Raina Buda Kliwon Matal Tujuh Hari Menyonsong Hari Raya Nyepi, Pikiran Dikuasai Ahamkara
Banner Bawah

Raina Buda Kliwon Matal Tujuh Hari Menyonsong Hari Raya Nyepi, Pikiran Dikuasai Ahamkara

Admin - atnews

2023-03-16
Bagikan :
Dokumentasi dari - Raina Buda Kliwon Matal Tujuh Hari Menyonsong Hari Raya Nyepi, Pikiran Dikuasai Ahamkara
Slider 1
Oleh Jro Gde Sudibya 
Svami Vivekananda dalam rangkaian ceramahnya di AS setelah menghadiri Konferensi Agama-Agama  Se Dunia di Chicago, September 1893, mengungkapkan kekuatan pikiran, the power of mind, yang tanpa batas, karena pikiran merupakan perpanjangan dari kekuatan Atman (Tuhan dalam diri), yang bisa menghasilkan karya-karya kemanusiaan yang bermakna. Svamiji menyebutnya sebagai Sat ( Ada, baca Tuhan), Cit ( pengetahuan tentang Tuhan) dan Ananda (samudra kebahagiaan). Maknanya, insan-insan manusia yang telah sampai pada kesadaran Tuhan akan mencapai samudra kebahagiaan, melalui karya-karya kemanusiaan yang melintasi zaman.

Tetapi faktanya dalam realitas ke seharian kita, mayoritas insan-insan manusia hampir totalitas pikirannya ditundukkan oleh keakuannya (ahamkara), untuk memenuhi keinginannya tanpa batas, yang menggambarkan keserakahan.
Pikirannya menjadi budak keinginannya, melahirkan prilaku tuna etika dan moral, melawan kepantasan dan juga hukum.

Pikiran yang ditundukkan oleh keakuan, tidak akan pernah puas, tamsilnya seluruh dunia dan isinya diberikan, kepuasan tidak kunjung datang.
Jika pikiran yang diperbudak oleh keinginan, terlebih-lebih keinginan kekuasaan dengan "dasa muka"nya, bisa lahir kebijakan yang berupa, politik menghalalkan semua cara, tidak lagi peduli dengan kepentingan umum.

Kawasan hutan dirambah, persawahan "diterjang" untuk.memuaskan libido kekuasaan.
Tempat-tempat suci diintervensi dengan nalar ekonomi pasar kapitalistik sekuler, meninabobokkan warga dengan janji- janji ilusi dan bisa terjebak menjadi delusi.
Pantas untuk dijadikan bahan perenungan, di tengah kaula muda sibuk menyiapkan pertunjukan ogoh-ogoh.

Sebuah perenungan yang barangkali tidak terlalu mudah bagi insan-insan manusia yang telah menjadi "budak" keakuannya, karena perenungan, kesenyapan dan keheningan tidak dapat memberikan  mereka pengakuan duniawi,untuk memuaskan egonya.

*) Jro Gde Sudibya, Ketua FPD (Forum Penyadaran Dharma), kelompok diskusi intelektual Hindu.

Baca Artikel Menarik Lainnya : KPU Bali Membuat Rancangan Pengungsi Berbasis Banjar

Terpopuler

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

ITDC Gandeng Masyarakat Benoa Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme untuk Pariwisata Berkelanjutan

ITDC Gandeng Masyarakat Benoa Kelola Sampah Organik Jadi Eco Enzyme untuk Pariwisata Berkelanjutan

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

KSE Universitas Udayana Tanam 200 Bibit Mangrove di Nusa Dua, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan

KSE Universitas Udayana Tanam 200 Bibit Mangrove di Nusa Dua, Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan

Inovasi Anggaran Ringankan APBD Buleleng, Penataan Titik Nol Singaraja Siap Jadi Ikon Baru Kota Bersejarah (Heritage)

Inovasi Anggaran Ringankan APBD Buleleng, Penataan Titik Nol Singaraja Siap Jadi Ikon Baru Kota Bersejarah (Heritage)

Pimpin Apel Hari Lahir Pancasila, Wabup Diar Ajak Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Penangkal Hoaks

Pimpin Apel Hari Lahir Pancasila, Wabup Diar Ajak Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Penangkal Hoaks