Revitalisasi Hubungan Bali - India: Dari Zaman Raja Udayana sampai Presiden Prabowo
Admin - atnews
2025-04-08
Bagikan :
Pengelana Global Putu Suasta (ist/Atnews)
Denpasar (Atnews) - Pengelana Global Putu Suasta yang juga Alumni UGM dan Cornell University menyambut baik pertemuan Konsul Jenderal Dr. Shashank Vikram beraudiensi dengan Gubernur Bali Dr Wayan Koster di Denpasar, Selasa (25/3).
Hubungan budaya India (Bharat) dengan Bali (Indonesia) sudah terbangun sejak ribuan tahun lalu sejak zaman Ramayana, Mahabharata dan Bali Jatra, perjalanan Odisha India ke Pulau Dewata.
Bali Jatra merupakan sebuah festival yang dirayakan di Odisha, India, untuk memperingati perjalanan maritim para pedagang dan pelaut ke Asia Tenggara, termasuk Bali.
Untuk itu, hubungan dengan Bali Jatra memiliki hubungan yang erat dengan Bali, karena para pedagang dan pelaut dari Odisha seringkali melakukan perjalanan ke Bali untuk melakukan perdagangan dan menyebarkan agama Hindu.
Prosesi kapal adalah salah satu tradisi yang paling penting dalam Bali Jatra. Kapal-kapal yang dihiasi dengan bendera dan dekorasi lainnya diprosesikan di sepanjang sungai pada bulan Kartika, atau akhir Oktober atau menjelang November.
Sedangkan umat Hindu di Bali merayakan hari suci Purnama Kartika atau yang disebut Purnama Kapat (purnama pada bulan ke empat). Purnama Kartika ini merupakan pujawali pada Padmatiga-Besakih, Pura Ulundanu Batur (Songan), Pura Lempuyang Madya.
Peringatan pujawali Purnama Kartika ini diperkuat dengan mitologi perjalanan Rsi Markendya ke Bali, sebab nama Rsi Markendya adalah nama rsi dari India.
Mitologi dimuat dalam Lontar Markendya Purana yang menceritakan perjalanan Rsi Markendya ke Bali bersama orang-orang Aga.
Festival Bali Jatra itu dimeriahkan dengan pertunjukan seni seperti tarian, musik, dan teater juga merupakan bagian dari Bali Jatra.
Begitu juga Pasar tradisional juga dibuka selama Bali Jatra, di mana pedagang-pedagang menjual barang-barang tradisional seperti kerajinan tangan, pakaian, dan makanan.
Bahkan Dr Gede Sutarya sebagai Akademisi Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa menulis "Purnama Kartika dan Kartika Purnama, Jejak Migrasi Kalinga ke Bali" di media Kompasiana.
Sejarah panjang itu, terus dibangun, hubungan dipekerkuat dalam memajukan perdababan dalam menghadapi tantangan masa depan dengan semangat Vasudhavia Kutumbakam (semua satu keluarga/saudara).
Selain itu, bukti kuat Pengaruh Odisha (India) pada Subak. Dimana Rsi Markandeya adalah seorang resi Hindu yang berasal dari Odisha, India. Menurut legenda, Rsi Markandeya datang ke Bali dan membawa serta pengetahuan tentang sistem irigasi yang kemudian dikembangkan menjadi sistem Subak.
Sistem irigasi di Odisha, India memiliki kesamaan dengan sistem Subak di Bali. Keduanya menggunakan sistem kanal dan bendungan untuk mengalirkan air ke sawah.
Arsitektur Pura di Bali memiliki kesamaan dengan arsitektur temple di Odisha, India. Keduanya memiliki menara yang tinggi dan dihiasi dengan ukiran-ukiran yang indah.
Suasta juga mengatakan, hubungan India dengan Bali juga pada zaman kerajaan. Pada zaman Raja Udayana dari Bali (989-1011 M).
