Badung (Atnews) - Kolektor Kayu Gaharu Chandra Salim yang juga Pengusaha mengkoleksi ratusan item Gaharu langka lebih dari 10 tahun.
Kecintaan kepada gaharu begitu besar, berbagai varian Gaharu yang dimiliki mempunyai keunikan tersendiri. Kayu Gaharu dikoleksi karena bentuknya unik, terbuat dari alam dan campur tangan TuhanYang Maha Esa.
Biasanya bentuknya adanya satu-satunya, beda dengan barang antik yang dibuat dari campur tangan manusia.
Apabila ada gaharu yang dibudidayakan dinilai kurang menarik, lebih cocok digunakan untuk pengharum maupun bahan pembuatan dupa.
Menurutnya, Pohon Gaharu yang menghasilkan gaharu perlu proses alami bertahun - tahun setelah terjadi infeksi yang memerlukan waktu 10-20 tahun bahkan ratusan tahun baru menghasilkan bau wangi Gaharu ketika dibakar.
Gaharu itu banyak didatangkan dari Kalimatan dikoleksi di "Yunita Gaharu" Jln Arwana No. 17 Daerah Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali (08123943718) sudah dikunjungi dari berbagai negara yakni dominan dari Tiongkok, Eropa, Perancis termasuk dari Arab.
Dikatakan, pihaknya terima dari Arab, karena negara tersebut baru mengetahui Yunita Gaharu memiliki koleksi gaharu dari Kalimantan yang mempunyai kualitas terbaik di dunia. Disamping Kalimantan, ada pula daerah tanah air yang menghasilkan gaharu yakni Papua, Sumatera dan Jawa.
"Arab sekarang banyak datang dan membeli untuk bakar bhor agar harum, kesehatan dan mennetralisir energi yang lebih baik," ujar Chandra Halim kepada Atnews di Badung, Senin (19/6).
Ia juga Dewan Pembina DPP Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Dewan Pengawas & Tata Krama DPP ASITA mengaku tertarik Gaharu karena dikenal oleh orang Dayak Kalimantan sebagai Kayu Dewa karena memiliki manfaat begitu tinggi bagi kehidupan.
Menurutnya, semua kepercayaan (agama) memakai gaharu sebagai sarana untuk melakukan ritual.
Beragam ritual digunakan baik mulai kelahiran, maupun menjaga keseimbangan kehidupan, penolak Bala serta penyembuhan.
“Semua agama menggunakan gaharu baik Hindu, Budha, Kritiani (minyak gaharu), muslim (tasbih) termasuk orang Arab,” ujarnya.
Bahkan manfaat pengobatan dari jaman semasih kerajaan, gaharu sudah diriset oleh China. Dapat menolak bala dan menatralisir energi negatif.
Chandra Halim pun sampai ikut masuk hutan agar mendapatkan gaharu yang berkualitas. Untuk mendapatkan gaharu tidak mudah perlu masuk hutan berminggu-minggu atau 10-15 hari.
Perjuangan itu belum selesai, setelah diperoleh harus dilaporkan kepada KSDA. Gaharu tersebut dicek dahulu, bayar pajak. Selanjutnya baru bisa dikoleksi.
Untuk menambah daya tarik gaharu, pihaknya juga menambahkannya dengan ukiran. Ia mendatangkan khusus tukar ukir profesional.
Chandra Halim tidak berani pesan tukang ukir atau pemahat sembarangan. Dikhawatirkan bisa merusak gaharu yang sudah unik. "Memang perlu tukang ukir Kayu Gaharu yang paham betul tekstur kayu," ujarnya.
Dirinya memiliki satu gaharu yang berbentuk gunung. Gaharu itu yang menceritakan kehidupan alam semesta di gunung, dipenuhi bintang hutan dan keanekaragaman tumbuhan.
Nampak ada binatang kelinci, ular, maupun berubang. "Beruang melambangkan keuangan atau kesejahteraan," ujarnya.
Gaharu berbentuk gunung juga mengingatkan pada kisah Veda (Hindu) pemutaran Gunung Mandara Giri dalam mencari Tirta Amrita.
Apalagi Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki gunung yang masih aktif, termasuk Bali banyak terdapat gunung yakni Gunung Agung, Gunung Batur, Gunung Batukaru.
Gunung begitu disucikan oleh umat Hindu sehingga pelestarian tetap dijaga. Dirinya sudah memiliki dua variasi gaharu yang diukir berbentuk gunung. Ada satu lagi gaharu sudah berbentuk gunung yang belum dikuir.
Gunung Gaharu itu sudah banyak yang menawar, tetapi pihaknya belum dilepas (dijual) karena sebagai barang koleksi yang paling dicintai.
Bagi pengunjung Yunita Gaharu bisa membeli koleksinya yang ada label harganya saja.
Sementara itu, gaharu terbaik di Indonesia ada di Pulau Kalimantan, namun banyak diekspor.
Untuk itu, pihaknya mulai berminat (cinta) menyelamatkan dan memburu kayu gaharu yang sudah termasuk jenis langka.
“Saya suka bau gaharu, kalau yang asli baunya haru, sedikit kena matahari dan suhu badan akan menambah harum,” ujar Chandra yang pernah suka barang antik.
Namun keunikannya gaharu dibuat alam, bahkan ada berbentuk model komodo. Oleh karena bentukan dari alam maka memiliki energi dan vibrasi yang baik.
Selain berbentuk natural bentukan alam, koleksi kayu gaharu Chandra Salim ada yang telah diukir, sudah berbentuk patung, dibuat gelang gaharu yang bernilai jual tinggi, hingga dibuat tongkat untuk pedanda atau pendeta Hindu.
Upaya itu untuk menjaga bentuk unik gaharu agar tetap abadi. Maka dari itu, pihaknya hanya melayani bagi mereka yang memiliki minat yang serius dan paham kepada manfaat dan filosofi gaharu.
Beberapa koleksi kayu gaharunya sudah pernah ditawar hingga miliaran rupiah lebih per potong oleh pecinta kayu gaharu dari dalam dan luar negeri. Kediamannya bau harum khas kayu gaharu langsung tercium.
Kayu Gaharu yang ada di kediaman Chandra Salim terdiri dari tiga jenis yakni gaharu Valeria, Trinof, hingga jenis kayu gaharu Valensis yang memiliki kualitas paling tinggi.
Koleksi kayu gaharu milik Chandra Salim ada yang berbentuk utuh dan asli dari alam seperti saat didapat di tengah hutan.
Sedangkan kayu gaharu yang sudah dibentuk menjadi gelang, patung atau ukiran dengan berbagai tema.
Semuanya gaharu ada di lengkapi surat Izin SDN dari BKDSA, Chandra Salim aktif organisasi Pembina INTI Bali, Penasehat FBN-Bali (Forum BelaNegara Bali), Penasehat Himpunan Advokat Muda Indoneisa Bersatu (Hami) Bali dan pernah Ketua HPI Divisi Mandarin Bali DPP Asita Komite Tiongkok. (GAB/ART/001)