Denpasar (Atnews) - Anggota DPRD Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih dikenal Ajus Linggih angkat bicara setelah muncul keluhan masyarakat terkait pembelian Pertamax dalam jumlah besar di sejumlah SPBU di kawasan Bali Selatan.
Ia meminta Pertamina untuk segera membatasi pembelian Pertamax dalam jumlah tinggi dalam Hari Raya Galungan.
Sebelumnya, warganet ramai membahas video aktivitas pengisian BBM menggunakan jeriken besar yang diduga sebagai penimbunan. Meski beberapa netizen menjelaskan bahwa pembelian tersebut merupakan kebutuhan kapal wisata atau watersport, Ajus Linggih menegaskan bahwa Pertamina tetap harus mengatur pembeliannya, terlebih di masa peningkatan mobilitas masyarakat.
“Saya meminta Pertamina membatasi pembelian Pertamax dalam jumlah besar menjelang Galungan. Jangan sampai masyarakat yang ingin pulang kampung kesulitan mendapatkan BBM,” tegas Ajus Linggih yang juga Ketua Komisi II DPRD Bali di Denpasar, Kamis (20/11).
Menurutnya, meskipun Pertamax adalah BBM non-subsidi, pengawasan ketat tetap diperlukan agar tidak terjadi ketimpangan distribusi di SPBU.
“Pertamax memang bebas dibeli, tapi bukan berarti boleh tanpa pengawasan. Jika pembelian sangat besar di satu lokasi, itu bisa mengganggu pasokan untuk masyarakat umum,” ujarnya.
Ajus Linggih juga menyoroti aspek keselamatan, mengingat masih ditemukan pembelian BBM menggunakan jeriken plastik, yang sangat berisiko menimbulkan listrik statis dan potensi kebakaran di SPBU.
“Pertamina harus lebih tegas pada penggunaan jeriken plastik. Selain membahayakan konsumen, itu juga mengancam keselamatan pekerja dan pengguna SPBU lain,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa saat mendekati hari raya, kebutuhan masyarakat untuk pulang ke kampung halaman harus menjadi prioritas utama.
“Ini momen sakral bagi masyarakat Bali. Jangan sampai ada yang terganggu aktivitas mudiknya hanya karena stok BBM terserap oleh pembelian berskala besar,” ujarnya.
Ajus Linggih berharap Pertamina segera mengambil langkah antisipatif agar pasokan Pertamax tetap stabil sepanjang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan. (Z/001)