Jaga Ketahanan Pangan, Pemkab Buleleng Pantau Langsung Kondisi Petani
Banner Bawah

Jaga Ketahanan Pangan, Pemkab Buleleng Pantau Langsung Kondisi Petani

Admin - atnews

2024-05-10
Bagikan :
Dokumentasi dari - Jaga Ketahanan Pangan, Pemkab Buleleng Pantau Langsung Kondisi Petani
Slider 1
Buleleng (Atnews) - Kestabilan harga dan ketersediaan pangan menjadi prioritas utama bagi Pemerintah Kabupaten Buleleng. Melalui Tim Satgas Ketahanan Pangan, pemantauan terhadap stabilisasi pasokan dan harga pangan dilaksanakan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng I Gede Putra Aryana mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketahanan pangan langsung di hulunya yaitu petani. "Tim Satgas Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng terus memantau dan berkomitmen melihat dan mendengar kondisi serta saran dan masukan petani kita langsung di lokasi/lapangan," ucap Putra Aryana, saat dihubungi, Kamis (09/05) 

Tim satgas pangan melakukan pemantauan langsung ke petani bawang merah di Bungkulan, khususnya ke lahan milik Made Astawa. Pemilik lahan menginformasikan rencananya untuk mulai menanam kembali dalam waktu 3 hari ke depan. Dia juga memperkirakan bahwa bawang yang sudah ditanam akan siap panen pada bulan Juni mendatang. Astawa juga mengungkapkan bahwa bawang merah dari Bali banyak diekspor, terutama ke Pulau Jawa, karena banyak petani bawang di sana mengalami gagal panen.

Selain itu, terdapat praktek tumpangsari antara bawang merah dengan tanaman lain seperti cabai besar, tomat, dan bunga gumitir. Astawa menyarankan untuk menjual hasil panen kepada pengepul langganan karena mereka konsisten dalam pembelian dan membayar sesuai harga pasar.

Astawa juga menyampaikan bahwa tanaman bawang merah menghadapi kendala serius, terutama serangan hama seperti kupu-kupu dan berbagai penyakit, yang mengganggu pencapaian target produksi. Dia menjelaskan bahwa dari setiap 10 are tanaman, petani bisa menghasilkan sekitar 1 ton bawang. Dengan biaya produksi sekitar 2,5 juta rupiah per 10 are dan harga jual saat ini sebesar 40 ribu rupiah per kilogram, petani dapat memperoleh keuntungan sekitar 1,5 juta rupiah dari setiap 10 are tanaman.

Pemantauan langsung ini memberikan gambaran yang jelas tentang tantangan dan potensi dalam menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Buleleng. Langkah-langkah berkelanjutan diharapkan akan diambil untuk memastikan ketersediaan pangan yang stabil dan harga yang terjangkau bagi masyarakat. (WAN)

Baca Artikel Menarik Lainnya : UU Tak Nabrak UUD 1945

Terpopuler

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan

8 Dekade Bhayangkara: Di Antara Kemuliaan Pengabdian dan Darurat Reformasi Kultural

8 Dekade Bhayangkara: Di Antara Kemuliaan Pengabdian dan Darurat Reformasi Kultural