Banner Bawah

Bali Dinobatkan sebagai World’s Best Destination 2026, Tapi Evaluasi Besar - Besaran Tetap Wajib

Admin 2 - atnews

2026-01-18
Bagikan :
Dokumentasi dari - Bali Dinobatkan sebagai World’s Best Destination 2026, Tapi Evaluasi Besar - Besaran Tetap Wajib
 I Wayan Puspa Negara (ist/Atnews)

Badung (Atnews) - Pulau Bali kembali menegaskan posisinya sebagai magnet pariwisata dunia setelah dinobatkan sebagai World’s Best Destination 2026 versi The Travelers’ Choice Awards Best of the Best Destination List TripAdvisor. 

Penghargaan prestisius itu menempatkan Bali di peringkat pertama destinasi terbaik dunia berdasarkan ulasan jutaan wisatawan sepanjang 2025. Tak hanya meraih predikat destinasi terbaik dunia, Bali juga menyabet sejumlah kategori bergengsi lainnya, yakni Nomor 1 Honeymoon Destination, Top 10 Cultural Destination, Top 10 Solo Travel Destination, serta Top 20 Trending Cities versi TripAdvisor Travelers' Choice Awards 2026.

Pencapaian tersebut sekaligus mengungguli destinasi ikonik dunia seperti London, Dubai, Paris, Roma, New York, Bangkok, hingga Yunani dan Maroko. 

Capaian ini mempertegas daya tarik Bali yang tidak hanya bertumpu pada keindahan alam, tetapi juga kekuatan budaya, spiritualitas, dan harmoni kehidupan masyarakat Bali.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Badung, I Wayan Puspa Negara, menilai penghargaan ini sebagai pencapaian tertinggi Bali sepanjang sejarah partisipasinya di ajang TripAdvisor. 

Menurutnya, pengakuan global tersebut menunjukkan bahwa pesona Bali masih sangat relevan dan sulit tergantikan.

"Meski demikian, Bali harus tetap perlu dilakukan evaluasi besar - besaran terkait Infrastruktur, keamanan daan kenyamanan, pelayanan hingga mengelola isu, seperti sampah, kemacetan, perilaku buruk WNA, kriminalitas, kesemrawutan dan dampak lingkungan yang serius mengancam di depan mata yang juga disorot oleh banyak pihak," kata Puspa Negara, saat dikonfirmasi awak media di Kabupaten Badung, Minggu, 18 Januari 2026.

Puspa Negara menegaskan bahwa penghargaan ini tidak boleh membuat Bali terlena. Pembenahan menyeluruh, baik fisik maupun nonfisik, harus menjadi prioritas agar pariwisata Bali tetap berkualitas dan berkelanjutan.

"Bayangkan di tahun 2025, nyaris tanpa ada kegiatan promosi yang aktif dan masif didalam maupun luar negeri, sepertinya kita, pemimpin kita tidak banyak berbuat apa-apa, namun secara alamiah Bali tetap menunjukkan pesonanya sebagai the Island of the Good, The Island of Paradise dan the Last Paradise. Itulah Taksu Bali yang memberi anugerah yang harus diproteksi," terangnya.

Puspa Negara juga memaparkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mengalami peningkatan signifikan sebesar 11 persen, dari 6,3 juta wisatawan pada 2024 menjadi sekitar 7,05 juta wisatawan sepanjang 2025. Capaian tersebut dinilai cukup kontras dengan berbagai isu yang kerap menyebut pariwisata Bali tengah melambat.

Namun demikian, Puspa Negara mengakui bahwa persebaran pariwisata di Bali masih belum merata dan cenderung terkonsentrasi di wilayah Bali Selatan.

"Namun, meskipun Bali pulau kecil, tapi persebaran destinasi pariwisatanya belum merata, jika misal diberitakan kondisi pariwisata di Jembrana pastilah sepi, karena pariwisata terkonsentrasi di Bali selatan dan sebagian Bali Tengah dan Timur, seolah-olah Bali Over Tourism di bagian Selatan," paparnya.

Menurutnya, berbagai persoalan internal Bali justru kerap tertutupi oleh kekuatan alami yang disebutnya sebagai Taksu Bali di mata wisatawan dunia.

"Bahkan, keindahan alam hanyalah pintu masuk, kekuatan sejatinya terletak pada jiwa masyarakatnya, keramah tamahan, terletak pada spirit dan taksu Bali," 
kata Puspa Negara.

Puspa Negara mengingatkan bahwa di balik gemerlap penghargaan dunia, Bali harus menjadikan momentum ini sebagai refleksi untuk berbenah secara total, terutama dalam penanganan sampah, kemacetan, aksesibilitas, perilaku WNA bermasalah, kriminalitas, serta penguatan layanan publik dan kehumasan.

"Award best of the best ini membuat dunia kini menatap Bali dan Indonesia dengan hormat, dan saatnya Indonesia membalas perhatian itu dengan kualitas pelayanan yang profesional dan kebijakan pemerintah yang berpihak pada pengembangan, pelestarian dan proteksi Bali menuju destinasi berkualitas dan titik pantik untuk mengembangkan destinasi lainya di Indonesia," jelasnya.

Puspa Negara juga mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat Bali untuk menyambut penghargaan ini secara bijak sebagai momentum kebangkitan pariwisata Bali yang berkelanjutan.

"Kita harus bangkit dan bertransformasi menuju pariwisata yang berkelanjutan, pertumbuhan ekonomi hijau dan perkuat pertahanan alam/ lingkungan, spirit dan budaya dengan penyediaan World Class, yaitu Facilities, Security/Safety dan Service," pungkasnya. (WIG/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Presiden Joko Widodo: Realisasi Dana Desa 99 Persen itu Tinggi Sekali

Terpopuler

Keutamaan Makna Brata Shivaratri dan Aktualisasinya Dewasa Ini

Keutamaan Makna Brata Shivaratri dan Aktualisasinya Dewasa Ini

Menatap Fajar Mentari Bali 2026, Gagal Kelola Sampah di Tengah Wacana Bali 100 Tahun

Menatap Fajar Mentari Bali 2026, Gagal Kelola Sampah di Tengah Wacana Bali 100 Tahun

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Bali Tuan Rumah Dharma Santi Nasional 2026, Vasudhaiva Kutumbakam: Nusantara Harmoni, Indonesia Maju

Bali Tuan Rumah Dharma Santi Nasional 2026, Vasudhaiva Kutumbakam: Nusantara Harmoni, Indonesia Maju

Landasan Historis dan Sastra Parisada

Landasan Historis dan Sastra Parisada

Bali Dinobatkan sebagai World’s Best Destination 2026, Tapi Evaluasi Besar - Besaran Tetap Wajib

Bali Dinobatkan sebagai World’s Best Destination 2026, Tapi Evaluasi Besar - Besaran Tetap Wajib