Banner Bawah

LNG Sidakarya Siapkan Infrastruktur Kebutuhan Listrik Topang Energi Bersih Bali

Admin - atnews

2022-06-04
Bagikan :
Dokumentasi dari - LNG Sidakarya Siapkan Infrastruktur Kebutuhan Listrik Topang Energi Bersih Bali
Slider 1

Denpasar (Atnews) - Pulau Dewata memerlukan Terminal Liquifiied Natural Gas (LNG) Sidakarya dalam menyiapkan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan listrik, energi bersih bagi masyarakat.

Terminal itu diperlukan dalam menyiapkan LNG untuk keperluan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Pesanggaran. Upaya itu dalam memastikan ada pasokan LNG stabil yang didukung infrastriktur yang memadai. 

Hal itu diperlukan dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan Bali yang madiri dan energi bersih. Dismping PLN tetap melakukan integrasi sistem tenaga listrik Jawa-Bali sebagai sistem interkoneksi kelistrikan terbesar di Indonesia.

Untuk itu, kehadiran rencana pembangunan Terminal LNG Sidakarya untuk tranformasi energi yang akan dibangun di blok khusus kawasan Tahura I Gusti Ngurah Rai. Diharapkan mampu menjadi solusi energi bersih bagi Bali. 

Bahkan terminal LNG Sidakarya akan mendatangkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Bali dengan income sekitar Rp30 miliar perbulan. Upaya itu dapat meningkatkan PAD Bali sekaligus penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan. 

LNG merupakan tranformasi baru untuk pemerintah daerah untuk mewujudkan Bali Clean and Green untuk mendukung pariwisata hijau (green tourism) yang sejalan dengan agenda utama pembahasan KTT G20 pada November mendatang. 

Oleh karena, Bali ditunjuk sebagai tuan rumah Presidensi KTT G20 dengan tema Recover Together Recover Stronger, yang akan dilaksanakan di Bali.

Dengan topik utama yang diangkat: 1. Sistem Kesehatan Dunia, 2. Transformasi Ekonomi dan Digital, dan 3. Transisi Energi. Ketiga topik tersebut membuat Pemerintah Provinsi Bali lebih fokus dan terarah dalam memulihkan perekonomian Bali melalui Penyusunan Ekonomi Kerthi Bali, khususnya pada Transisi Energi.

Dimana usaha itu akan milik Perusahaan Daerah (Perusda) Pemerintah Provinsi Bali melalui PT. Dewata Energy Bersih (DEB) menggandeng PT. PLN (Persero) selaku perusahaan BUMN melalui anak perusahaanya PLN GG (PT. PLN Gas dan Geothermal) berencana membangun LNG. 

Sementara itu, Kabid Energi Sumber Daya Minera (ESDM) Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan ST., M.Si., menegaskan Bali sudah waktunya memerlukan kehadiran Terminal LNG dengan infrastruktur yang memadai, jika dilihat puncak pemakian listrik hampir mencapai 1000 Mega Watt (MW) pada masa sebelum pandemi (2019).

Meskipun pada masa pandemi alami penurunan, tetapi trend keperluan semakin meningkat pasca pandemi seiring pemulihan ekonomi nasional (PEN) maupun menyukseskan Program Net Zero Emissions (NZE).

Program itu menjadi istilah yang populer setelah diadakannya Paris Climate Agreement pada tahun 2015. Program tersebut bertujuan untuk menekan pencemaran lingkungan yang berpotensi mengakibatkan terjadinya pemanasan global.

Oleh karena itu, dari sisi pembangkitan saat ini yang ada di Celukan Bawang dengan berbahan bakar batu bara yang besarannya mencapai 380 MW kemudian ada Saluran Kabel Tegangan Laut (SKTL) berdaya 340 MW, kemudian pembangkit di Pesanggaran sudah menggunakan bahan bakar gas LNG dan BBM yang menyuplai kebutuhan listrik di Bali, ditambah lagi dengan pembangkit di Gilimanuk dan Pemaron berbahan bakar BBM, tetapi dengan kondisi yang sekarang gunakan BBM tidak dijalankan.

