ISI Denpasar jadi ISI Bali, Inagurasi Lima Guru Besar
Banner Bawah

ISI Denpasar jadi ISI Bali, Inagurasi Lima Guru Besar

Admin - atnews

2025-02-23
Bagikan :
Dokumentasi dari - ISI Denpasar jadi ISI Bali, Inagurasi Lima Guru Besar
Rektor ISI Bali Prof Kun (ist/Atnews)
Denpasar (Atnews) - Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Bali Prof Wayan Kun Adnyana kembali mengukuhkan lima guru besar dalam acara Inagurasi dan Sapa Publik Guru Besar Anyar “Karma-Citta-Waskita” (Pengukuhan Guru Besar) di Denpasar, Kamis (20/2). 
 
Lima Guru Besar yang yang dikukuhkan ISI Bali yakni Prof. Dr. Hendra Santosa, didampingi Nyonya Agustini Sri Santosa, Prof. Dr. Anak Agung Gde Bagus Udayana, didampingi Nyonya Tjokorda Istri Udayana, Prof. Dr. Ni Ketut Dewi Yulianti didampingi I Gusti Bagus Priatmaka, Prof. Dr. I Wayan Karja didampingi Nyonya Sistiani Karja, Prof. Dr. I Ketut Muka Pendet didampingi Nyonya Sariasih Muka.

Pada kesempatan itu, hadir Anggota Dewan Penyantun ISI Bali, Ketua Senat, Sekretaris, dan seluruh anggota Senat ISI Bali.

Rektor ISI Bali Prof Kun mengatakan peningkatan jumlah mahasiswa Program Doktor Seni dan Doktor Desain juga dibarengi pertumbuhan jumlah Guru Besar. 

"Hari ini, Kamis (Wrespati Pon-Landep), 20 Februari 2025, lima Profesor anyar kebanggaan ISI Bali ini diinagurasi atau dikukuhkan, sekaligus dikenalkan kepada publik," ujarnya.
 
Inagurasi bermahkota Karma-Citta-Waskita ini, dimaksudkan sebagai mimbar pengakuan sekaligus penghormatan atas kerja intelektual dan dedikasi keilmuan yang panjang, hingga mewujud pada pencapaian cita-cita tertinggi seorang dosen yakni memeroleh jabatan Profesor. 

Inagurasi juga berarti altar sekaligus ruang pembuktian lelaku kebijaksanaan oleh ia yang namanya telah didandani Negara dengan jubah Guru Besar. Bhakti kebijaksanaan atau kewaskitaan, menunjuk tanggung jawab sosial untuk pemajuan dan pemuliaan ilmu pengetahuan, seni dan desain, serta pendidikan seni.
 
Perjuangan lima Profesor anyar dalam meraih Guru Besar, patut dijadikan inspirasi bagi seluruh dosen lektor kepala ISI Bali. Semua Profesor ini, secara gigih berjuang memenuhi karya jurnal bereputasi, serta dokumen pendukung berikut meyakinkan tim penilai akhir atas relevansi keilmuan masing-masing bagi pemajuan ISI Bali.
 
"Atas restu dan asung kerta waranugraha Hyang Widhi serta sinergi yang kokoh Senat dan seluruh Pimpinan ISI BALI bersama Kementerian Diktisaintek, akhirnya penetapan jabatan Guru Besar bagi lima dosen tetap ISI Bali ini tiba pada momentum yang tepat. Ini semesta jenama yang disematkan kepada lima Guru Besar mengiringi penetapan kelembagaan ISI Bali," harapnya.
 
Pada Sidang Senat Terbuka Inagurasi dan Sapa Publik Guru Besar Anyar ini, lima Profesor akan menyajikan orasi ilmiah: 1) Prof. Dr. Hendra Santosa, mendedahkan judul: Melacak Jejak Sejarah melalui Peristiwa Seni Pertunjukan; 2) Prof. Dr. Anak Agung Gde Bagus Udayana, mempresentasikan judul: Transformasi Digital dalam Mengembangkan Ekonomi Kreatif Desain Komunikasi Visual di Era Teknologi 5.0 di Bali; 3) Prof. Dr. Ni Ketut Dewi Yulianti, memaparkan judul: Daya Bahasa Dalam Praktik Budaya Dari Pragmatis Hingga Magis; 4) Prof. Dr. I Wayan Karja, menyuguhkan judul: Nama Rupa Nyakalayang Niskala Transfigurasi Kemurnian Seni Murni di Era Globalisasi; dan 5) Prof. Dr. I Ketut Muka Pendet, menyajikan judul: Inovasi Kerajinan Batu Padas Masa Kini: Tantangan Kreatif dan Tegangan Pasar