Raja Udayana (Sang Raja Maruhani Sri Dharmodayana Warmadewa), penguasa Bali dari Dinasti Warmadewa, memiliki kaitan keturunan dengan Raja Sailendra dari Jawa. Udayana adalah ayah dari Airlangga, pendiri Kerajaan Kahuripan di Jawa Timur, yang juga memiliki garis keturunan dari Jawa.
Permaisurinya yaitu putri dari Makutawangsawardhana, raja Medang, Jawa Timur, bernama Mahendradatta, yang di Bali nama gelarnya "Sang Ratu Luhur Sri Gunapriya Dharmapatni".
Nama raja ini dan permaisurinya tertulis pada beberapa prasasti yang ditemukan di Bali, serta pada Prasasti Pucangan yang ditemukan di Jawa (peninggalan Airlangga, putra sulung).
Kerajaan Bali memiliki hubungan diplomatik dan perdagangan dengan India. Berikut beberapa kerajaan India yang diajak kerjasama oleh Raja Udayana:
1) Kerajaan Chola: Raja Rajaraja I dari Kerajaan Chola (985-1014 M) memiliki hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Raja Udayana.
2) Kerajaan Pala: Raja Mahipala I dari Kerajaan Pala (988-1038 M) juga memiliki hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Raja Udayana.
3) Kerajaan Rashtrakuta: Raja Indra III dari Kerajaan Rashtrakuta (914-929 M) memiliki hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Raja Udayana.
Bidang kerjasama antara Kerajaan Bali dan kerajaan-kerajaan India tersebut meliputi:
1) Perdagangan: Kerajaan Bali dan kerajaan-kerajaan India melakukan perdagangan rempah-rempah, tekstil, dan logam.
2) Kebudayaan: Kerajaan Bali dan kerajaan-kerajaan India melakukan pertukaran kebudayaan, termasuk agama Hindu dan Buddha.
3) Pendidikan: Kerajaan Bali dan kerajaan-kerajaan India melakukan pertukaran pendidikan, termasuk pengiriman pelajar dan guru.
Selain itu, pengaruh India juga terlihat dalam kebudayaan dan agama Hindu yang dianut oleh masyarakat Bali. Agama Hindu yang mereka anut telah bercampur dengan budaya masyarakat asli Bali sebelum Hindu, melalui proses sinkretisme yang melahirkan agama Hindu Bali yang bernama Hindu Dharma.
Begitu juga dalam prasasti Calcuta, India (1042), ditemukan di Calcutta, India, dan merupakan salah satu sumber sejarah yang penting tentang Raja Udayana dari Bali.
Disebutkan juga tentang asal-usul Raja Airlangga yang merupakan keturunan Raja Udayana dari Kerajaan Bali.
Prasasti Calcutta tersebut berisi tentang:
1) Asal-usul Raja Udayana: Prasasti tersebut menyebutkan bahwa Raja Udayana adalah keturunan Raja Sailendra dari Jawa.
2) Pemerintahan Raja Udayana: Prasasti tersebut menyebutkan bahwa Raja Udayana memerintah Bali dari tahun 989 hingga 1011 M.
3) Hubungan dengan India: Prasasti tersebut menyebutkan bahwa Raja Udayana memiliki hubungan diplomatik dan perdagangan dengan kerajaan-kerajaan India.
Prasasti Calcutta tersebut diperkirakan berasal dari tahun 1042 M, yaitu pada masa pemerintahan Raja Airlangga dari Jawa.
Prasasti Calcutta tersebut sangat penting karena sumber sejarah. Prasasti tersebut merupakan salah satu sumber sejarah yang penting tentang Raja Udayana dan pemerintahannya.
Prasasti Calcutta ditemukan di Calcutta, India, dan menyebutkan tentang hubungan diplomatik antara Raja Udayana dengan Raja Rajaraja I dari Kerajaan Chola.
Ada pula Prasasti Tanjore ditemukan di Tanjore, India, dan menyebutkan tentang hubungan perdagangan antara Raja Udayana dengan Raja Rajaraja I dari Kerajaan Chola.
