Tabanan (Atnews) - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Bali Made Mangku Pastika meminta pengusaha kuliner Betutu Panggang Biang Koripan 7 mengutamakan menjaga mutu.
Upaya itu agar pelanggan Betutu Panggang Biang Koripan 7 tidak kapok, citra rasa dan mutu itu begitu penting dipertahankan.
Selain kualitas, Mangku Pastika mengharapkan narasi dalam marketingnya dikuatkan. Kulinernya itu memiliki keistimewaan dipanggang dulu dengan sempurna dan dikasi asap. Selanjutnya diracik sedemikian rupa dengan bumbu yang dinilai memang pas dan enak.
"Pesan saya tetap jaga mutu dan sertakan narasi yang bagus," kata Mangku Pastika di Tabanan, Senin (8/5).
Hal itu disampaikan ketika menggelar Reses di Betutu Panggang Biang Koripan 7 di Kabupaten Tabanan. Pada kesematan itu, Mangku Pastika didampingi Tim Ahli Nyoman Baskara dan Ketut Ngastawa sempat mencoba langsung hidangan Betutu Panggang Biang Koripan 7.
Menu spesial itu dirintis oleh pasangan pengusaha muda Tabanan I Gusti Bagus Alit Arta Jonary Casanova dan Puput Henny Wahyurina setelah pulang kerja dari Kapal Pesiar.
"Rasa ayamnya memang beda. Saya ini juga penggemar kuliner ayam betutu bahkan saya rela mencari sampai di Gilimanuk," ungkap Mangku Pastika.
Disamping itu, pihaknya juga memuji SDM Betutu Panggang Biang Koripan 7 yang melibatkan anak-anak muda. Bahkan pembayaran sudah bisa menggunakan QRIS.
Sementara itu, Owner Betutu Panggang Biang Koripan 7 I Gusti Bagus Alit Arta Jonary Casanova mengaku bangga dikujungi Mangku Pastika sembari berkenan mencicipi menu kuliner yang dirintis sejak 2014.
Usaha itu dicoba setelah pulang dari kapal pesiar selama 10 tahun. Belajar membuat racikan menu dari orang tuanya juga pedagang masakan Bali babi guling, babi genyol dan sebagainya.
"Awalnya saya coba-coba, tanyak orang tua cara bikinnya. Tapi ketika dicoba kok enak. Baru coba buka dulu disini. Sekarang sudah ada tiga kabupaten yakni Tabanan, Badung, Gianyar dan Denpasar," ujarnya.
Usaha yang dibangun sudah melibatkan 68 pegawai. Hal itu diharapkan bisa mendorong peningkatan kesejahteraan dan membuka pelaung kerja. Setiap hari rata-rata menghabiskan 150 hingga 200 ekor daging ayam segar.
Sebelumnya, pihaknya sempat memiliki usaha penyewaan mobil bahkan hingga menjual loloh cemcem namun usahanya tidak berjalan mulus.
Selain itu, pihaknya juga melayani permintaan konsumen jika ada yang memesan bebek panggang atau betutu ayam kampung.
Oderan tinggi biasanya pada hari raya, khususnya ketika Tumpek Landep dan menjelang Hari Raya Nyepi. (gab/ART/001