Berbicara Gandhian Values dan Relevansi bagi Generasi Muda dan Wanita di Hans Raj Mahila Maha Vidyalaya, Jalandar Punjab
Admin - atnews
2025-04-12
Bagikan :
Ida Rsi Putra Manuaba (ist/Atnews)
India (Atnews) - Ida Rsi Putra Manuaba berbicara Gandhian Values dan relevansinya bagi generasi muda dan wanita maju di masa depan di Hans Raj Mahila Maha Vidyalaya, Jalandar Punjab.
Ida Rsi Putra Manuaba dalam program TitiBanda Shantisena Sanggamnya di beberapa Kampus besar Punjab memberikan Global Monologue Seriesnya tentang Gandhian Values dan Relevansinya saat ini untuk Pemuda di Kampus Wanita yang akan genap berusia 100 tahun ini sekaligus menampilkan Tari Bali oleh Cinta Savitri, Yuda Ramadika dan Wira Arya yang juga mengambil Short Couse nya di Patanjala Yoga Kendra Rshikesh dan Lovely Profesional University Jalndhar Punjab sehingga ide Melali Metimpal Metimpal Meyadnya makin nyata bagi Shantisena membangun jaringan Global Network-nya.
Ida Rsi Putra Manuaba Agus Indra Udayana peraih International Jamnalal Bajaj Award 2011 dan Padmashri Award dari Presiden India 2020.
Dalam Ceramahnya yang dihadiri 300 an mahasiswi menyampaikan hidup tidak hanya untuk pemenang, tetapi juga untuk yang kalah. Biasanya orang hanya berpikir dan berbicara tentang kesuksesan dan pencapaian mereka.
Namun, untuk mencapai kesuksesan yang nyata dan langgeng, perlu memperhatikan dan memikirkan tentang kegagalan kita juga. "Kita suka mengambil pujian untuk pencapaian kita, berpikir bahwa itu karena efisiensi dan kemampuan kita, sementara kita menyalahkan rekan kerja dan orang lain untuk kegagalan kita. Sifat manusia untuk mengklaim bahwa orang lain bertanggung jawab atas kegagalan kita, mengatakan bahwa jika mereka hanya mendengarkan saran kita, semuanya akan baik-baik saja. Semua ini disebabkan oleh sikap kita yang salah tentang kegagalan," ujarnya.
Fakta bahwa seseorang telah mengalami kegagalan membuktikan bahwa dia telah mengambil tantangan, bahwa dia telah berani.
Setiap tindakan memberikan tantangan. Belajar mengemudi, mendaki gunung, menulis ujian, memancing laut dalam, atau bahkan anak kecil belajar berjalan adalah tantangan.
Dalam setiap tugas, ada sejumlah petualangan yang terlibat. Setiap kali tugas diambil, kesuksesan dan kegagalan mengikuti seperti bayangan.
"Jadi, kadang-kadang kita berhasil, dan kadang-kadang kita gagal. Kita tidak boleh takut akan kegagalan. Jika kita takut, kita tidak akan pernah berhasil, kita tidak akan mendapatkan apa-apa dari hidup. Oleh karena itu, kita harus mendorong dan mendukung mereka yang kalah sebagai pelajaran hidup," ujarnya.
Ia mendorong seseorang untuk menginspirasi mereka dan menghilangkan rasa takut akan kegagalan.
Dalam olahraga dan permainan, yang kalah sering diberikan hadiah penghiburan, yang dimaksudkan untuk mendorong mereka. Dorongan sangat bermanfaat dalam setiap cara.
Dunia milik yang kalah maupun yang menang. Mengetahui hal ini, kita harus memaafkan dan bersabar dengan mereka yang gagal. Kita harus memberikan mereka setiap kesempatan untuk mencoba lagi. Bersabar dan memaafkan seperti menerapkan gemuk pada mesin.
Kesabaran dan pengampunan mendorong seseorang untuk maju dengan kekuatan yang diperbarui.
Efek dari kesabaran seperti kekuatan gravitasi, yang, meskipun tidak terlihat, dialami oleh semua orang. "Mari kita berikan mereka yang telah gagal setiap kesempatan untuk mencoba lagi dan lagi. Jangan menulis siapa pun karena mereka mungkin telah gagal sekali, karena itu akan menjadi kegagalan yang lebih besar di pihak kita," imbuhnya.
Kesempatan harus tersedia tidak hanya untuk yang menang, tetapi juga untuk yang kalah. Saat ini, hanya yang menang yang diberikan pengakuan, sementara yang kalah sering diejek.
"Namun, alih-alih mengejek yang kalah, pihaknya harus mendorong mereka. Orang-orang bersemangat hanya jika mereka diberikan dorongan yang mereka butuhkan," tutup Ida Rsi Putra Manuaba di tahun ini hampir berbicara di 20 kampus besar di India 9 April 2025 . (GAB/001)