Indonesia di Cape Town
Banner Bawah

Indonesia di Cape Town

Admin - atnews

2023-11-22
Bagikan :
Dokumentasi dari - Indonesia di Cape Town
Slider 1
Oleh Prof Tjandra Yoga Aditama
Kita kenal Cape Town sebagi ibukota Afrika Selatan, dan kita semua mengetahui pemimpin legendaris negara itu, yaitu Nelson Mandela yang di beberapa kesempatan kita lihat mengenakan batik, dan di Cape Towm juga di jual "Batik Afrika".

Ada beberapa hal tentang negara kita Indonesia di Cape Town ini.

Pertama, salah satu tokoh utama Islam di Afrika Selatan adalah Syekh Yusuf Al Makasaari dari Makasar Sulawesi Selatan, dan di Cape Town ada beberapa tempat "keramat" seperti dalam foto saya di perbukitan "Signal Hill" tempat melihat matahari terbenam di Cape Town ini. Syekh Yusuf Al Makassari lahir di Makasar pada 3 Juli 1626 dan  wafat di Cape Town pada 23 Mei 1699.

Ke dua, di tengah kota ada daerah "Malay quarter". Menurut penjelasan di bis turis Hop on Hop Off Cape Town maka nama itu tidak tepat, karena sebenarnya yang pertama datang dan menempati kawasan Muslim itu adalah orang Indonesia dan India. 

Keterangan di Bis Turis resmi setempat juga menyebutkan ada pengaruh bahasa Indonesia dalam bahasa di Afrika Selatan ini, sayang saya tidak sempat mencari tahu bagaimana contohnya. Supir yg menjemput saya dari bandara mengatakan bahwa nenek moyangya berasal dari Indonesia. Jadi memang jelas ada sejarah panjang Indonesia di kota ini, yang terjadi berbad-abad yang lalu.

Ke tiga, "table mountain" adalah obyek wisata utama di kota ini, bentuknya bukit yang atasnya rata seperti meja ("table"). Nah, "table mountain" ini adalah salah satu dari tujuh 7 keajaiban alam dunia ("7 Wonders of Nature"). Ternyata, Taman Nasional Komodo negara kita juga salah satu dari tujuh "7 wonder of nature" ini juga.

Ke empat, Afrika Selatan terkenal dengan anggurnya. Perkebunan dan tempat pembuatan anggur tertua di Cape Town adalah Groot Constantia. Di museumnya disebutkan bahwa salah satu pemiliknya ini adalah kelahiran Batavia.

*) Prof Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI, Di Cape Town Afrika Selatan bersama teman-teman yang menghadiri Kongres ke 34 International Society of Blood Transfussion (ISBT)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Koster: Wujudkan Bali Bebas Sampah Plastik

Terpopuler

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

ARUN Soroti Wacana Devisa Pariwisata Bali Rp176 Triliun, Gung De Pertanyakan Besaran PAD

ARUN Soroti Wacana Devisa Pariwisata Bali Rp176 Triliun, Gung De Pertanyakan Besaran PAD