Munculnya Kekuatan Oligarki dalam Pilpres 2024
Banner Bawah

Munculnya Kekuatan Oligarki dalam Pilpres 2024

Admin - atnews

2024-01-26
Bagikan :
Dokumentasi dari - Munculnya Kekuatan Oligarki dalam Pilpres 2024
Slider 1
Oleh Jro Gde Sudibya

Boy Thohir, pengusaha tambang dari Adaro grup, dalam releasenya yang dimuat di Kompas TV, mengemukan ada sejumlah pengusaha besar yang bergabung dengan dia untuk mendukung paslon No.2 Prabowo - Gibran. 

Menurut pengusaha ini, pengusaha yang bergabung ini, menguasai sekitar 1/3 perekonomian nasional, dengan target politik paslon no.2 menang dalam satu putaran. 

Agak aneh bin ajiab, konglomerasi usaha powerful  yang oleh pengamat disebut dengan oligarki, mengumunkan secara terbuka dukungannya, lengkap dengan target politik satu putaran.

Statement politik yang tidak lazim ini, menimbulkan berbagai macam spekulasi, menyebut beberapa, pertama, "vested interest"di kelompok oligarki ini, khawatir dan bahkan takut terjadi putaran ke dua,yang berisiko "jagonya" bisa kalah, sehingga kelompok usaha ini kehilangan patron politiknya, yang selama ini menjadi tempat mereka berlindung dan bersandar.

Kedua, pernyataan terbuka dari kelompok ini, lebih menkonfirmasi dari fenomena kuatnya kekuatan pengaruh dari oligarki dalam pengambilan keputusan ekonomi politik penting di negeri. Sebut saja tentang: pemberian izin pertambangan, konsesi lahan industri sawit, proyek berskala besar: PLTU, PLTA. 

Hilirisasi tambang: tembaga, nikel dan produk tambang lainnya. Kegiatan ekonomi rente yang berkaitan dengan ekspor impor komodotas pertanian, terutama tanaman pangan. Proyek berskala besar yang berkaitan dengan EBT (Energi Baru Terbarukan): ekonomi hijau, zerro karbon, investasi di sektor sumber daya terbarukan. 

Super kemudahan investasi, yang tergambarkan dengan transparan dalam UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Dari perspektif ekonomi politik, untuk sederhananya Pilpres 14 Februari 2024, merupakan pertarungan antara kekuatan rakyat (yang punya kesadaran akan pentingnya demokrasi dirawat dan dijaga), dengan kekuatan lainnya, termasuk yang mewakili kekuatan konglomerasi dan oligarki di atas.

*) I Gde Sudibya, ekonom,pengamat ekonomi pembangunan dan ekonomi politik.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Hari Amal Bhakti Ke-73, STAH Dorong Kualitas ASN dan Mahasiswa

Terpopuler

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

ARUN Soroti Wacana Devisa Pariwisata Bali Rp176 Triliun, Gung De Pertanyakan Besaran PAD

ARUN Soroti Wacana Devisa Pariwisata Bali Rp176 Triliun, Gung De Pertanyakan Besaran PAD