Gianyar (Atnews) - Pandemi Covid-19 mendorong semua orang untuk tidak lagi beraktivitas secara konvensional. Pembatasan pertemuan, pembatasan aktivitas berkerumun menjadi pemicu perlu adanya inovasi dengan pemanfaatan teknologi.
Kebiasaan-kebiasaan lama seperti berbelanja secara langsung kian berubah dengan adanya platform berbelanja online atau yang dikenal dengan e-commerce. Dengan adanya e-commerce masyarakat akan dengan mudah mencari produk/jasa yang mereka inginkan tanpa perlu keluar rumah.
Dalam pengembangan UMKM, sosial media memiliki peran penting dalam mempromosikan usaha. Di samping itu, pengelola dapat meningkatkan perkembangan bisnisnya dengan model B2B (Business to Business) dengan memanfaatkan platform e-commerce (online) yang disertai dengan beragam pilihan aplikasi.
Di balik pesatnya teknologi dan aktifnya pengguna sosial media, masih terdapat beberapa UMKM yang tidak dapat mengembangkan usahanya dikarenakan belum memanfaatkan sosial media dengan baik. Salah satunya adalah kelompok pengusaha babi guling di Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar. Desa melinggih merupakan salah satu desa di Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar yang memiliki berbagai potensi desa menarik yang dapat dijadikan sebagai tempat wisata kuliner, namun belum dimanfaatkan dengan maksimal.
Melihat hal tersebut, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Warmadewa yang diketuai Made Sani Damayanthi Muliawan,S.S., M.Hum mengadakan pendampingan pemasaran produk berbasis online bagi kelompok pengusaha babi guling di Desa Melinggih, Payangan. Sani sebagai ketua tim PKM memaparkan kelompok pengusaha babi guling di Desa Melinggih ini memiliki peluang besar apabila dapat mengiklankan produknya dengan baik. Dengan program ini, diharapkan mitra dapat mengembangkan usahanya sehingga dapat menambah income dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Selaku Perbekel Desa Melinggih,I Made Diptayana, A.Md memaparkan bahwa program pendampingan kepada pengusaha babi guling yang ada di desanya sangat bermanfaat bagi pengusaha itu sendiri maupun bagi desa melinggih. Hal ini dikarenakan pendampingan pemasaran produk berbasis online ini juga mendukung program desa melinggih menuju desa digital.
Diharapkan setelah program ini berjalan para pengusaha sudah bisa menggunakan sosial media untuk memasarkan dagangannya sehingga omset yang didapat meningkat. (Z/ART/001)