Denpasar (Atnews) - Duta Orchid Garden dibuka sebagai sarana edukasi Anggrek yang ditata rapi seluas satu hektaran di Jalan Bypass Ngurah Rai Nomor 21x, Tohpati, Denpasar.
Ada sekitar 300 jenis anggrek yang menjadi koleksi dari taman tersebut dari berbagai daerah sekitar 30 persen dari Bali, 20 persen dari daerah lain baik Sumatra dan Papua serta 50 persen Anggrek Hibrida dari Thailand maupun Amerika Latin.
Pada tempat tersebut, Anggrek diupayakan hidup alami sesuai karakter asalnya. Anggrek ada ditanam ditanah cocok sebagai pagar. "Ada pula bisa ditanam pada kayu jepun yang sudah tua dan mati, dan akar kadaka, maupun pohon yang hidup," kata Srilaba, Senin (11/7).
Anggrek semakin indah ketika sudah berbunga. Menurutnya, pihaknya merasa menikmati proses perkembangan anggrek mulai bibit hingga berbunga.
Perawatan Anggrek itu beragam ada yang memerlukan cahaya matahari 100 persen, 50 persen hingga 30 persen. Pengetahuan itu memang perlu diketahui agar bisa merawat jenis Anggrek dengan baik - baik.
Inovasi dan kreasi dengan Anggrek memberikan pengalaman yang mengesankan. Penataan Anggreknya sungguh menarik dan indah dengan beragam jenisnya.
Selain bisa dikunjungi, Anggrek tersebut juga bisa dijual dengan harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Owner Duta Orchid Garden Ni Wayan Srilaba mengatakan, anggrek-anggrek tersebut dapatkan dari berbagai daerah. Perawatannya di kebunnya baik di Karangasem dan Plaga.
Pengunjung untuk mengetahui edukasi jenis anggrek serta cara merawatnya cukup membayar Rp60 ribu bagi wisatawan domestik dan Rp100 ribu bagi wisatawan mancanegara.
Wisatawan sudah mulai berdatangan baik domestik dan mancanegara. Duta Orchid Garden sudah mulai berjalan mulai 2019 tidak bisa dikunjungi. Namun kini banyak digunakan untuk reuni, ulang tahun, gathering maupun character building.
Diungkapkan, pengunjung bisa mendapatkan inspirasi bagaimana cara menata anggrek di rumah, villa maupun di hotel dengan berbagai varian anggrek yang ada.
Sejumlah pengunjung memang mengakui dapat inspirasi tersebut. Biasanya wisatawan asing banyak datang dari Denmark, Rusia, Jerman dan Australia.
Masyarakat juga semakin banyak yang menggemari merawat Anggrek maupun muncul usaha-usaha yang kembangkan Anggrek, hal itu menjadi kebanggaan tersendiri.
Dirinya pun dipercaya sebagai Ketua Pelaksana Harian DPD Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Bali, dibawah kepemimpinan Ibu Putri Suastini Koster, Dewan Pengurus Daerah PAI Provinsi Bali Periode 2021-2026.
Organisasi tersebut untuk memperjuangkan dan menyalurkan aspirasi para pencinta anggrek di Indonesia.
Wadah organisasi pencinta anggrek yang bernama PAI yang didirikan pada tanggal 4 Nopember 1956 di Bandung. Perhimpunan ini berkedudukan dan berkantor Pusat di Ibu Kota Negara “Jakarta”.
Tujuan PAI adalah : Mengembangkan peranggrekan nasional, dan Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian anggrek Indonesia. P.A.I Bali juga Menjadikan wadah komunikasi para pencinta anggrek.
Hampir 66 tahun berdiri, baru di awal tahun 2022 kepengurusan PAI Provinsi Bali terbentuk. Resmi terbentuk pada tanggal 29 Mei 2021 di Denpasar.
Pengurus PAI Bali juga sudah membentuk Dewan Pengurus Cabang di masing-masing Kabupaten/Kota di Bali pada awal tahun 2022. (ART/001)