Gianyar (Atnews) - Anggota DPD RI Made Mangku Pastika akan mempromosikan potensi anak - anak pelukis Sanggar Om Hara Kaliasha Painter Banjar Keliki Kawan Desa Kelusa, Payangan Gianyar.
Lukisan Banjar Keliki Kawan memiliki karater khas, perpaduan dari gaya lukisan Ubud, Batuan dan Young Artist" Penestanan. Ukuran kecil - kecil (miniatur) cocok untuk kamar atau rumah - rumah era sekarang.
Diyakini lukisan itu bisa lebih laku dipasaran. Hal terpenting saat ini, bagaimana jago marketing dan memberikan narasi lukisan tersebut.
Mangku Pastika mengharapkan, anak - anak pelukis tidak saja diajarkan melukis tetapi diberikan pengetahuan narasi lukisan tersebut. Ia punya pengalaman dan berbakat bernarasi karena sudah dilatih sejak dini. Mulai Sekolah Rakyat kelas 3 sudah bisa membaca cerita Ramayana buku yang tebal, bukan komik.
Kemampuan itu sering digunakan dalam memberikan penjelasan atau narasi dalam menerima kedatangan tamu - tamu kehormatan ke Bali atau Indonesia, khususnya menjelaskan seni lukis baik waktu menjabat sebagai Gubernur Bali maupun Kapolda.
Penjelasan itu dipraktekkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maupun Presiden Joko Widodo (Jokowi). Penjelasan itu yang akan dijelaskan kepada tamu - tamu kehormatan negara.
"Saya bangga ada tempat seperti ini untuk mendidika anak - anak melukis dari sejak dini dan menampung generasi muda yang berbakat. Saya akan bantu promosikan ke mancanegara, misalnya Jepang. Langkah itu agar tempat ini semakin terkenal, apalagi bisa dikunjungi oleh tokoh - tokoh penting lainnya," ujar Mangku Pastika ketika menghadiri undangan Sanggar Om Hara Kaliasha Painter di Gianyar, Senin (21/11).
Kegiatan itu sekaligus menyerap aspirasi rakyat dipandu Nyoman Baskara didampingi Staf Ahli DPD Bali Mangku Pastika, Ketut Ngastawa yang mengusung tema "Menumbuhkembangkan Kreativitas Seni Generasi Muda".
Diharapkan pula, seni lukis tersebut bisa menghidupi para seniman. Art for life bukan art of art. Pemikiran tersebut patut disosialisasikan agar kesenian Bali bisa berkelanjutan.
Selain itu, kesenian Bali memiliki taksu karena mereka berkesenian ditujukan untuk persembahan kepada Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sang Hyang Widhi Wasa).
Pada kesempatan itu, Mangku Pastika menerima lukisan wajah dirinya yang sedang memakai udeng. Bahkan dirinya membawa lukisan anak yang berbakat bernama Ngakan Putu Pratama yang akan dibantu dipromosikan.
Sementara itu, Pimpinan Sanggar Om Hara Kaliasha Painter Wayan Mardika menyambut baik kedatangan Mangku Pastika dalam mendukung pelestarian dan promosi lukisan Banjar Keliki Kawan.
Minat masyarakat, khususnya anak - anak muda kembali dibangkitkan dalam melestarikan seni lukisan tersebut.
Oleh karena, 99 persen masyarakat Banjar Keliki Kawan baik lelaki dan perempuan menekuni bidang tersebut pada tahun 1980-an.
Namun sejak tahun 1990-an hingga tahun 2008 terus alami penurunan. Apalagi dampak pandemi Covid -19 tentu memberikan tekanan cukup besar.
Dengan kondisi itu, pihaknya justru tumbuh semangat kembali ke kampung yang pernah bekerja keluar daerah dalam melestarikan lukisan khas Banjar Keliki Kawan.
Untuk itu, dalam memulai tentu tidak mudah. "Saya ajak dua orang anak - anak, kini terus semakin bertambah. Saya pun terus belajar dari orang tuanya I Nyoman Muliawan sekaligus sebagai maestronya," ujarnya.
Sedangkan, Muliawan mengaku lukisan model tersebut dalam pengerjaan cukup rumit butuh ketenangan dan kesabaran.
Harga dipasaran cukup bervariasi, tergantung besarannya mulai dari Rp500 ribu hingga jutaan. Bentuk lukisan tergantung pesanan, tetapi dirinya lebih senang melukis bertema "alam dan lingkungan", meksipun pengerjaan cukup rumit karena memerlukan imajinasi.
Kedatangan Mangku Pastika disambut baik oleh Kepala Kelusa Wayan Ardika dan Bendesa Adat. Mangku Pastika yang pernah menjabat Gubernur Bali dua periode (2008-2018) juga memberikan bingkisan sembako kepada masyarakat setempat. (ART/001)