Pariwisata Berkelanjutan Jadi Tren Baru Pengembangan Sektor Parekraf Indonesia
Banner Bawah

Pariwisata Berkelanjutan Jadi Tren Baru Pengembangan Sektor Parekraf Indonesia

Admin - atnews

2022-11-14
Bagikan :
Dokumentasi dari - Pariwisata Berkelanjutan Jadi Tren Baru Pengembangan Sektor Parekraf Indonesia
Slider 1
Badung (Atnews) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan pariwisata berkelanjutan menjadi tren terbaru dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dunia di Indonesia.

Dalam Tri Hita Karana Forum di Bali Nusa Dua Convention Center, Minggu (13/11/2022), Menparekraf Sandiaga mengatakan pengembangan pariwisata berkelanjutan selaras dengan falsafah hidup masyarakat Bali yaitu "Tri Hita Karana" yang merupakan konsep dan ajaran dalam agama Hindu tentang tiga subsistem utama yaitu Parhyangan, Pawongan, dan Palemahan. 

Parhyangan merupakan hubungan manusia dengan Tuhan yang dapat diartikan sama dengan pola pikir/konsep/nilai. Pawongan yang artinya hubungan manusia dengan sesamanya sebagai elemen sosial. Kemudian, Palemahan yaitu hubungan manusia dengan alam sekitar sama dengan elemen artefak.

Ajaran ini juga menitikberatkan pada upaya bagi sesama agar bisa hidup berdampingan, saling bertegur sapa satu dengan yang lain, tidak ada riak-riak kebencian, penuh toleransi, dan penuh rasa damai.

"Kami melihat sustainable tourism ini adalah suatu tren pariwisata yang sekarang tidak terhentikan dan tidak tergantikan. Karena sustainable tourism membuka peluang kita untuk lebih melestarikan lingkungan, juga meminjam istilah dari Felipe Calderon adalah make money while you preserve the environment," kata Sandiaga.

Menparekraf Sandiaga mengatakan konsep pariwisata berkelanjutan ini telah diimplementasikan dalam upaya pengembangan potensi desa-desa wisata yang ada di Indonesia. "Kami akan terus mengembangkan destinasi-destinasi wisata yang ada di Indonesia dengan fokus pariwisata berkelanjutan dan berkualitas," katanya.

Salah satu upaya pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia, kata Sandiaga, adalah melalui penanaman bibit bakau melalui program carbon footprint offset. "Ini adalah contoh dari program pengembangan destinasi pintar dan berkelanjutan yang kami kembangkan, tidak hanya di Bali, tetapi juga di seluruh destinasi yang ada di Indonesia," kata Sandiaga.

Dalam kegiatan ini Sandiaga didampingi oleh Sesmenparekraf/Sestama Baparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani; Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Ni Made Ayu Marthini; Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf/Baparekraf, Syaifullah; dan Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, Gusti Ayu Dewi Hendriyani. 

Turut hadir pula Ketua Komite Pelaksana M20 Summit, Tantowi Yahya; dan mantan Presiden Meksiko periode 2006-2012, Felipe Calderón. (z/ART/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Kominfo Dukung Kolaborasi PGRI-Siberkreasi Perkuat Bahan Ajar Informatika

Terpopuler

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

ARUN Soroti Wacana Devisa Pariwisata Bali Rp176 Triliun, Gung De Pertanyakan Besaran PAD

ARUN Soroti Wacana Devisa Pariwisata Bali Rp176 Triliun, Gung De Pertanyakan Besaran PAD