Gianyar (Atnews) - Wagub Bali Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) melepas jenazah alm. Prof. Dr. Ir. Wayan Windia,SU dari rumah duka yang beralamat di Jalan Lettu Nengah Duadji 1 Gang IV No. 4, Sukawati menuju Pura Dalem Gede Sukawati, Gianyar (11/4).
Penghormatan pun telah diberikan kepada alm. Prof. Dr. Ir. Wayan Windia karena sebagai Tokoh Subak dan peduli pertanian yang benar-benar cinta kepada Bali.
Jenazah dari rumah duka diusung menuju bade oleh Korps Menwa Ugraçena Bali bersama Pemuda Panca Marga (PPM) Provinsi Bali. Sebelumnya telah dilakukan prosesi "Nyiramin" yang dipimpin oleh Ida Pedanda Istri Laksmi Keniten yang berasal dari Griya Jeroan Batuan.
Saat Cok Ace tiba di rumah duka, dilakukan penyerahan Buku Memorial Alm. Prof Wayan Windia oleh Kasmen Korps Ugraçena Mumtazah Mardliyah, S.Ked. Buku tersebut diterbitkan oleh Tim Gabungan Media Siber Atnews yang didukung oleh Monumen Perjuangan Bangsal, dan Gugus Kebangsaan Provinsi Bali.
Wagub Cok Ace merasa sangat kehilangan salah satu putra terbaik Bali. "Sosok yang sangat cinta terhadap Bali melalui pemikiran dan partisipasi aktif dalam pembangunan Bali," ungkapnya.
Ia yang lebih aktif bergerak di bidang pariwisata seringkali bertukar pikiran dengan Prof Windia mengenai pelaksanaan pembangunan. Ia menyampaikan struktur perekonomian bali antara Pertanian dan Pariwisata harus saling bersinergi agar Pertanian maupun sektor lain dapat merasakan dampak perkembangan dari sektor Pariwisata.
Ahli pertanian Prof. Wayan Windia yang mendapat anugrah Sukseme Bali Award pada tanggal 18 Desember 2019.
Anugrah itu diberikan dalam acara Social and Charity Diner Suksme Bali, di Hotel Harris Jalan Sunset, Denpasar. Acara Sukseme Bali itu digelar oleh Paiketan Krama Bali (PKB), dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali, Cok Ace dan Istri Gubernur Bali, Ny Wayan Koster.
Windia mendapat anugrah itu dalam kategori bidang pertanian. Mungkin karena Windia secara terus menerus memperjuangkan sistem subak di Bali agar tetap abadi dan lestari. Windia mendapat anugrah bersama-sama dengan 11 orang tokoh lainnya dalam berbagai bidang.
Alm. Prof Windia semasa hidupnya aktif mengungkapkan bahwa Pertanian identik dengan subak. Kalau pertanian di Bali habis dan hancur, maka subak di Bali juga akan hancur. Kalau subak di Bali hancur, maka kebudayaan Bali juga akan ikut hancur.
Budaya Bali adalah landasan yang kokoh dari aktivitas pariwisata Bali. Kalau budaya Bali hancur, maka jangan harap pariwisata Bali bisa berkembang dengan baik.
Windia mengingatkan bahwa sektor pariwisata Bali saat ini mendapat cobaan dan goncangan. Apalagi pasca pandemi Covid-19, pelanggaran yang dilakukan WNA di Bali, termasuk batalnya perhelatan event internasional yang pengaruhi kedatangan wisatawan ke Pulau Dewata.
Prof Windia dikenal dengan tokoh sederhana dan memegang teguh prinsip dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan diantaranya memperjuangkan agar budaya subak sebagai kebudayaan Bali tetap lestari. Prof Windia merupakan Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana yang menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISPOL) Wira Bhakti Denpasar dari Tahun 2020.
Pada masa akhir hidupnya, beliau masih aktif sebagai Ketua Dewan Harian Daerah (DHD) 45 Bali, Sekretaris Umum Monumen Perjuangan Bangsal (MPB), Ketua Dewan Redaksi Atnews, Koordinator Gugus Kebangsaan Provinsi Bali. Beliau pernah menjabat anggota DPR-RI dari Fraksi Golkar tahun 1977, Wakil Ketua PWI Bali, Dewan Pakar INTI Bali, termasuk pendiri INTI Bali dan INTI Klub Bali Sehat (IKBS) serta sederet jabatan lainnya.
Dari rumah duka menempuh jarak sekitar 3km menuju tempat kremasi diiringi oleh ratusan orang dari sanak keluarga, keluarga besar Monumen Perjuangan Bangsal, STISPOL Wira Bhakti, Yayasan Kebaktian Proklamasi, Gugus Kebangsaan Provinsi Bali, INTI Bali, Korps Menwa Ugraçena, Pemuda Panca Marga (PPM), LVRI Bali, Manajemen Atnews dan para handai tolan lainnya dari berbagai penjuru berbondong-bondong turut mengantarkan beliau ke peristirahatan terakhirnya.
