Denpasar (Atnews) - Menua atau usia lanjut suatu keniscayaan, namun jangan mau menjadi pikun. Mengingat pikun itu salah satu penyakit yang sampai saat ini belum ada obatnya. Pikun memiliki dampak yang cukup luas, terhadap keluarga.
Hal ini dikatakan Center Manager Hovi Assisted Saba dr. Tania Setiadi dalam acara bincang-bincang santai bertempat di INTI Coffe Club Jln. Tantular Denpasar, Selasa, (29/11).
Acara bincang-bincang santai digagas Perhimpunan INTI Bali, Koperasi INTI Bali Makmur (IBM) dengan menampilkan 2 narasumber dr. Tania Setiadi dan dr. Teguh Wisesa dihadiri sebanyak 40 manula.
Sebelum kegiatan dimulai terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan kepada seluruh Lansia yang hadir.
Kegiatan ini dibuka Ketua Bidang Kesehatan INTI Bali Andoyo Tanujaya didampingi oleh Ketua Koperasi Pemasaran INTI Bali Makmur, Sudiarta Indrajaya.
Menurut dr. Tania Setiadi agar tidak pikun kesehatan otak perlu terus dijaga. Mengingat, otak memiliki banyak fungsi dan sangat penting.
Dan penyakit menjadi pikun itu sendiri salah satu menurunnya fungsi otak jika sudah memasuki usia di atas 65 tahun.
Di Bali sendiri kata dr. Tania jumlah lansianya termasuk cukup banyak setelah Yogyakarta. Setiap tahun jumlahnya akan terus semakin bertambah banyak.
Untuk itulah para lansia supaya tetap aktif melakukan aktifitas atau kegiatan lainnya yang bermanfaat untuk menjaga otak tetap sehat.
dr. Tania memberikan beberapa tip agar tidak cepat pikun yang disingkat dengan CERDIK. Yaitu sering-sering cek kesehatan. Enyahkan asap rokok, sering olahraga, diet, istirahat cukup dan kelola stres.
"Simulasi terus otak untuk berpikir supaya jangan cepat pikun, " ungkap dr. Tania.
Lebih jauh dr. Tania menjelaskan, Hovi home assisted mendukung aktivitas sehari-hari lansia agar memiliki kualitas hidup yg maksimal. Lansia sehat dan bahagia.
Disamping juga memberikan perawatan keperawatan serta rehabilitasi yg disesuaikan dengan kebutuhan layanan yg diberikan berupa layanan medis, layanan dukungan activitas outdoor serta manajemen keperawatan.
Sementara itu dr. Teguh Wisesa Center Manager Hovi Club Teuku Umar mengatakan, ada banyak faktor yang mempengaruhi sebagai penyebab dari pikun. Diantaranya diabetes, tekanan darah tinggi dll.
Menurut dr. Teguh dengan melakukan berbagai aktifitas sehari-hari akan dapat mengurangi resiko pikun.
Pihaknya sendiri di Hovi Club menyediakan berbagai aktifitas untuk lansia yang pikun. Mulai dari aktifitas jalan-jalan, berkebun, bertanam bunga, menanam sayur-sayuran, beternak, termasuk aktifitas bersosialisasi.
"Obat-obatan tidak bisa menyembuhkan dimensia (pikun) yang hanya mampu memperlambat saja. Namun jangan berkecil hati karena selalu ada yg dapat dilakukan," ucap dr. Teguh.
Ketua Bidang Kesehatan INTI Bali Andoyo Tanujaya mengatakan, kegiatan ini sangat penting guna membantu lansia agar tetap sehat, bahagia dan bermartabat.
Sementara itu, Ketua Koperasi Pemasaran INTI Bali Makmur (IBM), Sudiarta Indrajaya mengatakan sangat beruntung INTI Bali dan Koperasi IBM memiliki visi yang sama dan berkolaborasi dengan Hovi Club dalam upaya membantu masyarakat dibidang kesehatan maupun dibidang lainnya. (Mur/001).