Banner Bawah

Atma Jnani: Menyadari Sang Diri Sejati akan Terbebaskan

Admin - atnews

2023-07-03
Bagikan :
Dokumentasi dari - Atma Jnani: Menyadari Sang Diri Sejati akan Terbebaskan
Slider 1

Oleh JMA. I Ketut Puspa Adnyana
Om Awignam Astu Nama Siddham. Om Swastyastu. 
Manusia ingin mendapatkan kebebasan (moksha) kalau boleh dengan cara yang mudah dan cepat. Namun ini tidak dapat mereka capai dengan mengandalkan kemajuan TIK (teknologi, informasi dan komunikasi). Pembebasan diri hanya dapat dilakukan melalui dirinya sendiri, yaitu melalui kesadaran terhadap diri sejati. Badan dihuni Sumber Kehidupan Sejati. Inilah yang disebut konsepsi atma jnani [aatma j^naani], satu dari 10 konsepsi Atma. Baiklah mari kita diskusikan.

Kemajuan TIK telah memapar semua aspek kehidupan. Sekarang ini pada era revolusi industri 4.0 dan sedang menuju 5.0, orang tidak bisa lepas dari Literasi Digital (LD). Pada pencarian informasi dan mendapatkan jawaban atas sebuah pertanyaan, sangat mudah didapatkan dari media LD. Adanya AI (Artificial Intelegence) semua pertanyaan dapat dicarikan jawaban. Cepat, murah dan tepat, mungkin kata kata yang tepat. AI - artificial inteligences, dikatakan jauh melampaui daya pikir manusia. Namun AI tetap dikendalikan dan dirancang kecerdasan manusia, sebagaimana AI akui sendiri.

Lalu apa yang tidak ada pada media ini?; Citta, Manah dan budhi. Untuk mengembangkan diri manusia harus mengenal dan menyadari dirinya sendiri untuk paham diri sejati.

Atma Jnani [aatma j^naani] : menyadari diri sejati
Kesadaran dimulai dari pemahaman dan pengertian serta pengalaman (tripramana), karena itu, kesadaran diri sejati diawali dengan pemahaman dan pengertian diri sendiri. Mengenal diri sendiri baik lahir mamupun batin (mulat sarire, kontemplasi). Kesadaran menyangkut sikap batin bagaimana memelihara dan menyayangi serta merasakan, melakukan penelitian batin. Penelitian batin terkait dengan perenungan-perenungan (meditasi) dan pengekangan indria-indria, dan upawasa (tapasyam). Kehadiran sang diri sejati (jiwatman) pada badan fisik melalui pergerakan pikiran (citta), yang diwujudkan dengan tindakan berupa perkataan dan perbuatan (filter buddhi). 

Atma Janani dengan demikian, karena berlandaskan pada rasa atas kehadiran sang diri dari pemahaman dan pengertian, adalah Tuhan itu sendiri. Tuhan yang bersemayam dalam tubuh atau badan fisik manusia. “Jenek Ring Meru Sarire”, kata Ida Ketut Jelantik dalam Geguritan Subudi. Badan adalah altar Tuhan. Badan adalah padmasana Tuhan. “Aham Brahma Asmi”.Bagaimana mungkin seseorang mengabaikan badannya sendiri?
Dalam kehidupan sehari hari, dalam bergaul dengan orang lain, berinteraksi dengan lingkungan bila atma janani terus dikembangkan dan dipelihara anugrah kehidupan yang damai mewujud dalam setiap harapan orang (kaivalya). 

Kondisi buana alit yang damai yang memancarkan energi positif akan menyentuh buana agung, Sang Diri Sejati dalam suasana tentram (melalui yoga). Kehidupan setiap orang nampak bermakna untuk semua ciptaan. Bukan sekedar manusia.

Suasana ideal inilah yang dicari setiap manusia apapun laku spiritual yang mereka tekuni. Tidak masuk akal, kekacauan, kebencian, fitnah, kedengkian dan iri hati lahir dari mereka yang telah mencapai kesadaran atma jnani. Kesadaran dari mana mereka datang, untuk apa dan kemana nantinya. Manusia kemudian akan saling melayani, berkelimpahan karma baik dan kepositipan dalam kehidupan yang berkeadilan serta berkesusilaan. Semoga semua makluk hidup berbahagia. Om Santih santih santih Om. (*)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Gempabumi Guncang Lombok Timur, Geterannya Terasa Hingga di Denpasar

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng