Banner Bawah

Menbud Fadli Zon Kunjungi ARMA The Living Museum, Siap Dukung WCF 2025 di Bali

Admin - atnews

2025-06-09
Bagikan :
Dokumentasi dari - Menbud Fadli Zon Kunjungi ARMA The Living Museum, Siap Dukung WCF 2025 di Bali
Menbud Fadli Zon (ist/Atnews)

Denpasar (Atnews) -  Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mengunjungi Museum Seni Agung Rai atau Agung Rai Museum of Art (ARMA) di Ubud, Bali, Minggu (8/6).

Ia meninjau pameran tetap museum dan pameran temporer yang tengah berlangsung.

Kehadiran Menbud Fadli di tengah-tengah Pameran seni rupa bertaraf internasional bertajuk ROOTS - Seratus Tahun Walter Spies di Bali atau "ROOTS - One Hundred Years of Walter Spies in Bali" yang akan digelar di Museum ARMA, Ubud, pada 24 Mei hingga 14 Juni 2025.

Dengan menampilkan 100 karya lebih, pameran mengajak Made Bayak, seorang seniman dari Tampaksiring dan Gus Dark asal Karangasem, Ilustrator dan Aktivis Sosial Bali.

Pameran itu, kelanjutan dari presentasi sebelumnya di Kulturstiftung Basel H. Geiger (KBH.G), Basel, Swiss, pada 30 Agustus hingga 17 November 2024.

Fadli Zon disambut hangat Pendiri ARMA Museum Anak Agung Gde Rai dikenal Agung Rai, Budayawan Putu Suasta yang juga Alumni UGM dan Cornell University, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Putu Supadma Rudana ,Koordinator Pameran 100 th Walter Spes Yuda Bantono.

Menurut Menbud, ARMA dikenal The Living Museum merupakan salah satu museum seni rupa terkemuka di Bali mempersentasikan sejarah rupa Bali dan penting untuk memperkuat kolaborasi dan inovasi dalam mengembangkan museum lebih edukatif, komprehensif dan terintegrasi.

Pada kesempatan itu dalam akun media sosial resminya,  Menhub Fadlizon memberikan apresiasi terhadap peran museum dalam pelestarian budaya.

Gung Rai dan para pelaku seni lainnya telah memperjuangkan berbagai ekspresi seni sebagai identitas bangsa.

Museum ARMA, yang diresmikan oleh Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI) pada 9 Juni 1996, memiliki koleksi yang beragam, mulai dari karya tradisional hingga kontemporer.

Koleksi tersebut mencakup lukisan Kamasan klasik di kulit pohon, mahakarya seniman Batuan dari era 1930-an dan 1940-an, serta satu-satunya karya seniman Jawa abad ke-19, Raden Saleh dan Syarif Bustaman, yang dapat dilihat di Bali.
Lebih dari sekadar memamerkan lukisan

ARMA dibangun seluas 7,5 hektar, di daerah Ubud, Bali yang baru meraih peringkat ketiga dalam daftar 25 Kota Terbaik di Dunia 2022 (The 25 Best Cities in the World) versi majalah perjalanan asal Amerika Serikat, Travel Leisure.

Mendunianya nama Ubud dan Bali, menjadi modal utama ARMA dikenal wisatawan dan penggiat seni dari seluruh dunia.

Agung Rai mengungkap ARMA merupakan salah satu museum seni rupa di Bali yang menyimpan berbagai koleksi lukisan yang berasal dari pelukis-pelukis ternama baik dari dalam negeri maupun mancanegara. 

Koleksi museum berkisar dari tradisional hingga kontemporer, termasuk lukisan Kamasan klasik pada kulit pohon, karya-karya seniman batuan tahun 1930-an dan 1940-an dan satu-satunya karya yang dapat dilihat di pulau Bali oleh seniman Jawa abad ke-19 adalah karya dari Raden Saleh.

Koleksi dari pelukis Bali yang menonjol adalah karya-karya I Gusti Nyoman Lempad, Ida Bagus Made, Anak Agung Gede Sobrat dan I Gusti Made Deblog.

Sementara untuk pelukis asing adalah dari seniman yang tinggal dan bekerja di Bali seperti Willem Gerard Hofker, Rudolf Bonnet, dan Willem Dooijewaard. 

Karya-karya pelukis Jerman Walter Spies memiliki tempat khusus dalam koleksi karena kontribusinya yang penting untuk pengembangan seni Bali.

Gedung-gedung yang ada di area museum didesain dengan gaya arsitektur tradisional Bali dengan dominasi material lokal. ARMA memadukan seni yang narutal berdampingan dengan alam dan manusia.  Berdiri kokoh di tengah pepohonan, air mancur, dan kolam serta landskap sawah.

Selain sebagai museum seni lukis, Museum ARMA juga menampilkan pertunjukan tari dan teater serta pameran dari seniman karya masyarakat Bali, Indonesia, dan seniman asing. Pengunjung juga bisa melihat proses pembuatan karya di bengkel budaya dan melihat koleksi buku-buku yang ada di perputakaan.

Bahkan dilengkapi dengan penginapan, restoran termasuk wisatawan diajak bertani, menanam padi. Hal itu sebagai bentuk momen langka. Biasanya tiga bulan pasca menanam, mereka datang lagi menengok tanaman padinya, bahkan ada sampai panen.

Agung Rai tidak pernah diam, namun terus melakukan inovasi dan terobosan, termasuk dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Pengabdiannya sebagian besar hidupnya untuk mempopulerkan, melestarikan dan mengembangkan seni budaya Indonesia. 

