Klungkung (Atnews) - Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Dapil Bali Tutik Kusuma Wardhani meminta kepada masyarakat untuk tidak percaya saja jika ada informasi yang kurang baik terhadap program pemerintah tentang Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini dikatakan Tutik saat mengadakan sosialisasi MBG dihadapan masyarakat Desa Adat Batukandik Kecamatan Nusa Penida Kabupaten Klungkung, Sabtu (7/6).
"Program pemerintah ini sangat baik dan jangan percaya kalau ada yang menjelekkan program MBG ini," tegas Tutik Kusuma Wardhani Komisi IX dari Partai Demokrat.
Ia juga menjelaskan sangat bangga bisa bertatap muka langsung dengan masyarakat desa Batukandik Nusa Penida dalam kegiatan ini dengan menggandeng Badan Gizi Nasional (BGN).
Tutur Tutik, masyarakat yang sehat cerdas dan bahagia menjadi tujuan dari pemerintah melalui pemenuhan gizi yang seimbang. Selain juga untuk menekan jumlah angka gizi buruk atau stunting di masyarakat.
Dengan adanya program MBG anak-anak khususnya akan tumbuh menjadi anak yang sehat cerdas dan kuat.
" Kedepan agar masyarakat Nusa Penida seluruhnya menjadi warga yang cerdas sehat bahagia," pungkas Tutik. Sembari berharap di Nusa Penida perlu ada dapur yang menyiapkan makanan bergizi untuk anak-anak mulai dari bayi dan Ibu hamil.
Saat ini di Kabupaten Klungkung baru ada satu dapur yang menyiapkan makanan bergizi ini.
Sementara itu, Bendesa Desa Adat Batukandik I Putu Asta Semara memberi apresiasi atas kehadiran anggota DPR RI Dapil Bali Ibu Tutik Kusuma Wardhani di Desa Adat Batukandik guna bisa bertatap muka langsung dengan warganya.
Ia pun berharap apa yang menjadi aspirasi warganya bisa diperjuangkan di pusat. Saat ini masalah infrastruktur meliputi jalan air minum dan listrik termasuk internet menjadi kendala utama yang dihadapi warganya.
"Apa yang menjadi kendala warga kami selama ini supaya Ibuk Tutik dapat membantu kami memperjuangkannya di pusat," ungkap Asta Semara.
Desa Adat Batukandik memiliki 8 Banjar adat dengan jumlah penduduk mencapai 582 KK. Sebagian besar mata pencaharian penduduk sebagai petani. Penghasilan utamanya seperti jagung, singkong dan kacang kacangan.
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Perwakilan BGN pusat Bapak Muhammad Halim. Pengurus Wanita Tani Indonesia (WTI) Bali serta undangan lainnya. (Mur).
.