Prasasti Puri ditemukan di Puri, Odisha, India, dan menyebutkan tentang hubungan diplomatik antara Raja Udayana dengan Raja Puri dari Jagannath Temple.
Bukti Arkeologi yakni Keramik India yang ditemukan di Bali menunjukkan hubungan perdagangan antara Raja Udayana dengan Raja di India.
Mata uang India yang ditemukan di Bali menunjukkan hubungan ekonomi antara Raja Udayana dengan Raja di India.
Kitab Nagarakretagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca pada abad ke-14 M menyebutkan tentang hubungan diplomatik antara Raja Udayana dengan Raja di India.
Serta Kitab Pararaton yang ditulis pada abad ke-15 M menyebutkan tentang hubungan diplomatik antara Raja Udayana dengan Raja di India.
Maka dari itu, pertemuan Konsul Jenderal Dr. Shashank Vikram beraudiensi dengan Gubernur Bali Dr Wayan Koster bisa merajut kembali pertalian sejarah kuno tersebut.
Apalagi pada waktu peziarah dari Bali yang melakukan Tirta Yatra ke Maha Kumbh Mela di Prayagraj yang merupakan pertemuan terbesar umat Hindu dari seluruh dunia. Di Ibu Kota Delhi Putu Suasta melihat banyaknya bertebaran billboard dan poster dengan foto - foto kedatangan Presiden Prabowo ke India.
Presiden Prabowo menjadi undangan istimewa untuk Perdana Menteri (PM) Narendra Modi untuk meningkatkan kualitas hubungan bilateral Indonesia India.
Kunjungan kenegaraan itu merupakan yang pertama bagi Presiden Prabowo ke India sebagai Tamu Kehormatan pada perayaan Hari Republik India, dari tanggal 24 hingga 26 Januari 2025.
Kunjungan itu juga menandai peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan India. Kunjungan ini diadakan untuk memperkuat Kemitraan Komprehensif Strategis yang telah dibangun kedua negara sejak tahun 2018.
Indonesia dan India memiliki hubungan kerja sama yang sudah terbangun sejak jaman Presiden Soekarno.
Sebelumnya juga Presiden Joko Widodo menjadi tamu kehormatan peringatan Hari Republik Ke-69 di New Delhi, India pada Tahun 2018, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Tahun 2011 dan Presiden Sukarno kala itu jadi tamu untuk peringatan Hari Republik Pertama pada Tahun 1950.
Presiden Prabowo meyakini proyeksi Goldman Sachs bahwa Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2050 akan terjadi dalam memberikan sambutan dalam acara Penutupan Kongres VI Partai Demokrat, di Jakarta, Selasa (25/2).
Menurut Proyeksi Goldman Sachs menyatakan bahwa China akan menyalip Amerika Serikat untuk menjadi negara dengan tingkat perekonomian terbesar di dunia, disusul oleh India dan Indonesia.
"Dengan demikian, India menjadi negara yang paling menarik di masa depan karena akan menjadi kekuatan pasar, kekuatan ekonomi yang ditopang oleh budaya Sanatana Dharma yang memberikan inspirasi bagi planet bumi," kata Suasta di Denpasar, Senin (7/4).
Saat ini tercatat 10 ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2025, yang bersumber dari data IMF (per 26 Februari 2025) berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) : 1) Amerika Serikat: US$30,34 triliun (Rp494 kuadriliun); 2) China: US$19,53 triliun (Rp318 kuadriliun); 3) Jerman: US$4,92 triliun (Rp80 kuadriliun); 4) Jepang: US$4,39 triliun (Rp71 kuadriliun), 5) India: US$4,27 triliun (Rp69 kuadriliun); 6) Inggris Raya: US$3,73 triliun (Rp60 kuadriliun); 7) Prancis: US$3,28 triliun (Rp53 kuadriliun); 8) Italia: US$2,46 triliun (Rp40 kuadriliun); 9) Kanada: US$2,33 triliun (Rp37 kuadriliun); 10) Brasil: US$2,31 triliun (Rp37 kuadriliun). Sedangkan nomor 15 yakni Indonesia: US$1,49 triliun (Rp24 kuadriliun). Selain itu, Majalah Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di dunia tahun 2025.
