Banner Bawah

Tujuh Perpustakaan di Buleleng Mendapat Akreditasi A dari Tim Asesor Perpusnas RI

Admin - atnews

2024-06-04
Bagikan :
Dokumentasi dari - Tujuh Perpustakaan di Buleleng Mendapat Akreditasi A dari Tim Asesor Perpusnas RI
Slider 1

Buleleng (Atnews) - Tujuh Perpustakaan di Buleleng mendapat Akreditasi A dari Tim Asesor Perpustakaan Nasional(Perpusnas) RI, menyusul adanya penilaian tim pusat dari tanggal 30 hingga 31 Mei 2024.

Tim Asesor Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, melakukan visitasi terhadap enam perpustakaan sekolah tingkat SD, SMP, serta SMA/SMK dan Perpustakaan yang dikelola Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Kabupaten Buleleng. 
Tim menilai bahwa ketujuh perpustakaan tersebut telah memenuhi standar nasional dan terakreditasi A.

Tim Asesor yang dipimpin Renda Khris Ardhi dari Direktorat Standarisasi dan Akreditasi Perpusnas, mengapresiasi pemenuhan sarana prasarana dan peningkatan minat baca siswa serta masyarakat khususnya di Kabupaten Buleleng.

Diharapkan, dari kegiatan serta pengalaman ini, membuat perpustakaan  semakin semangat untukmmengelola sesuai Standar Nasional Perpustakaan(SNP) serta bisa memotivasi perpustakaan lain untuk ikut mengikuti akreditasi juga.

Saat dikonfirmasi Atnews, Senin(3/6), Kepala Dinas Arsip Perpustakaan Daerah(DAPD) Buleleng, Made Era Oktarini, mengatakan bahwa maksud kedatangan Perpusnas RI ke Buleleng adalah untuk penilaian akreditasi perpustakaan. Dimana pada empat tahun lalu sudah sempat mendaftar dan masa berlakunya sudah habis. Namun, tahun ini DAPD Buleleng kembali mencoba untuk meningkatkan akreditasi dari B ke A dengan maksud meningkatkan kepercayaan pemustaka terhadap kinerja perpustakaan serta menjamin konsistensi kualitas kegiatan perpustakaan. 

“Astungkara, berkat kerja keras rekan-rekan di DAPD serta semangat pimpinan dan warga sekolah, perpustakaan yang kita kelola secara sinergis rata-rata mendapat nilai di atas 91, dinyatakan telah memenuhi standar nasional dan terakreditasi A,” ungkapnya.

Mantan Kabag Kesra Setda Buleleng ini menegaskan bahwa meski sudah berstandar nasional dan terakreditasi A, pengelola perpustakaan harus terus berinovasi untuk mewujudkan perpustakaan sebagai pusat literasi di era digital. Dari visitasi yang dilakukan, tim asesor memberikan nilai 91,24 untuk Perpustakaan DAPD, nilai 91,10 untuk Perpustakaan SDN 4 Sumberkima, nilai 91,28 untuk SMPN 1 Seririt, nilai 94,82 untuk SMPN 1 Banjar, nilai 94,73 untuk SMPN 2 Singaraja, nilai 91,08 untuk SMPN 1 Sukasada, dan nilai 95,14 untuk Perpustakaan SMAN 3 Singaraja. Namun, sebagai catatan bahwa hampir seluruh perpustakaan dinilai masih kurang sosialisasi.

Kadis Era berharap evaluasi ini menjadi masukan konstruktif sekaligus motivasi bagi DAPD Buleleng dalam mengelola, membina, dan mengembangkan perpustakaan sesuai dengan komitmen pimpinan untuk mewujudkan perpustakaan sebagai pusat literasi dan salah satu ikon Kota Pendidikan di Kabupaten Buleleng. Karena, dalam penilaian ini terdapat sembilan komponen yaitu kebijakan, sarana prasarana, layanan, SDM perpustakaan, anggaran, pelaksanaan kegiatan, inovasi, perkembangan perpustakaan, dan indeks peningkatan literasi.

Selain itu, Tim Asesor RI juga mencatat hal penting dalam pengelolaan perpustakaan kedepannya, diantaranya perlunya peningkatan dalam pengadaan koleksi, area baca, tenaga pustakawan, serta eksplorasi inovasi. "Kita berharap semoga perpustakaan kami menjadi lebih baik dan terus berbenah, semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi perpustakaan lain sehingga semuanya terakreditasi," imbuhnya.

Kedepannya, DAPD Buleleng berkomitmen untuk meningkatkan perpustakaan berbasis digital guna menarik pengunjung dan meningkatkan TGM dan IPLM Kabupaten Buleleng.

Dia menambahkan, kedepan ada Program inovasi, yakni
Menggali naskah naskah kuno yg ada di kabupaten Buleleng yg bersifat konten lokal. Kemudian, membuat taman/area baca ditempat umum yg strategis bekerjasama dengan pihak ketiga atau perusahaan melalui CSR, baik untuk pengadaan sapras maupun bahan pustaka.

Selain itu, menjadikan perpustakaan berbasis digitalisasi serta menelusuri dan mengumpulkan data terkait sejarah Buleleng yg nantinya akan disusun menjadi bahan pustaka Sejarah Buleleng. (WAN)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Kerajinan Ketak Desa Darmaji, Diekspor Sampai ke Negeri Tetangga

Terpopuler

BPOLBF Gandeng Investor Kembangkan Wellness dan Agrowisata Berkelanjutan di Parapuar Labuan Bajo

BPOLBF Gandeng Investor Kembangkan Wellness dan Agrowisata Berkelanjutan di Parapuar Labuan Bajo

GPS Minta Cabut Status Tersangka Kepala BPN Bali, Tim Hukum Soroti Asas Legalitas

GPS Minta Cabut Status Tersangka Kepala BPN Bali, Tim Hukum Soroti Asas Legalitas

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Konsumsi Listrik Nasional Terus Meningkat, Penjualan PLN Capai 317,69 TWh Sepanjang 2025

Konsumsi Listrik Nasional Terus Meningkat, Penjualan PLN Capai 317,69 TWh Sepanjang 2025

Pasca Presiden Prabowo Tegur Gubernur - Bupati se-Bali, Ajus Linggih Minta PWA Untuk Satgas Sampah

Pasca Presiden Prabowo Tegur Gubernur - Bupati se-Bali, Ajus Linggih Minta PWA Untuk Satgas Sampah

Menteri Pariwisata Perkuat Sinergi dengan Industri Dorong Daya Saing Pariwisata Nasional

Menteri Pariwisata Perkuat Sinergi dengan Industri Dorong Daya Saing Pariwisata Nasional