Denpasar (Atnews) - Ekonom Jro Gde Sudibya yang juga Pengamat Ekonomi, dan Kecenderungan Masa Depan diharapkan KEK Kura Kura Bali (KKB) Pulau Serangan agar memenuhi persyaratan keberlanjutan dari sisi sosial kultural untuk memenuhi kreteria sebagai Pusat Ekonomi Baru Kelas Dunia.
Dengan menerapkan proyeknya ramah lingkungan dan budaya. Sempadan pantai berfungsi lindung, tidak ada bangunan dan sejenisnya di sempadan pantai. Bisa berbentuk, "sabuk" lingkaran hutan bakau yang berfungsi lindung, mengitari seluruh Pulau Serangan.
Kesucian Pura Sakenan dan temuan arkeologi yang ada terjaga kesuciannya, mengikuti Bhisama Kesucian Pura PHDI, 2 km dari jaba sisi Pura, terjaga keasrian dan kesuciaannya.
Relasi kesejarahan antara: Pura Dalem Blanjong, Pura Mertha Sari, Pura Dalem Pengembak (dengan lingkaran penyangga belasan hektar hutan bakau), dengan Pura Sakenan, terjaga dan lestari.
"Modernitas, tidak boleh mengganggu/merusak jejak kesejarahan yang bermakna kaya," ujarnya.
Memenuhi rasa keadilan sosial ekonomi bagi warga Pulau Serangan dan sekitarnya. Perlu dipikirkan strategi kebijakan yang berkeadilan, sehingga dalam setiap 1 dolar AS yang dihasilkan oleh KEK ini, warga Serangan dan sekitarnya memperoleh bagian hak yang berkeadilan. Dalam bentuk kesempatan kerja, kesempatan usaha.
Kebijakan KEK dalam tanggung jawab sosialnya, memberikan akses pendidikan, pemagangan dan kesempatan kerja, sehingga perusahaan bertumbuh berbarengan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Gubernur Bali atau yang mewakili, yang mungkin duduk di Dewan Pengarah atau Dewan Pengawas KEK, punya komitment terdepan, untuk membuat KEK sebagai proyek investasi yang ramah lingkungan, budaya dan berkeadilan.
Sebelumnya, perintah bergerak cepat! Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (Denas KEK) dan Dewan Kawasan KEK Provinsi Bali menginstruksikan PT Bali Turtle Island Development (BTID) agar lebih mendorong percepatan pembangunan KEK Kura Kura Bali.
BTID pun bergerak untuk merealisasikan komitmen para investor dalam mempercepat pembangunan proyek-proyek yang sudah direncanakan dan tetap menerapkan prinsip keberlanjutan serta keterlibatan masyarakat setempat dengan penuh tanggung jawab dan transparan.
Demi kelancaran dan keselamatan semua pihak, akan dibuat pengaturan tertentu untuk akses ke kawasan KEK Kura Kura Bali, seperti penambahan jumlah hoarding pengaman proyek di hampir seluruh kawasan yang terdampak oleh upaya percepatan ini.
Namun, masyarakat tidak perlu khawatir! Karena akses menuju ke delapan pura di dalam kawasan akan tetap dibuka untuk ibadah, para nelayan kecil Serangan bisa beraktivitas secara normal, kampus UID tetap beroperasi, dan kedai kopi Starbucks dapat melayani pelanggan seperti biasa.
“Ini (rencana percepatan investasi KEK Kura Kura Bali) adalah berita yang menggembirakan buat pemerintah dan kami berharap dapat segera direalisasikan sesuai target dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Rizal Edwin Manansang, Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK.
Edwin menegaskan bahwa kegiatan pembangunan harus dipercepat dan segera direalisasikan, agar KEK Kura Kura Bali dapat langsung memberikan dampak nyata bagi ekonomi dan masyarakat sekitar.
KEK Kura Kura Bali kini tengah bertransformasi menjadi salah satu pusat ekonomi baru berkelas dunia. Proyek-proyek prestisius seperti Marina International, The Grand Outlet Bali (GOB), ACS Bali, UID Lodge, International Mangrove Research Center (IMRC), serta hotel dan vila sedang dalam tahap pembangunan. Langkah ini bukan sekedar upayapercepatan pengembangan proyek, tetapi merupakan strategi untuk mendongkrak investasi, membuka ribuan lapangan kerja, dan memperkuat sektor ekonomi prioritas.
Akhir tahun lalu, BTID meresmikan kemitraan strategis dengan beberapa investor global seperti Mitsubishi Estate Co. Ltd. (Jepang), TPC Group (Singapura), dan Pegasus Capital (AS) melalui penandatanganan beberapa Nota Kesepahaman guna mendukung pengembangan distrik marina dan integrasi konsep mindfulness untuk ekosistem kehidupan wellbeing.
Selain itu, terdapat rencana pembangunan hotel bintang lima yang memadukan kemewahan dengan keseimbangan alam.
BTID bersama sejumlah investor lain juga sedang mendiskusikan berbagai upaya pengembangan yang mengedepankan praktik berkelanjutan, seperti desain bangunan hemat energi dan ramah lingkungan.
Hal ini bertujuan untuk mendukung implementasi Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali dalam rangka mewujudkan pariwisata berkualitas, ekonomi kreatif, dan infrastruktur modern yang siap menghadapi persaingan global.
Percepatan pembangunan ini adalah bagian dari transformasi ekonomi baru Bali, yang menargetkan kenaikan sepuluh kali lipat pendapatan per kapita penduduk Bali menjadi US$ 41.400 per tahun, atau setara dengan Rp 51,75 juta per bulan di 2045. Investasi yang berkualitas dan mengedepankan nilai- nilai budaya, mampu menyediakan lapangan kerja baru serta infrastruktur canggih akan mengukuhkan posisi Bali sebagai episentrum ekonomi yang kompetitif dan berkelanjutan, baik di tingkat regional maupun global
BTID juga berkomitmen untuk mengoptimalkan pembangunan yang bisa memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Oleh karenanya, dukungan dari semua pihak akan sangat dibutuhkan dan diapresiasi.
KEK Kura Kura Bali terus berupaya untuk berperan aktif bagi masa depan Bali dengan menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan
ekonomi, kelestarian lingkungan, serta kesejahteraan masyarakat melalui penerapan nilai-nilai Tri Hita Karana dan Sad Kerthi. (GAB/001)