Dikuburan dilaksanakan Apel Persada sebagai bentuk penghormatan terakhir terhadap figur yang sangat berjasa. Ketua PPM Provinsi Bali, Dr.Drs I Made Gede Putra Wijaya,SH,M.Si bertindak selaku inspektur upacara. Ketika Apel dilakukan pembacaan riwayat hidup singkat almarhum, Pembacaan Apel Persada, sambutan dari Inspektur Upacara dan sambutan dari perwakilan keluarga. Kemudian dilakukan peletakan karangan bunga di tempat kremasi oleh Inspektur upacara. Kemudian dilanjutkan Ketua MPB, dr. Bagus Ngurah Putu Arhana, Sp.A(K) dan putra sulung, Putu Gde Ariastita selaku perwakilan keluarga.
Ketua LVRI Bali, I Gusti Bagus Saputera merasa sangat terpukul dengan kepergian mendiang karena memiliki hubungan emosional yang sangat dekat, sudah seperti adik sendiri yang sering bercengkrama bersama, berdiskusi terkait dengan jiwa, semangat dan nilai-nilai 45 (JSN 45).
Pemerhati Sosial Politik Indonesia, Putu Suasta yang merupakan Alumnus UGM dan Cornell University merasa terkejut dan sedih sekali mendengar kabar seorang sahabat lawas Prof Dr Ir Wayan Windia berpulang. "Dia adalah seorang yang cerdas sekali dan sangat kritis, dan penuh pengalaman melihat berbagai persoalan," ungkapnya.
Ia menjelaskan Prof Windia adalah pribadi yang sangat hangat ramah, rendah hati dan menyenangkan, dia bergaul dengan banyak orang yang berbeda latar belakang, majemuk dari berbagai aliran politik dan profesi, sehingga kaya perspektif. Sebagai seorang penulis dan sebagai seorang wartawan tulisannya tersebar di berbagai media terutama tentang pertanian dan ketahanan pangan, sangat tajam sekali dan penuh-penuh analisa sarat data ilmiah dan analitis dan selalu beri solusi sehingga dengan gampang dan sangat mudah sekali untuk bisa dimengerti.
Menurut Sudiarta Indrajaya, keluarga besar INTI dan IKBS Bali Bali Prof Windia adalah orang tua kami yang sangat dihormati dan banggakan. Prof windia juga adalah Guru, Contoh Suri Tauladan yang selalu mengajarkan dan mengingatkan kami anak anaknya untuk selalu ingat akan pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa, semangat perjuangan, rasa cinta tanah air dan bagaimana pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menjaga kelestarian alam dimana kita diberikan keberlimpahan udara yang segar, air yang bersih, makanan yg sehat dengan keindahan subak dan alam budaya Bali nan adiluhung, sebuah cermin sikap hidup yang nasionalis, patriotis dan idealis.
Disamping itu, Putra Alm. Prof Windia, Putu Gde Ariastita mengharapkan agar hal-hal positif ayahnya bisa dilanjutkan. Sekaligus pihaknya meminta maaf apabila ada yang kurang berkenan yang dilakukan oleh ayahnya sesama aktif berkegiatan. Tak lupa, pihaknya mengucapakan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung acara dan perjuangan Alm. Prof. Windia.
Sebagai penutup, Ketua PPM Bali, Putra Wijaya didampingi Gung Rai Riawati mengatakan akan menyelenggarakan Doa Bersama untuk mendiang yang akan dilakukan dalam serangkaian HUT PPM Bali pada 27 April 2023 mendatang di Monumen Perjuangan Bangsal Markas Perjuangan Rahasia Bawah Tanah.
Pada kesempatan itu, banyak tokoh-tokoh yang hadir termasuk memberikan ucapan belasungkawa baik melalui kiriman karangan bunga, media sosial mauapun datang ke rumah duka.
Acara itu dihadiri pula oleh Ketua Umum MPB dr. Bagus Ngurah Putu Arhana,Sp.A(K), Putu Suasta, Keluarga Besar STISPOL Wira Bhakti Denpasar, INTI Bali, Gugus Kebangsaan Provinsi Bali, Direktur Utama Atnews Wayan Artaya, Prof. Dr. Ir. Nyoman Sucipta yang merupakan sesama anak veteran, Alumni FP Unud dan PWI.
Sebelumnya juga, tokoh-tokoh yang hadir ke rumah duka yakni Anggota DPD RI Made Mangku Pastika yang juga Gubernur Bali dua periode 2008-2018, Ketua PWI Bali, Ketua Golkar Bali Sugawa Korry, Paiketan Krama Bali, Jero Wacik yang merupakan sahabat Alm. Prof. Windia semasa kanak-kanak yang juga Menteri ESDM periode 2011-2014. (GAB/Mum/001)