Pada tahun ini, jumlah miliarder global mencapai rekor tertinggi dengan total 3.028 orang, meningkat 247 orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain bertambah dari segi jumlah, total kekayaan para miliarder juga mengalami lonjakan signifikan, mencapai 16,1 triliun dollar AS atau sekitar Rp 266.616 triliun (kurs Rp 16.560 per dollar AS). Angka itu naik hampir 2 triliun dollar AS dari tahun 2024.
Amerika Serikat masih menjadi negara dengan jumlah miliarder terbanyak, yakni 902 orang. China, termasuk Hong Kong, menempati posisi kedua dengan 516 miliarder, disusul India dengan 205 miliarder.
Maka India, diyakini akan menjadi negara semakin besar dan maju, peradaban dan kejayaan Sanatana Dharma bisa bangkit kembali.
Berikut ini adalah daftar 10 orang terkaya di dunia per April 2025 menurut Forbes: 1) Elon Musk: 340,4 miliar dollar AS, 2) Jeff Bezos: 206,9 miliar dollar AS, 3) Mark Zuckerberg: 199,3 miliar dollar AS, 4) Larry Ellison: 175 miliar dollar AS, 5) Warren Buffett: 165 miliar dollar AS, 6) Bernard Arnault: 161,1 miliar dollar AS, 7) Larry Page: 129,3 miliar dollar AS, 8) Sergey Brin: 123,9 miliar dollar AS, 9) Amancio Ortega: 114,4 miliar dollar AS, 10) Steve Ballmer: 114,1 miliar dollar AS.
Industri Teknologi dan Ritel masih mendominasi Seperti tahun-tahun sebelumnya, industri teknologi masih mendominasi daftar orang terkaya dunia.
Dari 10 besar, enam miliarder berasal dari sektor ini, termasuk pendiri perusahaan raksasa, seperti Meta, Amazon, Google, dan Microsoft.
Selain itu, sektor fashion dan ritel juga tetap kuat. Bernard Arnault, pemilik konglomerasi LVMH yang menaungi merek-merek mewah seperti Louis Vuitton dan Sephora, bertahan di posisi lima besar dengan kekayaan mencapai 178 miliar dollar AS (sekitar Rp 2.948 triliun).
Sementara itu, Konsul Jenderal Dr. Shashank Vikram beraudiensi dengan Gubernur Bali Dr Wayan Koster untuk berdiskusi secara konstruktif mengenai penguatan kerja sama bilateral antara India dan Bali di Denpasar, Selasa (25/3).
Konsul Jenderal India di Bali Dr. Shashank Vikram beraudiensi dengan Gubernur Bali Dr Wayan Koster untuk berdiskusi secara konstruktif mengenai penguatan kerja sama bilateral antara India dan Bali.
Pertemuan tersebut difokuskan pada bidang-bidang utama kerja sama, termasuk pendidikan, pariwisata, perdagangan, dan investasi, dengan penekanan pada pengembangan pertumbuhan ekonomi dan kemitraan strategis.
Kedua belah pihak menegaskan kembali komitmen mereka untuk mempererat hubungan dan mengeksplorasi peluang baru untuk pembangunan bersama. Pada kesempatan itu, Konjen India di Bali DR Shashank menyerahkan cindera mata buku "Modi @20:Dreams Meet Dilevery".
Buku Modi@20: Dreams meet Delivery diluncurkan pada 11 Mei 2022 di Vigyan Bhawan di New Delhi oleh Wakil Presiden M. Venkaiah Naidu. Buku itu diterbitkan oleh Rupa Publications.
Buku itu merupakan kumpulan dua puluh satu bab yang ditulis oleh dua puluh dua pejabat tinggi dari Menteri Dalam Negeri Amit Shah hingga Penasihat Keamanan Nasional Ajit Doval dan Sudha Murty.
Buku berkisah tentang perjalanan politik Perdana Menteri Narendra Modi selama dua puluh tahun, pertama sebagai kepala menteri Gujarat sebanyak tiga kali dan kemudian sebagai Perdana Menteri India sebanyak dua kali. Ia mengabdi kepada negara baik di tingkat negara bagian maupun nasional.
Buku secara mendalam dan memuat detail yang sangat rinci tentang kemajuan negara ini dan terdiri dari perjalanan seorang pria, yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk rakyat negara.
Narendra Modi adalah tomoh yang visioner, yang tidak pernah menghadapi kegagalan karena visinya, perencanaan jangka panjang, dan pria yang menepati kata-katanya.
Pada tahun 2021, Narendra Modi menyelesaikan dua puluh tahun berturut-turut sebagai kepala pemerintahan dan buku ini berisi pencapaian Modi, transformasi fundamental Gujarat di tingkat negara bagian dan pembangunan India di tingkat nasional karena model pemerintahan Modi yang unik.
Sebelumnya, Forum Perdagangan dan Bisnis India-Bali Pertama 2025 mempertemukan para pemimpin industri dan pembuat kebijakan yang diselenggarakan di Bali, tanggal 12 Maret.
Forum tersebut membahas perkembangan perdagangan dan investasi, energi terbarukan, ekspor-impor, dan pengembangan keterampilan.
Acara digelar setelah keberhasilan kunjungan kerjasama peradangan antara India dan Indonesia. Acara itu dihadiri Presiden Prabowo ke India pada tanggal 25-26 Januari 2025, KADIN Indonesia dan Kedubes India Susun Substansi Kemitraan Ekonomi. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto diterima langsung oleh Perdana Menteri India, Narendra Modi.
Forum Perdagangan dan Bisnis India-Bali dipimpin oleh Konjen India di Bali DR Shashank Vikram bekerja sama dengan Institut Arthashastra milik Satish Mishra, acara tersebut dihadiri oleh Invest India dan Ketua Umum KADIN Bali Made Ariandi.
Invest India juga berpartisipasi dalam pertemuan tersebut dan memberikan wawasan tentang peluang investasi di India. Sebuah langkah maju dalam membina kerja sama bisnis yang lebih kuat antara kedua negara.
Ketua Umum KADIN Bali Made Ariandi yang merupakan sahabat baik Presiden Prabowo ikut pula bersama KADIN Indonesia ke India.
Ariandi merasa optimis hubungan India dengan Bali (Indonesia) semakin baik. Peluang kerjasamanya besar. Presiden Prabowo memiliki banyak inspirasi dari India, khususnya dalam menyiapkan generasi emas Indonesia 2045.
Selain itu, pihaknya bersama Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty sudah bertemu dengan PJ Gubernur Bali, S.M. Mahendra Jaya di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, pada Selasa (6/08/2024).
Dimana India, sebagai penyumbang wisatawan terbesar kedua ke Bali, semakin memperkuat kerjasama budaya dengan Bali. Salah satu langkah utamanya adalah menggelar berbagai kegiatan dan festival budaya bertema India di Bali.
Dimana India, sebagai penyumbang wisatawan terbesar kedua ke Bali, semakin memperkuat kerjasama budaya dengan Bali. Salah satu langkah utamanya adalah menggelar berbagai kegiatan dan festival budaya bertema India di Bali.
Dalam audiensi tersebut, Dubes Sandeep Chakravorty menjelaskan bahwa India telah aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kebudayaan di Bali, baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah Bali maupun oleh Konjen India sendiri. “Tahun ini (Tahun 2024-red), kami juga berpartisipasi dalam perhelatan PKB,” katanya. (GAB/001)