Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 
Banner Bawah

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Admin 2 - atnews

2026-06-02
Bagikan :
Dokumentasi dari - Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 
FISIP Universitas Warmadewa (ist/atnews)
Gianyar (Atnews) - Program Studi (Prodi) Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Warmadewa (Unwar) melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Sukawati dengan Mitra Program, yakni Perbekel Desa Sukawati dan Bendesa Adat Sukawati yang bertempat di ruang pertemuan Kantor Kepala Desa Sukawati Kecamatan Sukawati, Jumat (22/5/2026).
 
Kegiatan PKM itu bertemakan "Penguatan Desa Sukawati sebagai Desa Budaya"  pelaksanaan kegiatanya dikemas menggunakan metode ceramah,  diskusi dan role play. Role play dengan cara memerankan situasi yang sesuai dengan yang terjadi pada kehidupan yang sebenarnya.. 
 
Ketua pelaksana PKM Prodi Ilmu Pemerintahan Fisip Universitas Warmadewa Drs. I Wayan Sudana, M.Si. didampingi Anggota Pengusul Drs. I Nyoman Wiratmaja, M.Si., Dr. Drs. I Wayan Gede Suacana, M.Si., Ni Ketut Prema Bakti, Remondus Ru Lagoru.

Sudana mengatakan, Desa Sukawati, yang terletak di wilayah pusat kecamatan, memiliki luas wilayah 7,35 km² dan jumlah penduduk sekitar 15.000 jiwa.  
 
Secara administrasi Desa Sukawati terdiri dari 13 banjar definitif dan 14 banjar adat. Sukawati merupakan satu Desa Adat dan satu Desa Dinas merupakan satu kesatuan yang harmonis, memberikan kontribusi kepada Pembangunan Desa Sukawati
 
Swadaya masyarakat Sukawati semakin tahun semakin bertambah dan saat ini tengah gencar melakukan upaya untuk menjadikan diri sebagai kawasan ekowisata yang terintegrasi dengan nilai budaya lokal dan pelestarian lingkungan yang kemudian disebut sebagai ekowisata berbasis budaya dan lingkungan.
 
Desa ini memiliki potensi yang tidak dapat diabaikan, seperti keberadaan objek wisata ternama yaitu Sukawati Art Market yang merupakan pasar seni tertua di Bali dengan ragam produk kerajinan tangan, lukisan, dan souvenir berkualitas dengan harga yang kompetitif.

Selain itu, desa ini juga kaya akan nilai budaya lokal, antara lain tradisi adat, seni pertunjukan, serta sistem kehidupan masyarakat yang erat kaitannya dengan konsep Tri Hita Karana yang menjadi dasar filosofi hidup di Bali. Konsep ini yang menjadi pondasi penting dalam mengembangkan ekowisata yang selaras dengan nilai lokal.

PkM Prodi Ilmu Pemerintahan Fisip Unwar dibuka oleh Bendesa Adat Sukawati Ir. I Made Sarwa, M.BA. dalam sambutanya mengatakan, menggali dan mengembangkan potensi desa yang dapat dimanfaatkan menjadi peluang untuk meningkatkan pembangunan dalam artian luas, desa adat dan dinas selalu bekerjasama dan sinergi, dan ini sudah berjalan dari dulu walau banyak dinamika perlu dibenahi.

Senada dengan hal tersebut Perbekel Sukawati I Dewa Gede Dwi Putra, menyatakan meskipun Desa Sukawati memiliki potensi dalam pengembangan budaya yang merujuk pada berbagai sumber daya yang dimiliki dan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan ekowisata, seperti: potensi lingkungan/SDA;;  (2) potensi budaya; dan potensi ekonomi.

Namun demikian, masih menghadapi sejumlah tantangan, meliputi: (1) tantangan keterbatasan sumber daya manusia, belum optimalnya koordinasi antar pemangku kepentingan dan perencanaan yang belum terstruktur; (2) tantangan lingkungan; resiko degradasi alam, perubahan ekosistem dan pengelolaan sampah akibat aktivitas wisata; (3) tantangan sosial budaya; komersialisasi yang berlebihan mengakibatkan hilangnya nilai tradisionil.

