Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Karhutla, BNPB Minta Masyarakat Tetap Siaga
Banner Bawah

Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Karhutla, BNPB Minta Masyarakat Tetap Siaga

Admin 2 - atnews

2026-05-25
Bagikan :
Dokumentasi dari - Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Karhutla, BNPB Minta Masyarakat Tetap Siaga
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) (ist/atnews)
Jakarta (Atnews) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan situasi dan penanganan bencana di wilayah Indonesia pada periode Jumat (22/5), pukul 07.00 WIB, hingga Sabtu (23/5), pukul 07.00 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun, satu kejadian terkini kebakaran hutan dan lahan tercatat pada kurun waktu tersebut. 

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, pada Kamis (21/5). Peristiwa yang berlangsung pukul 14.00 waktu setempat atau WITA telah berhasl dipadamkan petugas gabungan pada Jumat (22/5). 

Lokasi terdampak berada di Desa Sambaliung, Kecamatan Sambaliung. Karhutla ini mengakibatkan satu hektare lahan terbakar. Tidak ada laporan korban jiwa yang dilaporkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Sementara itu, perkembangan terkini bencana banjir yang terjadi Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat, pada Jumat (22/5), banjir telah surut di tiga desa terdampak. Ketiga desa yang berada di Kecamatan Tobadak itu, yaitu Desa Lara, Desa Tasokko dan Desa Batu Parigi.

Sedangkan satu desa lain yang juga berada di kecamatan tersebut, Desa Saloadak, tinggi muka air berangsur surut. Pascabanjir, warga masyarakat bergotong royong membersihkan pohon dan ranting-rantingnya yang tumbang. 

Banjir di Mamuju Tengah ini terjadi pada Rabu (20/5), pukul 12.20 WITA, setelah hujan lebat mengguyur beberapa wilayah kabupaten. Data hingga kini, Sabtu (23/5), banjir berdampak pada 9 kepala keluarga atau 30 jiwa, dan satu keluarga mengungsi sementara waktu. Selain pemukiman, banjir mengakibatkan satu jembatan rusak ringan dan empat titik jalan penghubung rusak berat. 

Berikutnya banjir di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, dilaporkan telah surut pada Jumat (22/5). Sebelumnya, kejadian ini menerjang sembilan desa di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Deleng Pokhkisen, Bambel dan Lawe Bulan.

Saat banjir berlangsung, personel BPBD Aceh Tenggara segera melakukan upaya darurat, di antaranya menyiagakan personel dan peralatan darurat serta berkoordinasi dengan aparat desa terdampak. 

Banjir Aceh Tenggara berdampak pada 73 keluarga atau 1.068 jiwa. Selain korban jiwa, banjir mengakibatkan tiga rumah mengalami rusak ringan, sedangkan 270 lainnya terdampak. Tidak ada laporan adanya korban jiwa akibat peristiwa ini. 

Dengan adanya bencana hidrometeorologi basah hingga pekan keempat Mei 2026 dan peristiwa karhutla, BNPB mengimbau semua pihak untuk tetap waspada dan siaga. Selain ancaman bahaya karena faktor hidrometeorologi, masyarakat tetap mewaspadai ancaman bahaya geologi seperti gempa bumi dan erupsi gunung api. 

Berbagai langkah pengurangan risiko bencana dapat dilakukan dan dimulai dari lingkup keluarga, seperti penyiapan tas siaga bencana dan penyusunan rencana kedarurat keluarga. (Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Sambut Hari Pers Nasional, IMO-Indonesia Gelar Lomba Jurnalistik

Terpopuler

Dhyan Foundation Gelar Yoga Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bangsal

Dhyan Foundation Gelar Yoga Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bangsal

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata

Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata

Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Karhutla, BNPB Minta Masyarakat Tetap Siaga

Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Karhutla, BNPB Minta Masyarakat Tetap Siaga

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026