Oleh Jro Gde Sudibya
Sebagaimana diberitakan di medsos Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo meninggal hari ini, Jumat, 1 Juli 2022.
Rencananya akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kali Bata Jakarta.
Mas Tjahjo, demikian biasanya beliau dipanggil oleh teman-teman dekatnya, dapat mengingatkan kita akan sosok Tjahjo Kumolo, dengan sejumlah cirinya yang menonjol, menyebut beberapa.
Pertama, politik adalah pilihan profesi, karier dan panggilan pengabdian kehidupan yang mesti direncanakan sejak muda. Kedua, penampilannya yang tenang, tidak meledak-meledak dan cendrung menghindari publikasi berlebihan, dan prilaku politik yang tidak ngoyo, tidak kemaruk dengan harta dan kekuasaan, dapat mengingatkan Kita akan laku teosofi Jawa, yang dilakoni oleh banyak pejuang kemerdekaan di zaman pergerakan. Ketiga, sikapnya yang ngemong terutama bagi kalangan politisi muda, adalah bentuk kepedulian dari Mas Tjahjo akan arti penting pendidikan politik dan kaderisasi dalam komunitas politik.
Keteladanan yang ditinggalkan Mas Tjahjo kepada politisi muda dan atau mereka yang akan memilih politik sebagai profesi dan panggilan kehidupan: rencanakan karier politik dengan matang sejak dini dan siapkan mental dalam "belantara" politik yang sering tidak mudah tetapi sekaligus menantang. Rawat kerendahan hati dan sikap sederhana dalam kehidupan, yang merupakan basis dari etika dan moralitas berpolitik.
Lakoni perbedaan pendapat dan bahkan pertentangan kepentingan, dengan ketenangan, kesabaran dan bahkan suka cita.
Selamat jalan Mas Tjahjo, semoga laku panjenengan selama di dunia maya ini dapat memberi inspirasi bagi para politisi muda di tengah perjuangan bangsanya yang semakin tidak ringan.
*) Jro Gde Sudibya, anggota Badan Pekerja MPR RI, 1999 - 2004.