Banner Bawah

Warga Khawatir Risiko Terminal LNG Sidakarya, Berjarak 500 Meter dari Pulau Serangan

Admin - atnews

2025-06-17
Bagikan :
Dokumentasi dari - Warga Khawatir Risiko Terminal LNG Sidakarya, Berjarak 500 Meter dari Pulau Serangan
Ilustrasi LNG (ist/Atnews)

Denpasar (Atnews) – Warga Serangan I Wayan Patut mengkhawatirkan berbagai risiko apabila terminal atau pangkalan Liquefied Natural Gas (LNG) Apung Sidakarya ketika dibangun di kawasan yang hanya berjarak 500 meter dari Pulau Serangan.

Menurutnya, jarak ideal untuk membangun pangkalan energi gas itu berada di laut lepas sejauh 5 km dari Pulau Serangan. Ia menambahkan, pemerintah sebelumnya berencana melokasikan floating Liquefied Natural Gas ini sejauh 4 km.

“Risiko yang bisa saja terjadi adalah kebakaran dan dampaknya bukan saja di Pulau Serangan saja, tapi pulau reklamasi di sekitar kawasan,” jelas Wayan Patut saat menghadiri diskusi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Denpasar, Senin, 16 Juni 2025.

Selain itu, industri untuk mewujudkan Bali mandiri energi itu juga mengancam vegetasi yang hidup di areal sekitar. Selama ini, Pulau Serangan identik sebagai pulau penyu. Ada sejumlah penyu yang hidup dan berkembang biak di kawasan pulau yang ada di Denpasar itu.

“Di mana penyu itu lahir di situ pula penyu itu akan kembali untuk berkembang biak,” kata Wayan Patut.

Selain itu, kehidupan bawah laut seperti terumbu karang juga terancam rusak saat melakukan griding atau pengerukan di perairan dangkal. Terumbu karang itu menurut Patut, selama ini memberikan manfaat ekonomi untuk warga pesisir di pulau tersebut.

Estimasinya, areal seluas 1 meter persegi mampu menghasilkan profit ekonomi sebesar Rp1 juta. Selain itu, di situ juga menjadi kawasan konservasi hutan mangrove sekaligus kawasan suci yang seharusnya tetap terjaga.

“Kalau ada pengerukan akan ada perubahan gelombang laut, bisa kita bayangkan dampak perubahan lingkungan yang terjadi,” ujarnya.

Ia menambahkan, persoalan lain yang muncul yakni lalu lalang kapal tanker yang mengangkut LNG. Wayan Patut mengatakan, kapal tanker itu diperkirakan sepanjang 310 meter dengan lebar.

Dikatakan, alur laut di Pulau Serangan saat surut tidak sampai 500 meter, sehingga tidak memungkinkan kapal mencari haluan. Sedangkan, luas areal untuk mendapatkan haluan yang cukup membutuhkan areal 750 meter.

“Kami tidak anti Pembangunan tapi dampak yang kami khawatirkan sangat besar, termasuk bagaimana kami harus menghidupi kegiatan adat yang ada di desa,” jelas Wayan Patut.

Dalam talkshow pariwisata bertajuk "Menakar Dampak Pangkalan LNG terhadap Pariwisata Kota Denpasar" itu hadir sejumlah narasumber antara lain, Guru Besar Pariwisata Universitas Udayana, Prof. Dr. Drs. I Nyoman Sunarta, MSi.

Sunarta memandang, banyak hal yang harus dipikirkan secara luas tentang Bali. LNG hanya masalah kecil untuk menunjukkan kualitas Pembangunan di Pulau Dewata. Tapi ia menegaskan satu hal bahwa Bali harus menjadi laboratorium hidup. (GAB/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Panglima TNI Ziarah dan Tabur Bunga di TMP Seroja Timor Leste

Terpopuler

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

Soroti Kasus Kekerasan Anak, Seniasih Giri Prasta Tekankan Pentingnya Ikatan Emosional Orang Tua dan Anak

Soroti Kasus Kekerasan Anak, Seniasih Giri Prasta Tekankan Pentingnya Ikatan Emosional Orang Tua dan Anak

Dugaan Kekerasan Terhadap Anak, Pengelola Panti Asuhan di Desa Jagaraga, Buleleng, Bali Ditahan Polisi

Dugaan Kekerasan Terhadap Anak, Pengelola Panti Asuhan di Desa Jagaraga, Buleleng, Bali Ditahan Polisi

Ribuan Siswa Kodiklatal Gelar Lattek Wira Jala Yudha, dan Aksi Bersih Pantai di Pantai Mertasari Sanur Denpasar Bali

Ribuan Siswa Kodiklatal Gelar Lattek Wira Jala Yudha, dan Aksi Bersih Pantai di Pantai Mertasari Sanur Denpasar Bali