Festival Lovina, Mengenang Sang Penemu AA.Pandji Tisna
Banner Bawah

Festival Lovina, Mengenang Sang Penemu AA.Pandji Tisna

Admin - atnews

2025-07-26
Bagikan :
Dokumentasi dari - Festival Lovina, Mengenang Sang Penemu AA.Pandji Tisna
Festival Lovina 2025 (ist/Atnews)
Oleh Jro Gde Sudibya
AA Pandji Tisna, Raja Buleleng, dan Ketua Dewan Raja-Raja Bali terakhir, pasca kemerdekaan 17 Agustus 1945. 

Tetapi lebih dikenal sebagai sastrawan, dengan karya-karya novelnya, menyebut beberapa: I Swasta Setahun di Bedahulu, Nyi Rawit Ceti Penjual Orang, Sukreni Gadis Bali, Made Widiadi. Sastrawan terpandang di zamannya.

Raja yang berpandangan maju, melihat tanda-tanda zaman, melakukan pertemuan antar para raja di Bali tahun 1948 di Tabanan, membuat keputusan, pasca kemerdekaan dan membuat kesepakatan berupa: era raja-raja telah berakhir. 

Terbuka kesempatan di era kemerdekaan, terutama di bidang ekonomi yang mesti  digeluti. Ekonom Dr.Anwar Nasution, pernah mengulas ethos kerja para bangsawan pasca kemerdekaan di Majalah Prisma sekitar dasa warsa 1970-an.

Menurut penuturan Prof.Ngurah Bagus, AA Pandji Tisna telah membaca buku-buku Hindu seperti: Bhagavad Gita yang diterjemahkan-tafsirkan oleh Cri Aurobindo, pikiran Svami Vivekananda pada dasa warsa 1940-an. Mendirikan sebuah gedung bioskop di Jalan Ngurah Rai, Singaraja, dengan nama MAYA, menggambarkan pemahaman sastrawan ini tentang teologi dan filsafat Hindu.

Tetua Tajun mengenal sebagai raja yang ramah dan egaliter, karena setiap raina Purnama Kapat, beliau dan keluarga tangkil ke Pura Pucak Sinunggal, dimana "pengabih" beliau membentangkan kain Putih dari Pura Dalem Dasar Tajun sampai Pucak Sinunggal, yang berjarak sekitar 1,5 km. Sebelum mebhakti, selalu mampir ke pengelingsir tetua Tajun, dengan sikap,gesture, bahwa sang raja bagian dari krama Tajun. Menganggap krama Tajun adalah keluarganya.

Tidak sedikit para remaja kota Singaraja di dasa warsa 1960'an,mengunjungi sastrawan ini di Lovina. Menurut penuturan teman-teman yang sering diskusi dengan beliau, sastrawan ini sangat rendah hati, ramah dan sangat suka berbagi.

*) Jro Gde Sudibya, pemerhati kebudayaan.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Kapal Kandas,  Ratusan Penumpang Dievakuasi Tim SAR 

Terpopuler

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan