Gubernur Koster Mesti Tetapkan UMP Teringgi se - Indonesia; Barang Ikuti Harga Internasional, Pertanian Berkurang hingga Janur dari Luar Bali
Admin - atnews
2025-11-23
Bagikan :
Sekretaris ARUN Bali Anak Agung Gede Agung Aryawan (ist/Atnews)
Denpasar (Atnews) - Sekretaris ARUN Bali Anak Agung Gede Agung Aryawan, ST. dikenal Gung De mengatakan Pulau Dewata sebagai daerah pariwisata berbasis budaya membuat masyarakat Bali membutuhkan biaya yang sangat besar.
Apalagi barang - barang di pasaran sebagian besar mengikuti harga internasional, mulai dari buah dan daging import termasuk janur yang datang dari luar Bali.
Berkurangnya lahan pertanian untuk membangun akomodasi pariwisata seperti hotel, restaurant, villa dan akomodasi wisata lainnya menjadi Bali kekurangan bahan baku untuk upacara adat.
Saat ini, Bali kehilangan 6.521,81 hektare sawah atau turun 9,19 persen.
"Janur, Bumbu, buah dan lainnya pun menjadi mahal karena datang dari luar Bali. Harga bahan baku mahal buat Ajegkan Adat Budaya Bali tidak diikuti dengan upah yang memadai, akibatnya semakin tinggi angka bunuh diri karena masalah ekonomi," kata Gung De di Denpasar, Minggu (23/11).
Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati dan Walikota se- Bali semestinya memihak kepada masyarakat kecil dalam hal ini para buruh hotel dan akomodasi wisata lainnya.
Gubernur Koster bisa membuat kajian terkait Harga Kamar Hotel di Singapura yang mampu membayar upah minimal Rp 65 Juta per bulan, padahal hotel tersebut membuat cabang di Bali juga dengan harga kamar yang juga sama.
"Lucu dan tidak masuk akal jika harga kamar Hotel Singapura dan Bali yang sama, tapi membayar upah karyawan jauh jomplang," bebernya.
Jika Pemerintah Daerah dalam hal ini Gubernur, Bupati dan Walikota punya hati memihak masyarakat kecil, maka UMP Bali mestinya paling tinggi se - Indonesia.
Hal ini berdasarkan laporan pemerintah daerah yang selalu bicara pertumbuhan ekonomi tinggi dan setiap saat melaksanakan operasi pasar untuk menurunkan angka inflasi.
Pasar murah menurunkan angka inflasi tidak efektif, termasuk bantuan uang Hari Raya Kabupaten Badung sebesar Rp 2 juta.
"Slogan Badung sebagai Gumi Sugih/Kaya harusnya masyarakat mendapat Upah tertinggi Se Indonesia di Angka Rp 5,6 Juta per bulan bukan malahan hanya Rp 3,5 juta perbulan kalah jauh dengan Bogor yang sudah Rp 5,1 Juta/Bulan, dimana sama sama merupakan kawasan destinasi wisata puncak," ujarnya.
Hal paling mendesak saat ini adalah menaikan UMP atau UMK dengan batas atas. Pertumbuhan ekonomi tertinggi ditambah inflasi tertinggi untuk jadi dasar kenaikan UMP atau UMK Se - Bali.
"Seakan himbauan Gubernur Bali dan Kepala Daerah se-Bali terkait beban biaya ajegkan adat budaya untuk mendukung pariwisata, malahan tidak memikirkan biaya yang keluar mulai dari biaya les tari, beli pakaian endek, pencanangan wana kerthi, danu kerthi dan lainnya ang semuanya harus masuk dalam perhitungan biaya upah sebagai faktor lain," pungkasnya. (Z/001)