Banner Bawah

Bali Banjir, Mulat Sarira dan Komitmen Baru

Admin - atnews

2025-09-19
Bagikan :
Dokumentasi dari - Bali Banjir, Mulat Sarira dan Komitmen Baru
Bali Banjir (ist/Atnews)

Denpasar (Atnews) - Banjir bandang yang terjadi tanggal 10 september lalu menyisakan trauma dan penderitaan mendalam khususnya bagi keluarga korban dan Bali umumnya. 

Mengapa banjir demi banjir yang terjadi sebelumnya tidak cukup menggugah kesadaran kita khususnya para pejabat publik yang memiliki kuasa dan kemampuan lebih untuk melakukan pembenahan?. 

"Apakah dengan kejadian  sangat luar biasa kali ini mampu membuka hati dan kesadaran kita?," tanya Pemerhati Kehidupan Dr Wayan Sayoga di Denpasar, Jumat (19/9).

Kali ini, pihaknya ngomong straight forward saja. Apa yang kita saksikan termasuk hingga banjir blabar terakhir sesungguhnya semua ini terjadi sebagian besar (90 % lebih) karena ulah, jika tidak mau disebut sebagai kesalahan manusia.

Termasuk disini adalah pejabat publik yang tidak mampu  menjalankan peran dan swadharmanya dengan proper. Alam lingkungan menjadi baik dengan energy positif karena ulah manusianya.

Sebaliknya, bila penghuni bumi ini tidak menghargai dan tidak menyayangi sungai, hutan, gunung, laut, got, udara, dan lain lainnya, maka energinya akan surut dan rusak sehingga dengan mudah mendatangkan berbagai macam penyakit dan bencana. 

"Kita tidak perlu berteori ruwet dan njelimet soal banjir. Sesungguhnya alam ini hanya merespon balik  atas keserakahan dan kebodohan kita selama ini. Se-simple itu formulanya. Kita tabur kita tuai. Bisa secara personal dan bisa kolektif. Kita telah kehilangan kepekaan sehingga  memperlakukan alam lingkungan  sebagai benda 'mati' hanya karena ia tidak mampu bersuara atau protes. Sebetulnya  tidak ada benda mati didunia ini. Semuanya energi yang memiliki tingkat kepadatan dan bergetar pada frekuensinya masing - masing," ujarnya.

Ia berharap kepada pejabat untuk tidak kompromi dan tegas menegakkan aturan. Lakukan pembenahan dan penataan semua aspek yang dibutuhkan agar banjir tidak terulang kembali. 

Jika semua hidup selaras dengan alam maka yakinlah alam akan merespon dan memberikan jauh lebih besar dari upaya yang dilakukan. "Dan ingatlah selalu, kali ini tegurannya sangat keras dan barangkali untuk  terakhir kali, karena itu mari cegah dengan segala daya jangan sampai terulang kejadian baru yang jauh lebih dahsyat," ungkapnya.

Ngiring sareng sami mulat sarira, introspeksi total sembari membuat komitmen baru untuk berubah dan tidak mengulangi kesalahan yang sama seperti dimasa lalu.

Wacana untuk memodifikasi cuaca maupun penggunaan laser secara masif selama ini  untuk menghalau hujan harus dihentikan karena kegiatan ini bertentangan dan melawan hukum alam.

"Kita harus menghindari perbuatan yang hanya karena demi keuntungan sesaat namun mengabaikan kemungkinan  bencana besar yang datang dikemudian hari," tegasnya.

Sayoga juga menyoroti wacana untuk memodifikasi cuaca maupun penggunaan laser secara masif selama ini  untuk menghalau hujan harus dihentika.

Oleh karena kegiatan ini bertentangan dan melawan hukum alam. "Kita harus menghindari perbuatan yang hanya karena demi keuntungan sesaat, namun mengabaikan kemungkinan  bencana besar yang datang dikemudian hari," tegasnya. (GAB/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Pangdam Udayana Ingin Tingkatkan Kerjasama dengan Bea Cukai

Terpopuler

Perpustakaan Mahima Dibuka, Wabup Supriatna : Berharap Dapat Meningkatkan Literasi Generasi Muda Buleleng

Perpustakaan Mahima Dibuka, Wabup Supriatna : Berharap Dapat Meningkatkan Literasi Generasi Muda Buleleng

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Dugaan Kekerasan Terhadap Anak, Pengelola Panti Asuhan di Desa Jagaraga, Buleleng, Bali Ditahan Polisi

Dugaan Kekerasan Terhadap Anak, Pengelola Panti Asuhan di Desa Jagaraga, Buleleng, Bali Ditahan Polisi

Anggota DPR RI Ketut Kariyasa Adnyana Dorong Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti di Buleleng Diusut Tuntas

Anggota DPR RI Ketut Kariyasa Adnyana Dorong Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti di Buleleng Diusut Tuntas