Pada kesempatan itu, Prof Kun mengatakan ISI Denpasar ditetapkan berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan Institut Seni Indonesia Denpasar menjadi Institut Seni Indonesia (ISI) Bali yang diundangkan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2025 Nomor 21.

Penetapan itu menjadi momentum bagi kita bersama untuk semakin menguatkan komitmen dan dedikasi dalam memajukan ISI Bali
 
Upaya penguatan komitmen dan kinerja penuh dedikasi, sesungguhnya telah kita tapaki bersama sedari lembaga ini bernama Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Denpasar. 

"Bersama telah kita lakukan pula pewujudan profil lulusan ISI Bali yang tangguh, berjiwa Pancasila, dinamis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam bidang reka-cipta, kaji, pendidikan, penyajian, dan kewirausahaan seni-budaya-desain, setaut upaya aktualisasi slogan Global-Bali Arts and Creativity Centre Hub (G-BACCH), yang telah kita gema rayakan dalam empat tahun terakhir," ujarnya. 

Pihaknya telah bangun beragam program strategis terkait pembenahan tata kelola akademik, pengembangan kelembagaan, penguatan nomenklatur keilmuan seni dan desain, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan ekosistem kerja sama dan kemitraan, aktualisasi stratejik, serta strategi kebijakan pembangunan prasarana laboratorium dan studio dengan perangkat teknologi digital mutakhir.
 
Pembenahan bidang akademik, dilakukan inovasi pembelajaran berorientasi pada kreativitas dan inovasi seni-desain berbasis teknologi informasi. Relevansi Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) ISI BALI ditopang pelibatan maestro, seniman, desainer, dunia usaha, dan pakar pendidikan tinggi dalam proses pembelajaran.
 
Penguatan layanan akademik ditopang upaya pengembangan kualitas dosen dan tenaga kependidikan. Upaya terobosan yang telah kita lakukan bersama, di antaranya: pelayanan kenaikan jabatan setiap bulan; penyelenggaraan skema kompetisi penelitian disertasi doktor bagi dosen tugas belajar biaya mandiri; penyelenggaraan kompetisi dosen dalam Penelitian, Penciptaan, dan Diseminsi Seni-Desain (P2DSD); kompetisi keluaran penelitian jurnal bereputasi dan buku elektronik nasional; pendirian sentra KI Kerthi Widya Mahardika dan fasilitasi keluaran hak cipta; membangun platform baru bernama Kompetisi Guru Besar Mentor Doktor (GBMD); serta mendorong dosen Doktor Lektor Kepala untuk berpacu mengajukan kenaikan jabatan ke Guru Besar atau Profesor.
 
Seiring penguatan reputasi layanan akademik dan pengembangan kualitas sumber daya dosen dan tenaga kependidikan dimaksud, animo mahasiswa baru ISI Bali baik sarjana, sarjana terapan, magister, dan doktor sejak 2021 hingga kini semakin meningkat. Pada Program Studi Seni Program Doktor, tahun 2020 baru menerima 10 mahasiswa, sejak 2021 menjadi 25 mahasiswa, tahun 2022 hingga kini rerata sebanyak 35 mahasiswa baru per-tahun. Program Studi Desain Program Doktor, yang baru berdiri pada Semester Gasal 2024/2025 bahkan telah menerima 27 mahasiswa baru dalam satu tahun pertama. (ART/001)
 

Baca Artikel Menarik Lainnya : 99 Persen Dana Desa 2018 Terserap

Terpopuler

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Atlet Woodball Buleleng Raih Emas di Jatim Open 2026, Danang Dibidik Perkuat Indonesia

Atlet Woodball Buleleng Raih Emas di Jatim Open 2026, Danang Dibidik Perkuat Indonesia

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali