Klungkung (Atnews) - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Dapil Bali Tutik Kusuma Wardhani mengaku merasa sangat bahagia sekali bisa datang langsung bertatap muka dengan masyarakat Nusa Penida dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi yang dilaksanakannya di Kecamatan Nusa Penida Kabupaten Klungkung, Sabtu (7/6).
Menurut Tutik Kusuma Wardhani, sosialisasi dan edukasi yang dilaksanakan ini diharapkan bisa nanti menambah wawasan lebih atau pengetahuan masyarakat Nusa Penida khususnya menjadi lebih luas.
Sehingga ke depan masyarakat Nusa Penida bisa mengambil sikap apa yang mesti dilakukannya untuk menyongsong Indonesia emas ini.
Dalam kegiatan sosialisasi ini pihaknya menggandeng tiga lembaga pemerintah yang menjadi mitra kerjanya di Komisi IX.
Materi sosialisasi dan edukasi yang disampaikan menyangkut masalah kesehatan, kependudukan dan ketenagakerjaan.
Dibidang kesehatan, masyarakat perlu edukasi cara hidup sehat dengan selalu mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Terutamanya untuk Balita, anak sekolah dan Ibu hamil. Sehingga anak anak menjadi lebih cerdas dan sehat.
Dibidang kependudukan, masyarakat perlu diberi pengetahuan tentang batas usia perkawinan guna menekan jumlah anak yang terlalu banyak dalam satu keluarga. Karena hal ini dapat menurunkan kualitas penduduk itu sendiri. Seperti terjadinya kekurangan gizi, dll.
Dibidang gizi masyarakat perlu mendapatkan pemahaman agar mengkonsumsi makanan yang sehat dan mengandung cukup gizi.
Mengingat sekarang ini banyak makanan dan minuman dalam kemasan jika dikonsumsi oleh anak-anak secara terus menerus bisa mengganggu kesehatan anak itu sendiri.
"Ternyata di pulau Nusa penida ini jarang sekali ada edukasi atau penyampaian informasi seperti ini," ucap Tutik.
Ketiga informasi yang disampaikan ini pun betul-betul dirasakan manfaatnya.
"Mungkin mereka itu jarang sekali mendapatkan informasi seperti ini. Sehingga interaktif kami sebagai anggota DPR bersama masyarakat disini sangat akrab," sambung Tutik.
Ia juga menyatakan, pulau Nusa Penida sudah banyak kedatangan wisatawan mancanegara dan akan menjadi daerah tujuan wisata.
Untuk itu pihaknya mengaku sangat berkeinginan agar sumber daya yang ada di Nusa Penida harus sudah disiapkan sebagaimana layaknya daerah tujuan wisata.
Oleh sebab itu, masyarakat juga harus bisa memanfaatkan lahan yang belum produktif agar menjadi produktif. Terutamanya untuk persiapan bahan baku restoran dan hotel seperti bahan baku makanan itu tidak harus semua didatangkan dari luar Nusa Penida. Tetapi juga bisa dihasilkan oleh petani di Nusa Penida. Mengingat daerah ini banyak menghasilkan kacang-kacangan, singkong jagung dan lainnya.
"Itulah sebabnya kedatangan saya hadir ke sini guna memberikan edukasi tentang pertanian," pungkasnya.
Khusus untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) menurut Tutik Kusuma Wardhani, masyarakat Nusa Penida tentu juga sangat mengharapkan.
Oleh sebab itu pihaknya pun berharap di Nusa Penida ada dapur yang bisa ditempatkan. Kalau semua disuplay oleh dapur yang ada di Klungkung jadinya kurang efisien bagi penerima manfaat.
"Untuk suksesnya program MBG di sini harus ada dapur satu," demikian Tutik Kusuma Wardhani.
Hadir pula Kepala Perwakilan BKKBN Bali dr.Luh Gede Sukardiasih dan KA BPOM Bali Dra.I Gusti Ayu Adhi Aryapatni. (Mur).