Untuk itu, ARMA Museum mendukung penuh penyelenggaraan World Culture Forum (WCF) 2025 yang akan digelar di Bali pada September mendatang. 

Forum itu merupakan bentuk pelaksanaan amanat konstitusi, khususnya Pasal 32 Undang-Undang Dasar 1945, tentang komitmen negara dalam memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia. 

Forum ini akan mempertemukan para menteri kebudayaan, pemimpin pemikiran global, seniman, dan pelaku budaya dari berbagai negara. Dengan tema ‘Culture for the Future’, WCF 2025 akan menjadi ruang kolaborasi internasional untuk memperkuat diplomasi budaya, pelestarian warisan, dan inovasi lintas sektor

Apalagi, ARMA pun pernah dikunjungi tokoh-tokoh besar dunia dan nasional yaknk Ratu Elizabet, Sir Charles Spencer Chaplin KBE (Pelawak, Sutradara, dan Komposer Film) dari Inggris, Walter Spies (Pelukis, Perupa, dan juga Pemusik Jerman-Indonesia), Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama.

Selain itu, ARMA Museum yakni Mick Jagger, vokalis The Rolling Stones, Desmond Tutu, peraih Nobel Perdamaian dari Afrika Selatan. 

Begitu juga bintang Hollywood sekaligus penulis buku anak-anak Jamie Lee Curtis, seorang astronot Amerika Serikat Edgar Mitchell.

Disamping itu, Presiden Indonesia yang masih menjabat kala itu, yakni BJ Habibie hingga SBY.  Tokoh nasional lainnya, seperti Prabowo Subianto yang kini Presiden RI ke-8, mantan Wakil Presiden Adam Malik, mantan Ketua MPR Harmoko, mantan Menparpostel Joop Ave, Agung Laksono, Wardiman Djojonegoro dan yanv lainnya.

Bahkan di ARMA terdapat patung Pedamba Perdamain Dunia (Dreamer of World Peace) Chinmoy Kumar Ghose, lebih dikenal sebagai Sri Chinmoy merupakan seorang sastrawan dan seniman asal New York, yang menginpirasi banyak orang, untuk menciptakan kedamaian.

Sri Chinmoy juga seorang master spiritual India yang mengajarkan meditasi di negara-negara Barat setelah berpindah ke New York City pada 1964. Chinmoy mendirikan pusat meditasi pertama-nya di Queens, New York, dan saat ini memiliki ratusan murid di 60 negara. 

Ia juga mengingatkan Ubud berkembang hingga saat ini tidak terlepas dari peran seniman dari berbagai pihak melakukan promosi wisata Unud ke dunia.

Diantaranya Walter Spies, Rodolf Bonnet, Arie Smith maupun dari Ubud yakni I Gusti Nyoman Lempad.

Untuk itu, Agung Rai pun mengusulkan agar nama-nama tersebut diabadikan dalam bentuk nama-nama jalan raya di daerah Ubud.

Hal itu sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya. Sekaligus diyakini akan menjadi promosi internasional.

Sedangkan, Budayawan Putu Suasta manyambut baik kedatangan Menbud Fadli Zon memberikan apresiasi ARMA Museum.

Dedikasi Gung Rai diharapkan menjadi inspirasi dan teladan masa depan. Maka ARMA Museum siap menerima tamu VVIP, khususnya WCF 2025. 

Diharapkan Indonesia memperkuat diplomasi kebudayaan Indonesia, karena budaya sebagai diplomasi softpower. 

Pada kesempatan itu juga, pihaknya akan menyambut kerjasama Menbud Fadli Zon dengan Menteri Urusan Luar Negeri India, Dr. Subrahmanyam Jaishankar. 

Pertemuan itu menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama budaya, solidaritas negara-negara selatan global (global south), serta hubungan bilateral kedua negara.

Pertemuan itu dilakukan di sela-sela pelaksanaan WAVES (World Audiovisual and Entertainment) Summit 2025 di Mumbai, India beberapa waktu lalu.

Maka dari itu, Suasta berharap hubungan India dengan Indonesia, khususnya Bali agar semakin diperkuat. Karena memiliki kesamaan budaya dan warisan bersama antara dua peradaban besar.

Apalagi Pemerintah India memberikan tawaran untuk ikut membantu restorasi dan revitalisasi kompleks Candi Prambanan yang akan jadi pusat tempat suci Hindu di tanah air dan dunia sebagaimana diumumkan Perdana Menteri Narendra Modi dalam konferensi pers bersama Presiden Prabowo pada Januari lalu. (GAB/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Wagub Cok Ace Minta  Anggota PHRI Bali Implementasikan  Pergub 

Terpopuler

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Soroti Kasus Kekerasan Anak, Seniasih Giri Prasta Tekankan Pentingnya Ikatan Emosional Orang Tua dan Anak

Soroti Kasus Kekerasan Anak, Seniasih Giri Prasta Tekankan Pentingnya Ikatan Emosional Orang Tua dan Anak

Dugaan Kekerasan Terhadap Anak, Pengelola Panti Asuhan di Desa Jagaraga, Buleleng, Bali Ditahan Polisi

Dugaan Kekerasan Terhadap Anak, Pengelola Panti Asuhan di Desa Jagaraga, Buleleng, Bali Ditahan Polisi

Ribuan Siswa Kodiklatal Gelar Lattek Wira Jala Yudha, dan Aksi Bersih Pantai di Pantai Mertasari Sanur Denpasar Bali

Ribuan Siswa Kodiklatal Gelar Lattek Wira Jala Yudha, dan Aksi Bersih Pantai di Pantai Mertasari Sanur Denpasar Bali