Perbekel Sukawati I Dewa Gede Dwi Putra berterima kasih kepada Dosen, Mahasiswa dan pemangku-pemangku kepentingan (stakeholder) atas partisipasi dan apresiasi positif dalam penguatan Desa Sukawati sebagai Desa Budaya. 
 
PkM tahun 2026 ini, menghadirkan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Warmadewa sebagai narasumber. 

Menjawab berbagai persoalan atau tantangan yang terjadi dalam penguatan Desa Sukawati sebagai Desa Budaya Prof. Dr. I Made Suwitra, S.H, M.H. memberikan beberapa pemikiran sebagai solusi meminimalis tantangan untuk menjadikan potensi sebagai peluang.
 
Identifikasi potensi untuk dimanfaatkan menjadi peluang seperti; potensi sumber daya alam, sumber daya budaya, dan sumber daya manusia serta identifikasi tantangan dan pemanfaatan peluang dan tantangan, arah pemanfaatan dan tata kelolanya, kemudian sektor pembiayaan dan kesejahteraan bersama.

Penguatan desa mengacu pada ciri desa budaya antara lain: kuat menjaga tradisi dan adat; aktivits budaya sebagai daya tarik utama; lingkungan dan suasana desa masih otentik; seni dan keterampilan local berkembang; fasilitas sederhana namun terintegrasi dgn budaya; arsitektur desa  dan tata ruang bersifat khas; pengelolaan pariwisata berbasis komunitas dan etika kunjungan yang mampu menghormati kesakralan.
 
Disamping itu pentingnya konservasi dan pemberdayaan dalam menjaga nilai-nalai: warisan budaya: artefak, kesenian, arsitektur, tradisi dalam pengembangan pariwisata; dari sisi legalitas perlu didukung dengan kebijakan seperti, perdes, awig-awig, perarem, restorasi dan pembangunan, pembinaan, pelatihan, evaluasi, peningkatan kualitas serta pengawasan dan penegakan hukum.

Disisi lain juga pentingnya koeksistensi sebagai model penguatan melalui legal structure oleh pemerintahan desa adat  bersama pemerintahan desa dinas; legal substance berupa UU, Perda, Perdes, Awig-Awig, Perarem, dan Legal Culture terkait anggapan, penyikapan, perilaku masyarakat, integritas dan komitmennya.
 
Maka dari itu sangat penting adanya kerjasama dengan seluruh stakeholder. Terutamanya  keterlibatan pemimpin di desa baik Desa Dinas dan Desa Adat untuk dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dan partisipasi dalam penguatan Desa Sukawati sebagai Desa Budaya.
 
Acara PKM Prodi Ilmu Pemerintahan Fisip Universitas Warmadewa ini dihadiri dan diikuti  oleh stakeholders, yaitu; Dosen dan Tenaga Pendidik Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UNWAR,  Perbekel Desa Sukawati, Bendesa Adat Sukawati,  Klian Adat, Klian Dinas, pengelola desa budaya, pengelola Bumdes  LPM, BPD Desa Sukawati, serta beberapa penggiat pariwisata lokal. (Z/ART)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Gubernur Koster Lantik Suryawan Jadi Direktur Utama Perusda Bali 

Terpopuler

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

DPRD Badung Ucapakan Hari Raya Waisak

DPRD Badung Ucapakan Hari Raya Waisak

81 Tahun Pancasila, Semarak di Seremoni, Tercampakkan dalam Realitas

81 Tahun Pancasila, Semarak di Seremoni, Tercampakkan dalam Realitas

ADWITI Resmi Diluncurkan, AWK Dorong Standarisasi Wisata Spiritual dan Proteksi UMKM Lokal

ADWITI Resmi Diluncurkan, AWK Dorong Standarisasi Wisata Spiritual dan Proteksi UMKM Lokal

Puncak Yadnya Kasada 2026, Panglima Komando Armada II Dikukuhkan Jadi Warga Kehormatan Sesepuh Tengger

Puncak Yadnya Kasada 2026, Panglima Komando Armada II Dikukuhkan Jadi Warga Kehormatan Sesepuh Tengger