Jakarta (Atnews) - Anggota DPR RI Komisi VIII I Komang Koheri SE menyambut baik dan memberikan apresiasi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) yang menggemakan konsep Vasudhaiva Kutumbakam, kita adalah bersaudara.
Perayaan puncak acara HUT Ke-70 MGPSSR dihadiri jajaran Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua MGPSSR Pusat Wayan Wita, Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama, anggota DPD RI Perwakilan Bali Made Mangku Pastika, Arya Wedakarna, Ketua PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya, Ketua MGPSSR Bali yang juga Bupati Badung, Bupati/Walikota se-Bali dan Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa Art Center Denpasar, Minggu (17/4).
Konsep Vasudhaiva Kutumbakam selaras dengan Bhineka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi satu jua) merupakan semboyan negara Indonesia sebagai dasar untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan Indonesia.
Bhineka Tunggal Ika merupakan bagian dari empat konsensus kebangsaan yang terus digaungkan oleh anggota MPR kepada seluruh komponen bangsa.
Semboyan tersebut berasal dari buku atau kitab sutasoma karangan Mpu Tantular / Empu Tantular. Secara mendalam Bhineka Tunggal Ika memiliki makna walaupun di Indonesia terdapat banyak suku, agama, ras, kesenian, adat, bahasa, dan lain sebagainya namun tetap satu kesatuan yang sebangsa dan setanah air.
Dipersatukan dengan bendera, lagu kebangsaan, mata uang, bahasa dan lain-lain yang sama. Kata-kata Bhinneka Tunggal Ika juga terdapat pada lambang negara Republik Indonesia yaitu Burung Garuda Pancasila. Di kaki Burung Garuda Pancasila mencengkram sebuah pita yang bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika.
Dikatakan pula, bangsa Indonesia yang beranekaragaman tersebut bukanlah merupakan perbedaan yang bertentangan namun justru keanekaragaman itu bersatu dalam satu sintesa yang pada gilirannya justru memperkaya sifat dan makna persatuan bangsa dan negara Indonesia.
Dalam praktek tumbuh dan berkembangnya persatuan suatu bangsa (nasionalisme) terdapat dua aspek kekuasaan yang mempengaruhi yaitu kekuasaan pisik (lahir), atau disebut juga kekuasan material yang berupa kekerasan, paksaan dan kekuasaan idealis (batin) yang berupa nafsu psikis, ide-ide dan kepercayaan-kepercayaan.
Dengan demikian, MGPSSR yang menggaungkan Vasudhaiva Kutumbakam yang merupakan konsep luhur umat Hindu telah dikenal dunia dalam memperkuat keluarga, persahabatan, persaudaraan, perdamaian dunia.
Pemaknaan dan kesadaran itu patut ditumbuhkan umat Hindu, khususnya Warga MGPSSR dalam menumbuhkan cinta kasih dan harmonisasi baik manusia dengan Tuhan, sesama serta manusia dengan lingkungan atau sering dikenal dengan Tri Hita Karana.
Bahkan, Koheri memberikan apresiasi atas kehadiran Gubenur Bali dengan Ketua PHDI Wisnu Bawa Tenaya beserta tokoh-tokoh umat dalam acara itu dalam membangun penguatan Hindu dalam mendukung pembangunan bangsa menuju Indonesia emas 2045. Apalagi pemerintah telah mencanangkan moderasi beragama dan Tahun Toleransi 2022.
Sementara itu, Ketua MGPSSR Provinsi Bali yang juga Bupati Badung Nyoman Giri Prasta merasa bangga dengan perayaan HUT MGPSSR Ke-70, dengan tema Solid dan Tumbuh Dalam Pasemetonan Organisasi MGPSSR.
"Ini yang perlu selalu ditanamkan sesuai konsep Vasudhaiva Kutumbakam, kita adalah bersaudara termasuk dengan semua klan yang ada. Di hari jadi yang Ke-70 ini MGPSSR melakukan evaluasi dengan mulat sarira sehingga hal-hal yang baik akan kita dilestarikan dan yang tidak baik akan ditinggalkan," demikian ditegaskan Giri Prasta saat menghadiri perayaan HUT Ke-70 MGPSSR.
Untuk itu Giri Prasta mengajak semeton MGPSSR untuk bangkit bergerak berjuang bersama membangun Bali dengan selalu memegang teguh Trilogi Kepasekan, yaitu bakti ring kawitan, tindih ring bhisama dan guyub ring semeton. Pihaknya juga menyebut sudah menjalankan program kerja dengan melakukan pendataan terhadap sulinggih, pemangku dadia dan jumlah semeton di 57 kecamatan di Bali, dan sudah terbentuk juga Sabha Pandita, Sabha Walaka dan Sabha Yowana secara lengkap.
"Bahkan saat ini MGPSSR sudah bergerak di sisi ekonomi, seperti yang dilakukan semeton Pasek di Bangli yang sudah memiliki BLK yang digerakkan semeton pasek yang menjabat sebagai DPR RI Ketut Kariyasa Adnyana," paparnya.
Sementara itu Gubernur Wayan Koster dalam sambutannya merasa bangga karena telah di undang dalam perayaan HUT Ke-70 MGPSSR, mengingat semeton pasek selama ini telah ikut andil dalam pembangunan di Provinsi Bali.
“Terkait HUT Ke-70 MGPSSR kita fasilitasi sepenuhnya sebagai wujud bhakti kita kepada semeton pasek," ucapnya.
Sedangkan, Ketua MGPSSR Pusat Wayan Wita mengungkapkan, saat ini sudah ada 13 Provinsi di Indonesia yang memiliki Maha Gotra Pasek. Dikatakan pada waktu yang lalu Menteri Agama RI sempat berpesan kalau nanti 2024 sudah 80% Provinsi di Indonesia memiliki Maha Gotra maka pelaksanaan Maha Sabha Pasek akan mengundang Presiden. Untuk itu, pihaknya mengajak semeton pasek di luar Bali untuk semangat membentuk Maha Gotra. "ini juga sebagai momentum untuk mewujudkan organisasi yang modern di era 4.0," pungkasnya. (GAB/ART/001)