan gaji karyawan untuk membayar BPJS Ketenagakerjaan juga bermasalah. "Gaji kami terus dipotong untuk BPJS Ketenagakerjaan, namun tidak disetor," tambahnya. Bukan hanya itu, dia juga mengatakan, Direksi secara sepihak memutuskan akan memotong gaji karyawan 75 persen.
Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna berjanji akan segera mengundang Direksi PT.Tirta Mumbul Jaya Abadi, Direktur Utama PDAM Buleleng sebagai pemegang saham mayoritas serta dari pihak eksekutif. Aspirasi yang disampaikan para karyawan Yeh Buleleng ini akan dibahas dengan instansi terkait untuk menyelamatkan PT Tirta Mumbul Jaya Abadi dan para karyawan.
"Kita ingin menyelamatkan perusahaan ini karena banyak perut ada disana. Hari ini juga kita akan komunikasikan dengan rekan-rekan di dewan tentunya dengan Direksi Yeh Buleleng untuk mengetahui akar permasalahannya," tandas Supriatna. Gede Supriatna, selaku Ketua DPRD Buleleng berharap agar karyawan bersabar dulu dan kami akan mengundang pihak- pihak terkait.
Menindak lanjuti pengaduan karyawan PT Tirta Mumbul Jaya Abadi ke dewan pada Rabu (5/1), Ketua DPRD Buleleng dengan cepat menyikapi dimana hari ini Kamis(6/1) menggelar rapat dengan mengundang pihak terkait yakni Asisten III Setda Buleleng, Kabag Ekbang, Direktur PDAM Buleleng, serta Dirut PT.Tirta Mumbul Jaya Abadi di ruang gabungan komisi DPRD Buleleng. (WAN).