Denpasar (Atnews) - Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan karakteristik tersendiri yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan kesehatan, kemajuan teknologi, dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang harus tetap mampu meningkatkan layanan bermutu dan terjangkau oleh masyarakat agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
Rumah Sakit BaliMéd Denpasar sebagai salah satu Rumah Sakit Rujukan melakukan pengembangan-pemekaran, seperti yang disampaikan Komisaris Utama PT BDM (Bali Dharma Medistra), dr. Putu Gde Wardhiana, SpOG(K) saat acara prayascita gedung baru 13 Juli 2022 (purnama kasa) sebagai wujud tanggungjawab sosial dan kesehatan bagi masyarakat.
Sebelumnya, saat Rapat Umum Pemegang Saham PT BDM awal Juni lalu Direktur Utama dr. I Made Kompiang Gautama, SpA menekankan unggulan RS BaliMéd secara bertahap pengembangan layanan geriatri, bayi tabung, trauma center, bedah saraf dan spine.
"Saat ini RS BaliMéd telah memiliki MRI 1.5 Tesla sebagai penguat kualitas sarana penunjang untuk mempermudah dan memberi kenyamanan pasien", ungkap Direktur dr. Ni Nyoman Mulyani, MM. MRI (magnetic resonance imaging) adalah alat pemeriksaan radiologi diagnostik mutakhir dan canggih menggunakan gelombang resonansi magnet, gelombang frekuensi radio, dan komputer untuk memeriksa dan mendeteksi tubuh serta menghasilkan gambar struktur tubuh manusia secara akurat.
Bahwa setiap kegiatan dalam upaya untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan setinggi-tingginya dilaksanakan berdasarkan prinsip nondiskriminatif, partisipatif, dan berkelanjutan dalam rangka pembentukan sumber daya manusia Indonesia, serta peningkatan daya tahan daya saing bangsa bagi pembangunan nasional.
Dalam usia 14 tahun RS BaliMéd telah mengembangkan sayap ke kabupaten Buleleng, Jembrana, Karangasem dan Klinik seputaran kabupaten Badung, tidak terlepas dari semangat profesionalisme, kebersamaan, dan kekeluargaan.
"Penguatan kuantitas dan kualitas sarana-prasarana (kamar operasi, poliklinik, alat medis canggih, ICU, ICCU, PICU, dan sebagainya) melalui langkah inovatif-produktif, merupakan upaya strategis membangun kolaborasi di bidang kesehatan", pungkas Wardhiana. (z/ARH/001)