Banner Bawah

Sri Hanuman: Berbuat Positif Membangun Rasa Bhakti

Admin - atnews

2022-01-28
Bagikan :
Dokumentasi dari - Sri Hanuman: Berbuat Positif Membangun Rasa Bhakti
Slider 1

Oleh Jero Mangku Agung I Ketut Puspa Adnyana
Om swastyastu. Sembah sujud di hadapan Kaki Padma Penguasa Pengetahaun Sejati. Sembah sujud kepada Ida Batara, Leluhur dan Para Pandita Agung. Mohon restu dan perlindunganNya. Terutama kepada Sire Paduka Bhagawan Valmiki yang menggubah Ramayana. Om Siddhirastuh Astu Tasa Astu Swaha.
Dengan kekuatan (sakti) seseorang dapat melakukan apa saja. Dengan kekuatan seseorang juga dapat meningkatkan kualitas dirinya (jnanam). Banyak orang memiliki kekuatan, dan mereka lebih berhasil dari yang tidak memilikinya. Kekuatan bukan saja hal hal yang bersifat fisik (sekala) tetapi juga yang bersifat batin (niskala). Manusia yang memiliki kesadaran (atmajnanam) memiliki kesadaran ini. 
Contoh perbuatan positif yang berasal dari rohani misalnya: tersenyum manis, berkata kata lembut dan lainnya, yang sangat mudah dilakukan setiap hari. Contoh perbuatan posiif secara fisik (lahiriah) misalnya: membantu orang (dermawan) dan ciptanNya, terlibat atau melakukan kegiatan sosial dengan tulus. Wajah orang orang ini akantampak bersinar dan tersenyum sepanjang hari.
Untuk mencapainya kondisi tersebut seseorang harus disiplin (Yoga). Kadangkala, seseorang tidak dapat membedakan hal ini, sehingga terjebak pada rutinitas yang tidak menghasilkan sesuatu baik untuk dirinya sendiri ataupun untuk orang lain karena kebingungan (awidya). Seseorang yang ingin mencapai tingkat kesadaran (Atmajnanam) sering kebingungan dalam mengambil jalan, yang pada akhirnya memetingkan diri sendiri (pamerih).
Untuk memiliki kesadaran dibutuhkan kepercayaan (sradha). Ajaran agama adalah pedoman agar orang orang memiliki kpercayaan. Dari kesadaran inilah kemudian lahir cinta kasih (bhakti, panca baktiangga dan dasatma). Halangan halangan kehidupan yang berasal dari tiga sifat (triguna) harus dilenyapkan. Kepercayaan dan kasih sayang melahirkan pelayanan (sevanam, salah satu dari nawa widhabhakti). Orang orang yang telah berada pada tingkat pelayanan berdasarkan cinta kasih akan menemukan dirinya yang sejati.
Sri Hanuman dalam kisah Mahabharata, masih ditemukan oleh Bima, ditemukan oleh Arjuna dalam kekuatan yang sama pada masa zaman Sri Rama. Sri Hanuman pada abad 20 juga masih ditemukaan di beberapa tempat. Hanya orang orang yang memiliki kepercayaan dan cinta kasih yang dapat “menemukan” pribadi pribadi yang utama. Dalam Ramayana disebutkan: “seorang brahaman yang mempelajari Ramayana akan menjadi ahli dalam menjelaskan ajaran Veda, seorang Ksatrya yang belajar Ramayana akan menjadi pemimpin negara yang adil dan dicintai rakyatnya, seorang waisya akan menjadi kaya raya dan dermawan, dan bila ia seorang sudra ia akan menjadi sempurna.
Sri Hanuman adalah contoh yang sempurna, kemudian Pangeran Laksamana dan Wibisana. Hanuman adalah contoh orang yang percaya dan memiliki cinta kasih. Ketika Sri Hanuman mendapat hukuman mati dari junjungannya Sri Rama. Hanuman tidak gentar, tidak ada penyesalannya dan tidak ada kebencian (Hanuman adalah awatara Siwa Mahadewa, penguasa alam semesta). Apakah seseorang yang utama seperti Sri Rama salah dalam mengambil keutusan? Apakah seorang Rsi Agung Vasistha salah memberikan informasi? Apakah Dewarsi Narada ingin menghancurkan dunia. Pastilah tidak, Sri Hanuman percaya. Hanuman tidak menolak hukuman mati yang harus diterimanya.
Kemudian yang terjadi adalah kehendak Tuhan agar manusia melakukan sadana dharma dengan menchntingkan “Rama-SIta Ya Namaha”. Agar manusia mempelajari Kitab Veda dengan baik untuk menyelamatkan dirinya dan dunia. Sri Rama, Dewarsi Narada dan Rsi Agung Vasistha tentu tersenyum. Karena dalam setiap perbuatan harus ada yang meneladani menjadi contoh.  Manusia bukan saja membutuhkan penjelasan untuk percaya tetapi juga keteladanan. Yang baik akan segera ditiru, tanpa perlu penyluhan atau sosialisasi. Kecendrungan manusia adalah meniru yang baik. Kecendrungan manusia adalah keuntungan. Kecendrungan manusia adalah menjadi baik.
Namun sayang, banyak sarjana dan intelektual mencibir ketika mendengar Ramayana, ketika mendengar Mahabharata. Berani beraninya orang ini menulis kalimat atau sloka yang menjamin kebebasan bagi yang membaca Ramayana. Orang orang ini, para intelektual ini pastilah sedang berhalusinasi bahwa Kaliyuga sama dengan Satyayuga atau Tretayuga. Seperti Bima yang merasa kuat dan hebat di hadapan Sri Hanuman. Seperti Arjuna yang menyombongkan dirinya ketika melihat jembatan SIntubanda dan mentertawakan Sri Hanuman. Dibutuhkan kearifan untuk mulai menapaki jalan menuju penelitian batin. DIbutuhkan kepercayaan dan keyakinan untuk mendaki tangga rohani. Cinta kasih, dengan melakukan sevanam (pengabdian pada ciptaan Tuhan) akan memperkuat penelitian batin. Nirwethi dan Prawerthi harus selalu berimbang. Untuk mencapai tangga pertama, seseorang harus mulai dari lingkunggan bahkan dengan menyayangi dirinya sendiri pada tahap awal (ada Atma di dalam diri setiap mahluk). Semoga khiedupan terasa semain baik dan nyaman. Om Santih Santih Santih Om (*)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Riad Tingkatkan SDM lewat Yoga

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius