Karangasem (Atnews) - Tirta Yatra ke Pura Pusering Jagat dan Besakih dilaksanakan Korps Menwa Indonesia (KMI) Kabupaten Karangasem dan Kota Denpasar beserta Manajemen Monumen Perjuangan Bangsal Minggu (20/3).
Kegiatan itu dirangkai dengan bhakti sosial bagikan masker di seputaran pura Besakih.
Ketua KMI Karangasem didampingi Ketua KMI Kota Denpasar IGA Ismadewi, kegiatan ini untuk meningkatkan Sradha Bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, memohon keselamatan serta kelancaran dalam melaksanakan swadharma. Kegiatan Tirta Yatra ini dilaksanakan untuk memupuk rasa kekeluargaan, keharmonisan diantara pengurus Korps Menwa
Menurut Jero Mangku Pura Pusering Jagat Dewa.Dharmawan, dalam lontar-ubi, Pura ini juga dikenal sebagai Pura Pusering Tasik atau pusatnya lautan. Penamaan itu akan mengingatkan masyarakat Hindu kepada cerita Adi Parwa yang mengisahkan perjuangan para dewa dengan asura dalam mencari Tirtha Amertha (air kehidupan) pada pemutaran Gunung Mandara atau Mandara Giri di tengah lautan Ksirarnawa.
Di pura ini terdapat arca-arca yang menunjukkan bahwa pura ini adalah tempat pemujaan Siwa seperti arca Ganesha (putra Siwa), Durga (sakti Siwa), juga arca-arca Bhairawa. Ada juga arca berbentuk kelamin laki-laki (purusa) dan perempuan (pradana). Dalam ajaran Hindu, Purusa dan Pradana ini adalah ciptaan Tuhan yang pertama. Purusa adalah benih-benih kejiwaan, sedangkan Pradana benih-benih kebendaan. Pertemuan Purusa dan Pradana inilah melahirkan kehidupan dan harmoni.
Di pura ini juga terdapat peninggalan kuno berbentuk bejana yang disebut Sangku Sudamala yang melambangkan limpahan air suci untuk kehidupan. Di dalam sangku sudamala ini terdapat gambar yang menandakan angka tahun Saka 1251.
Usai Persembahyangan di Pura Pusering Jagat diserahkan secara simbolis Dupa dan Masker dalam upaya ikut berpartisipasi dalam menerapkan Prokes bagi Pemedek.
Sebelum melanjutkan persembahyangan di Pura Agung Besakih, dilaksanakan kegiatan bagi bagi Masker kepada para pedagang di areal Pura Besakih.
Upacara Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem dimulai sejak 18 Februari 2022 lalu , Rahina Sukra Kliwon Bala.
Untuk tawur tabuh gentuh digelar 2 Maret, dan puncak Ida Bhatara Turun Kabeh 17 Maret. "Nyejer dilaksanakan akan selama 21 hari.
Sebuah prasasti mengatakan Pura Besakih dibangun pada tahun 1284 oleh Rsi Markandeya dan para pengikutnya. Tapi ada juga sebagian dari para ahli sejarah yang yakin kalo cikal bakal Pura Besakih sudah dibangun sejak tahun 163 Masehi, jauh sebelum Candi Borobudur dan Candi Prambanan didirikan oleh Kerajaan Mataram Hindu.
Tirtayasa se hari ini hadir Ketua Pelaksanaan MPB Bagus Ngurah Rai yang juga Ketua Korps Menwa Indonesia Prov Bali dan Pemimpin Redaksi Atnews beserta staf. (GAB/MIK/001)