Saat ini yang jalan hanya pembangkit berbahan bakar batu bara dan gas. Sehingga untuk meningkatkan pasokan listrik dan menjadikan Bali mandiri energi, Untuk itulah pihaknya yang mempunyai power plan bertenaga kapasitas besar.

"Untuk penambahan energi di Bali harus yang clean yang sesuai dengan regulasi dan arah kebijakan Pemprov Bali yang tidak lagi menggunakan pembangkit berbahan batu bara maupun BBM hanya menggunakan gas bumi. Artinya akan ada transisi energi, sementara menuju transisi EBT (Eneegi Baru Terbarukan, red) menuju ke EBT gas alam menjadi pondasi yang paling andal," kata Gus Setiawan di Denpasar, Sabtu (4/6).

Hal itu sebagai impelementasi dari Peraturan Gubernur No. 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih. Maka dari itu, penggunaan LNG menjadi prioritas dalam mendukung penyediaan kehandalan listrik di Bali.

Diakui Gus Setiawan, untuk gas alam sendiri Bali memang tidak memiliki, maka diperlukan terminal LNG yang memadai. 

Apalagi pembakitnya sudah ada dari relokasi. Untuk itu, kini memerlukan terminal penerima untuk bisa masuknya gas dari luar agar bisa dimanfaatkan sebagai sumber bahan pembangkit PLTG di Bali.

Hal itu berguna sebagai keandalan kelistrikan, proyeksinya dengan adanya G20 dan kedepannya berharap kondisi Bali kembali pulih, dan pastinya beban puncak pemakian listrik hampir mencapai 1000 MW, hal inilah yang harus bisa dipersiapkan.

"Kondisi Bali saat yang sedang transisi energi baru terbarukan sangat memerlukan energi LNG, walaupun memang Bali mempunyai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) tetapi hal tersebut kurang optimal sebab hanya membantu produksi energi pada siang hari saja," jelasnya.

Gus Setiawan melanjutkan, dengan adanya LNG Bali mempunyai keandalan listrik dan tidak lagi tergantung energi dari luar, dan sudah pasti perlu memerankan peran daerah untuk berperan serta dalam pengelolaan energi sebab akan ada income dari daerah melalui badan usahanya. 

Seperti contohnya di Riau yang mempunyai sumber energi yang memberikan dana bagi hasilnya ke daerah. "Kalau saya lihat adanya LNG ke Bali bisa menambah PAD, dan dari PAD nanti bisa mengijection ke yang lain. Jadi ketika ada LNG sudah pasti memerlukan terminal infrastruktur penerima LNG, nah disinilah perlu peran pemerintah serta steakholder yang terkait. Kalau tidak bisa ya sudah pasti Bali hanya menjadi penonton saja," ungkapnya.

Kehadiran terminal LNG Sidakarya akan mendatangkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Bali dengan income sekitar Rp30 miliar perbulan. (ART/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Turis Tiongkok Berkurang ke Bali pada Imlek 2019

Terpopuler

Beri Taklimat Kepada  Komandan Satuan TNI, Presiden Prabowo Kobarkan Semangat Juang dan Soliditas

Beri Taklimat Kepada  Komandan Satuan TNI, Presiden Prabowo Kobarkan Semangat Juang dan Soliditas

Gubernur Wayan Koster Ajak Semua Pihak Cintai Produk Lokal

Gubernur Wayan Koster Ajak Semua Pihak Cintai Produk Lokal

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Polda Bali Amankan Jalan Santai May Day di Renon, Perayaan Berlangsung Damai

Polda Bali Amankan Jalan Santai May Day di Renon, Perayaan Berlangsung Damai

Amankan May Day, Polda Bali Kerahkan 1.880 Personel dan Perkuat Patroli Humanis

Amankan May Day, Polda Bali Kerahkan 1.880 Personel dan Perkuat Patroli Humanis

Gubernur Koster Salut, Peringatan May Day Begitu Edukatif, Rekreatif, dan Menyentuh Sisi Sosial

Gubernur Koster Salut, Peringatan May Day Begitu Edukatif, Rekreatif, dan Menyentuh Sisi Sosial