Banner Bawah

Pesta Arak Tradisi Bhairawa Paksa yang Telah Dihapus Dihidupkan Kembali, Kemunduran Besar dalam Peradaban Bali

Admin - atnews

2023-07-01
Bagikan :
Dokumentasi dari - Pesta Arak Tradisi Bhairawa Paksa yang Telah Dihapus Dihidupkan Kembali, Kemunduran Besar dalam Peradaban Bali
Slider 1

Oleh Jro Sudibya 
Menyimak tayangan di medsos, sejumlah anak muda sebut saja melakukan "pesta" minum arak dalam prosesi upakara pemakaman teman atau saudaranya. Dapat mengingatkan kita  akan "tradisi"  Bali lama, bagian dari Bhairawa Paksa di masa lalu. 

Paksa ini, aliran sistem keyakinan lama, merupakan salah satu dari Sad Paksa, yang disebutkan oleh sejarahwan Belanda Dr.R Gorris, yang menonjol ada: Bhiarawa, Waisnawa, Ciwa Paksa. Tiga paksa yang menonjol sebelum penataan kembali Bali oleh raja istri - suami Gunapriya Dharmapatni - Udayana Warmadewa, dengan bhagawantanya Mpu Kuturan Raja Kertha.

Telah terjadi kesepakan antara raja Gunapriya  Dharmapatni dengan para pemimpin desa (lazim disebut mekele gede), dengan pendekatan dan cara "keras", sisi kiri negatif dari upakara Bhairawa Paksa, "pesta" arak dan sejenisnya yang mengikuti upakara  paksa ini dihapus.

Karena menurut pandangan raja perempuan ini, sangat berbahaya bagi kehidupan masyarakat. 

Berdasarkan kesepakatan ini terbentuk sistem sosial Desa Pakraman dengan sistem keyakinan Nya TRI MURTHI, pemujaan Tuhan: Brahma, Wisnu, Ciwa, dengan sistem operasionalnya dirumus-terapkan oleh Mpu Kuturan, melakukan pendekatan ke desa-desa (terutama desa Bali Pegunungan). 

Kesepakatan dasar pembentukan Desa Pakraman dengan Kahyangan Tiga Nya, memuat: kebebasan masing-masing pakraman untuk menjalankan keyakinan keagamaannya. 

Bagi yang memiliki pura desa lebih dari tiga, dan bahkan diberikan kebebasan "menggabungkan" dalam satu "palebahan" untuk pura Puseh dan pura Desa (pura Bale Agung). Kesepakatan kedua, tetap diberikan kebebasan dalam menjalankan sebut saja upakara dengan kategori kanan, seperti pecaruan nangluk mrana sasih kenem dan upakara sejenis yang bermakna: penguatan: alam, manusia penghuninya dan permohonan kesejahteraan. Upakara dengan kategori ini sampai hari ini tetap lestari terutama di Bali pegunungan, kekuatan penyangga tradisi Bali permulaan.

Ketiga, larangan melakukan upakara yang diikuti dengan "pesta" arak dan sejenisnya, yang membahayakan manusia Bali, karena menjadi "punyah", mabuk dan sejenisnya.

Pelanggaran terhadap larangan ini, diberikan sangsi amat keras oleh raja Gunapriya Dharmapatni. Bagi peminat sejarah Bali yang serius, bisa disimak sejarah pendirian dan maknanya Pura Durgakutri   -   Bukit Dharma di Desa Kutri Blahbatuh, Gianyar.

Jika kita merujuk catatan kehadiran Mpu Kuturan di Bali, buda kliwon pahang caka 923, yang kemudian diberikan gelar oleh raja istri - suami Gunapriya Dharmapatni - Udayana Warmadewa Pakira - Kira I Jro Mekabehan Mpu Kuturan Raja Kertha, yang oleh seorang akhli lontar sebagai jabatan ketua DPRD Bali (di era sekarang).  

Usia Desa Pakraman sebagai sistem sosial penyangga keyakinan TRI MURTHI telah berusia 1.022 tahun. Sistem sosial yang tangguh, dalam merespons suka dukanya perubahan  zaman, karena kekuatan yang dimilikinya. 

Menyebut beberapa: kepemimpinan kolektif yang menjujung tinggi etika dan moral, pemberi teladan, dan dharmanya adalah pelayanan. Totalitas pengabdian dari kramanya (nuking tuwas) dan bertumbuhnya rasa solidaritas sosial berbasis rasa saling percaya (trust). 

Nilai-nilai dasar sistem sosial Desa Pakraman yang mengalami "gempuran" perubahan, dalam bentukmya yang kasat mata "pesta" arak mengiringi prosesi pemakaman, dan "dasa muka" pesta arak lainnya. Peristiwa ini, merupakan bentuk nyata kemunduran besar peradaban Bali,  yang "uger-ugernya" telah ditentukan lebih dari 1.000 tahun yang lalu.

*) Jro Gde Sudibya, salah seorang pendiri dan sekretaris Kuturan Dharma Budaya, gerakan sosial mensosialisasikan pemikiran Mpu Kuturan.

Baca Artikel Menarik Lainnya : GMT Nyaris Hanyut Terseret Banjir Gunung Agung

Terpopuler

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Soroti Kasus Kekerasan Anak, Seniasih Giri Prasta Tekankan Pentingnya Ikatan Emosional Orang Tua dan Anak

Soroti Kasus Kekerasan Anak, Seniasih Giri Prasta Tekankan Pentingnya Ikatan Emosional Orang Tua dan Anak

Dugaan Kekerasan Terhadap Anak, Pengelola Panti Asuhan di Desa Jagaraga, Buleleng, Bali Ditahan Polisi

Dugaan Kekerasan Terhadap Anak, Pengelola Panti Asuhan di Desa Jagaraga, Buleleng, Bali Ditahan Polisi

Ribuan Siswa Kodiklatal Gelar Lattek Wira Jala Yudha, dan Aksi Bersih Pantai di Pantai Mertasari Sanur Denpasar Bali

Ribuan Siswa Kodiklatal Gelar Lattek Wira Jala Yudha, dan Aksi Bersih Pantai di Pantai Mertasari Sanur Denpasar Bali