Banner Bawah

Panca Vritti: Mengendalikan Karakter Pikiran Dewa dan Pikiran Iblis

Admin - atnews

2023-06-30
Bagikan :
Dokumentasi dari - Panca Vritti: Mengendalikan Karakter Pikiran Dewa dan Pikiran Iblis
Slider 1

Oleh Jero Mangku Agung I Ketut Puspa Adnyana
Menurut Patanjali Yoga Sutra, Pikiran dibedakan menjadi dua, yaitu: pikiran yang baik (deva, aditya) dan pikiran yang buruk (iblis, ditya). Dua kekuatan ini saling mengimbangi dalam diri manusia. 

Bila dewa lebih dominan, iblis akan terus berupaya untuk menyeimbangkan, demikian sebaliknya. Tubuh atau badan adalah “kuruksetra” atau medan pertempuran dari kedua pengaruh ini. 

Hal ini terjadi karena pertemuan purusha (kama petak) dan pradana (kama bang) yang melahirkan janin berupa tubuh (darah dan daging) dari material panca mahabhuta dan kecendrungan sikap yang disebut Triguna. Dalam tubuh inilah terjadi pergolakan pikiran atau citta.

Karena tubuh tersusun dari meterial panca mahabhuta, maka perkembangannya tergantung apa yang masuk ke dalam tubuh sebagai asupan yang akan membentuk badan. Itulah sebabnya karakter setiap orang berbeda. Orang bersikap sesuai dengan apa yang dimakan. Kalaupun makanannya sama, pengaruh triguna akan menentukan sikap seseorang: tenang (satvika), agresif (rajasika) atau malas (tamasika). Seseorang yang tenang (satvika) pergolakan pikiran dewa dominan dan pikiran iblis tetap ada. Demikian seterusnya pada karakter rajasika dan tamasika. 

Karena demikian halnya gejolak pikiran, Yoga Sutra menjelaskan perlunya mengelola pikiran (citta). Intinya adalah bagaimana cara mengelola pikiran. Para orang suci dan bijak menasehati agar setiap orang mampu berkonsentrasi, pikiran yang terpusat. Aktivitas ini disebut yoga: menyelarasakan tubuh dengan pikiran. Pikiran yang terpusat dalam tingkatan tertinggi disebut samadih. 

Ada lima modifikasi pikiran yang harus dikenali, sebagaimana sloka Patanjali Yoga Sutra, pada bagian Samadhipadha. I.6:
Pramanna viparyaya vikalpa nidra smritayah”, artinya: pramana, viparyaya, vikalpa, nidra dan smriti.
Lima jenis modifikasi pikiran ini disebut Panca Vritti. Dengan mengenali kelima jenis modifikasi pikiran ini seseorang akan lebih mudah mengarahkan pikirannya pada karakter Satvika (manogunasatva). Karakter satvika adalah akibat dari kemampuan untuk modifikasdi pikiran Smriti. 

Orang yang telah mencapai Satvika akan lebih mudah mencapai Samadhi.
Untuk mencapai karakter Satvika, kembali perlu memahami panca mahabhuta, yaitu lima jenis material yang akan membentuk tubuh. Yang berasal dari makanan/asupan yang dokonsumsi oleh seseorang. Dalam belajar yoga disertai dengan epmahaman tentang upavasa yang merupakan bagian dari Tapasya, pengendalian panca indriya.  

Memilih makanan yang cocok bagi tubuh, akan membawa pada kedamaian (Satvika, Smriti), yang berpengaruh pada dominasi bagian triguna. Karena itu Bhagawad Gita mengajrkan agar manusia tidak meninggalkan tiga hal dalam hidupnya: tapasya (disiplin pengandalian indriya), dhanam (bersikap dermawan) dan yajnanam (melakukan kurban suci). Semoga kita semua selalu damai dan bahagia. (*)

Baca Artikel Menarik Lainnya : ORI Bali Apresiasi Sikap Koster Memberantas Pemungutan Liar

Terpopuler

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

Wali Kota Denpasar Jaya Negara Hadiri Pemelaspasan Bale Kulkul Banjar Panti Gede, Pemecutan Kaja

Wali Kota Denpasar Jaya Negara Hadiri Pemelaspasan Bale Kulkul Banjar Panti Gede, Pemecutan Kaja