Banner Bawah

GEMA SADHANA, Majukan Hindu, Kobalen; Ironis, Kalau diatas 90 Persen umat Hindu tidak Punya Veda di Rumahnya

Admin - atnews

2024-08-11
Bagikan :
Dokumentasi dari - GEMA SADHANA, Majukan Hindu, Kobalen; Ironis, Kalau diatas 90 Persen umat Hindu tidak Punya Veda di Rumahnya
Ketua Umum PP GEMA SADHANA DR. A.S. Kobalen (ist/Atnews)

Gianyar (Atnews) - Gerakan Masyarakat Sanathana Dharma Nusantara (GEMA SADHANA) fokus untuk membantu pemberdayaan umat Hindu.

Organisasi Partai Gerindra itu tidak boleh dibawa kemana-mana. Mengingat, GEMA SADHANA sebagai ajang sebuah kendaraan bisa memberi warna didalam kemaslahatan umat.

"Jadi, sebagai sayap Partai Gerindra, mereka harus bisa membantu, memantau, melihat dan memelihara program-program Partai Gerindra, khususnya program Bapak Presiden Terpilih, seperti makanan gizi gratis, perumahan dan lain-lainnya," kata Ketua Umum PP GEMA SADHANA DR. A.S. Kobalen bersama Bendahara Umum Darmadi Marpauli didampingi Ketua DPD GEMA SADHANA Provinsi Bali, Ida Bagus Putu Madeg, S.H.,M.H., dan Sekretaris I GN.A. Aditya Naradipta, S.E., serta Penasehat DPC GEMA SADHANA Kabupaten Gianyar/ Pemilik Puri Damai Ubud, I Wayan Damai di Puri Damai Ubud, Jalan Ceroring, Banjar Tunon, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Sabtu (10/8).

Mengenai urusan Sampradaya, pihaknya tidak turut campur,  karena GEMA SADHANA itu merupakan sayap Partai Gerindra yang bergerak pada jalur-jalur Dharma.

Bahkan, pihaknya lebih banyak berdoa, agar mereka segera rukun dan bersatu yang lebih mengedepankan kepentingan masyarakat.

"Kita fokus ke umat kita dan kemajuan Hindu di Nusantara daripada mengandalkan egosentris yang sifatnya memecah belah dan mengorbankan umat sedharma di seluruh Indonesia," tegasnya.

Hal tersebut, lanjutnya sebagai harapannya, karena masih banyak kebutuhan-kebutuhan dasar umat Hindu yang belum terpenuhi, salah satunya Kitab Suci Veda.

"Ironis, kalau diatas 90 persen umat Hindu tidak punya Veda di rumahnya. Terus Ketua Majelis dan Ketua PHDI berantem dengan berbagai alasan," tambahnya.

Untuk itu, GEMA SADHANA mengingatkan tokoh-tokoh Umat Hindu dan Perwakilan Hindu yang ada di Parisada Pusat, DPR RI dan DPD RI, untuk memperjuangkan hal tersebut, karena Negara sudah mempersiapkan Anggaran untuk semua kitab suci Agama-Agama yang ada di Indonesia.

"Kalau Agama Hindu sampai hari ini tidak ada Anggarannya, itu kemana dan dikemanakan Anggaran itu. Tokoh-Tokoh DPR RI, DPD RI dan juga perwakilan Parisada Pusat mewakili Hindu seluruh Indonesia ini mereka ngapain aja. Apa cukup mereka terkenal dengan fasilitas yang mereka dapat hasilnya dari pemilihan umat Hindu atau mereka memang sebagai perwakilan Hindu untuk memperjuangkan umatnya. Saya masih belum melihat mereka berjuang untuk umat Hindu," kata DR. A.S. Kobalen.

Jika Bhagawadgita itu, lanjutnya kitab pencerahan hidup tentang 700 pesan Krisna kepada Arjuna, yang justru itu dianggap Veda ke-5.

"Tapi, yang resmi kitab suci agama Hindu itu khan Veda, tapi Bhagawadgita itu adalah pencerahan jalan hidup, pesan-pesan Krisna. Kita masih punya 108 Purana, Itihasa dan banyak lagi. Yang saya bicara adalah kitab suci agama Hindu itu jelas adalah Veda, seperti agama Islam punya Al-Quran, agama Kristen punya Alkitab dan agama Budha punya Tri Pitaka, sekarang mana Weda untuk agama Hindu," tegasnya.

Padahal, lanjutnya hal itu adalah masalah pribadi yang bisa diselesaikan. Sementara, jika masalah prinsip bisa diselesaikan dengan baik.

Untuk itu, diharapkan mereka bersatu dan rukun, karena sesama umat Hindu, yang seharusnya dipikirkan agama-agama lainnya bisa bersatu dan berjuang didalam perbedaan-perbedaan agama lain itu, mereka bersatu mengembangkan agamanya.

"Kalau kita didalam persamaan justru pecah. Harapan saya supaya tokoh-tokoh Parisada, jangan merasa bisa, tapi bisalah merasakan apa yang dirasakan oleh umat kita hari ini," harapnya.

Sementara itu, Ketua DPD GEMA SADHANA Provinsi Bali, Ida Bagus Putu Madeg, S.H.,M.H., dan Sekretaris I GN.A. Aditya Naradipta, S.E., serta Penasehat DPC GEMA SADHANA Kabupaten Gianyar/ Pemilik Puri Damai Ubud, I Wayan Damai menyatakan, bahwa pihaknya berprinsip tetap berada dibawah Partai Gerindra, yang mendukung dan  menjalankan program kerjanya semaksimal mungkin.

"Sifat utamanya adalah pengabdian di bidang sosial dan keagamaan. Itu intinya. Sedangkan, bagaimana cara mengembangkan, itu adalah urusan kami dengan Pusat, biar nanti pergerakan kita disini tetap ada koordinasi dengan pusat," terangnya.

Oleh karena itu, pihaknya tidak bisa berjalan dengan bebas tanpa adanya koordinasi dengan Pusat supaya tidak salah arah.

"Itulah prinsip pengabdian kami, mudah-mudahan tetap sehat, karena 5 tahun kedepan bersama Bapak Presiden dan Wakil Presiden kita urus secara bersama-sama," pungkasnya. (GAB/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Pangdam Udayana Ingin Tingkatkan Kerjasama dengan Bea Cukai

Terpopuler

Perpustakaan Mahima Dibuka, Wabup Supriatna : Berharap Dapat Meningkatkan Literasi Generasi Muda Buleleng

Perpustakaan Mahima Dibuka, Wabup Supriatna : Berharap Dapat Meningkatkan Literasi Generasi Muda Buleleng

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Dugaan Kekerasan Terhadap Anak, Pengelola Panti Asuhan di Desa Jagaraga, Buleleng, Bali Ditahan Polisi

Dugaan Kekerasan Terhadap Anak, Pengelola Panti Asuhan di Desa Jagaraga, Buleleng, Bali Ditahan Polisi

Anggota DPR RI Ketut Kariyasa Adnyana Dorong Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti di Buleleng Diusut Tuntas

Anggota DPR RI Ketut Kariyasa Adnyana Dorong Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti di Buleleng Diusut Tuntas