Denpasar (Atnews) - Program Studi Sarjana Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana menyelenggarakan Kuliah Tamu pada Rabu, 6 November 2025, untuk Mata Kuliah MNC dan Politik Global dengan menghadirkan narasumber dari Ibu Asra Virgianita, Ph.D., Associate Professor, Departemen Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia.
Dalam kuliah berjudul “The Relationship Between the State and Business in Achieving the Global Development Agenda: Collaboration or Cooptation”, Dr. Asra Virgianita membahas secara kritis bagaimana negara dan korporasi besar memainkan peran strategis—namun juga problematis—dalam pencapaian agenda pembangunan global, termasuk Sustainable Development Goals (SDGs).
Kuliah ini mengupas berbagai perspektif teoretis, mulai dari Neoliberal Institutionalism, Developmental State, State Capitalism, Embedded Autonomy, hingga Network Governance. Dr. Virgianita menyoroti bagaimana masing-masing pendekatan memandang relasi negara dan bisnis dalam konteks globalisasi, serta bagaimana dominasi aktor bisnis besar dapat memengaruhi arah dan isi kebijakan publik, sering kali dengan mengaburkan batas antara kolaborasi dan kooptasi.
Sesi diskusi berlangsung dinamis dan reflektif. Mahasiswa mengajukan pertanyaan kritis seputar isu perubahan iklim, investasi energi hijau, monopoli digital oleh perusahaan teknologi global, serta potensi benturan kepentingan dalam kebijakan negara yang terlalu bergantung pada kemitraan dengan korporasi multinasional. Beberapa peserta juga menyoroti tantangan transparansi, akuntabilitas, dan representasi publik dalam proses pengambilan keputusan yang melibatkan sektor swasta.
Dr. Virgianita menekankan pentingnya membangun tata kelola kolaboratif yang berkeadilan, di mana negara tetap memegang peran strategis sebagai pengarah pembangunan, bukan sekadar fasilitator kepentingan pasar. Ia juga mengajak mahasiswa untuk melihat SDGs bukan hanya sebagai agenda teknokratis, tetapi sebagai medan kontestasi nilai, kepentingan, dan kekuasaan.
Kuliah ini menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya memperluas wawasan teoretis, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kritis mahasiswa terhadap dinamika politik global yang membentuk masa depan pembangunan berkelanjutan.
Ketua Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Udayana, Ni Wayan Rainy Priadarsini, M.Hub.Int., menyampaikan bahwa kuliah tamu dari Dr. Asra Virgianita memberikan pendekatan yang lebih kritis terhadap relasi antara negara dan perusahaan multinasional, khususnya dalam konteks negara-negara berkembang.
"Hubungan antara negara dan bisnis yang idealnya bersifat interdependen, kooperatif, dan kolaboratif, justru sering kali berubah menjadi relasi yang timpang—berbasis ketergantungan, kooptasi, kompetisi, bahkan konflik. Agenda SDGs yang seharusnya berorientasi pada kesejahteraan masyarakat pun tidak selalu berjalan sebagaimana mestinya, karena aktivitas negara dan korporasi lebih condong pada kepentingan profit-oriented," ujar Rainy.
Ia menambahkan bahwa melalui kuliah ini, mahasiswa dapat memahami kompleksitas relasi negara dan perusahaan dalam dinamika ekonomi global, serta mengembangkan perspektif kritis terhadap tantangan tata kelola pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Para mahasiswa yang hadir dalam kuliah tamu tersebut antusias dalam memberikan pertanyaan kritis kepada dosen tamu. Mahasiswa yang memberikan pertanyaan paling menarik mendapatkan souvenir dari Departemen HI FISIP UI.
Sebelum kuliah tamu ditutup diadakan penyerahan cenderamata kepada Ketua Program Studi Hubungan Internasional dan Dekan FISIP Universitas Udayana
Kegiatan kuliah tamu ini merupakan salah satu bentuk implementasi dari Nota Kesepahaman Bersama Nomor : B/38/UN14.2.11/HK.07.00/2023, Nomor : 315/PKS/FISIP/UI/2024 Tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Serta Kolaborasi dan Pertukaran Akademis antara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana. (Z/001)