Apresiasi Sugawa, Gung Cok: Dinakhodai Demer untuk Golkar Solid, Indonesia Maju, Bali Jayanti
Admin - atnews
2025-07-14
Bagikan :
Anak Agung Bagus Tri Candra Arka (ist/Atnews)
Denpasar (Atnews) Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bali Anak Agung Bagus Tri Candra Arka dikenal Gung Cok yang juga Ketua Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD Golkar Kabupaten Badung mengucapkan selamat dan sukses kepada Anggota DPR RI Dapil Bali yang juga Politikus Senior Golkar Gde Sumarjaya Linggih yang dikenal Demer yang menakhodai Golkar Bali.
Demer yang juga Mantan Ketua KADIN Bali menggantikan I Nyoman Sugawa Korry resmi dinakhodai Golkar Bali 2025-2030 pada acara Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Bali dengan tema "Golkar Solid, Indonesia Maju, Bali Jayanti".
Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPP Golkar Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan, Zulfikar Arse Sadikin saat memimpin Musda Golkar Bali di Denpasar, Minggu (13/7/2025).
Sedangkan acara Musda Golkar Bali dibuka Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar Muhammad Sarmuji, yang juga Ketua Fraksi Golkar DPR RI, hadir mewakili Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
Diharapkan Demer mampu membawa Golkar Bali dengan strategi baru dalam menghadapi Pemilu mendatang pasca Pilpres, Pileg dan Pilkada Serentak 2024.
"Bapak Demer sudah dikenal lama dengan basic seorang pengusaha, senior HIPMI dan KADIN. Bahkan beberapa organisasi lainnya juga ada sama Beliau (Demer-red)," ungkap Gung Cok yang juga Anggota DPRD Bali.
Dengan latar belakang pengusaha, diyakini bisa mengabdi all out kepada Golkar Bali dalam mewujudkan "Golkar Solid, Indonesia Maju, Bali Jayanti" apalagi sudah pengalaman sebagai DPR RI.
Dalam memajukan Golkar Bali, sudah saat merangkul semua kader Golkar dan hadir di tengah masyarakat Bali, di tengah berbagai persoalan yang dibadapi baik macet, sampah, jalam rusak hingga kenakalan turis.
Pada kesempatan itu juga, Gung Cok juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Ketua DPD Partai Golkar Bali periode 2020-2025, Dr. Nyoman Sugawa Korry, atas keputusan besarnya untuk tidak maju dalam pemilihan Ketua Golkar Bali periode 2025-2030.
Bahkan sikap tersebut dinilai sebagai bentuk jiwa besar dan komitmen untuk menjaga soliditas partai di tengah dinamika politik internal menjelang Musda XI DPD Partai Golkar Provinsi Bali.
Dengan mundurnya Sugawa Kory, Gede Sumarjaya Linggih akhirnya menjadi calon tunggal Ketua DPD Partai Golkar Bali.
Ketua DPD Partai Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Kory, dalam sambutan pembukaan Musda XI Golkar Bali menegaskan keputusannya diambil demi soliditas partai.
"Melalui kesempatan ini saya, Nyoman Sugawa Kory, menyatakan tidak maju sebagai Ketua Umum. Pertimbangan saya, Golkar harus solid dan Golkar harus maju. Tidak ada partai yang bisa maju atau menang tanpa soliditas. Soliditas adalah tujuan kami. Kader Golkar sejati diajarkan mementingkan partai di atas kepentingan diri sendiri," ujarnya di hadapan forum Musda.
Sugawa juga mengajak seluruh kader untuk mendukung hasil Musda XI dan memperkuat kebersamaan demi kemenangan Golkar di Bali.
Bahkan Sugawa Korry memberikan pesan dari Itihasa Mahabharata dalam mengedepankan Dharma dan mengutamakan kepentingan partai.
Dengan menceritakan ketika percakapan Sri Krisna dengan Gatotkaca dalam perang Mahabharata. Upaya itu agar Prabu Sri Krisna menginginkan kemenangan sempurna bagi pihak Pandawa dalam perang Bharatayudha.
Beliau takut dengan panah andalan Karna yang bernama Kunta. Kunta adalah senjata pemberian Dewa Indra. Panah tersebut merupakan senjata yang maha ampuh, tidak ada senjata yang lebih hebat dari Kunta.
Tapi sayang Panah Kunta hanya bisa digunakan sekali. Rencana Karna untuk menggunakan Panah Kunta untuk menghadapi Arjuna. Tetapi melihat Gatotkaca begitu perkasa menghancurkan pasukan Kurawa. Maka tugas Gatotkaca menghalau Karna sehingga senjata Kunta tidak digunakan kepada Arjuna.
Sementara itu, Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji juga memberikan pesan Mahabharata.
Mengingat dinamika Golkar berjalan panjang. Dimana Musda XI yang semula hampir terjadi arena pertempuran head to head antara Sugawa Korry (petahana) dengan Gede Sumarjaya Linggih (anggota DPR RI) memperebutkan kursi Ketua DPD Partai Golkar Bali 2025-2030.
Dengan pernyataan mundurnya Sugawa Korry tidak menjadi calon Ketua DPD Golkar Bali, maka tidak lagi ada pertmepuran sengit head to head.
Sarmuji pun mengungkap kisah getir ketika Arjuna meletakkan busurnya, enggan memanah karena lawannya adalah saudaranya sendiri pada perang Mahabharata. “Sebelum busur Arjuna direntangkan, sebelum anak panah Pasopati dibiarkan, mari kita jaga agar perang itu tidak terjadi,” ungkapnya. Suasana tiba-tiba khidmat.
Baginya, Musda bukan ajang memanah kawan separtai, melainkan musyawarah untuk menambang gagasan. “Yang terjadi bukan Pandawa melawan Kurawa. Ini adalah negosiasi di antara saudara sendiri,” katanya. Pesannya jelas: Golkar Bali harus menolak perang saudara.
Sarmuji menegaskan bahwa perbedaan pendapat itu lumrah, bahkan sehat.
Namun, konflik yang tidak terkendali hanya akan menimbulkan luka. Ia mengingatkan bahwa konsolidasi dan soliditas menjadi syarat mutlak bagi Partai Golkar menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks dan kompetitif. (GAB/ART/001)