Banner Bawah

Refleksi Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1948

Admin 2 - atnews

2026-03-18
Bagikan :
Dokumentasi dari - Refleksi Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1948
Jro Gde Sudibya (ist/atnews)

Oleh Jro Gde Sudibya 

Agama Telah Menjadi "Industri",  Kemunafikan Sosial Merajalela.

Dalam satu bait Upanisad dinyatakan, jika keserakahan menguasai manusia maka kecerdasan runtuh.

Kecerdasan dalam pemahaman Svami Vivekananda mencakup “intelectual literate” dan “spiritual literate”, melek secara intelektual dan spiritual. Kecerdasan ini merupakan pacaran dari kekuatan Atman dalam diri, yang menjadi batu penjuru insan manusia utama dalam berpikir, berkata dan berbuat.

Tantangannya sekarang adalah banyak orang mengalami kegelapan jiwa, sinar Atman diselimuti  "kabut" keakuan diri, Ahamkara, menjadi "gelap" jiwa dan "gelap" hati. 

Akibatnya, Agama sosial, agama ramai-ramai menjauh dari agama spiritual, yang merupakan esensi dan substansi dari inti agama, spiritualitas.

Dampak ikutan yang membumi, menyebut beberapa, pertama, agama menjadi alat politik kekuasaan, bagian dari "industri" kekuasaan, bukan saja menjauh dari teks-teks agama, teologi, filsafat agama, bahkan memanipulasi dan menghinatinya. 

Kedua, perayaan agama "mengejar" tampilan luar yang semarak, nyaris menjadi "komoditas" dalam "industri " sebut saja "penghiburan" untuk: kompensasi pertobatan, harapan akan ketenangan, ketentraman, kedamaian dan bahkan janji "membeli" surga. Ketiga, terjadinya ambivalensi, kemenduaan, kemunafikan kehidupan, orang suci "seolah-olah", meminjam ungkapan pribahasa "musang berbulu ayam". 

Keempat, tradisi spiritualitas ditafirkan ulang secara gampang dan sembarangan dengan motif keuntungan dunia yang tidak bisa dipertangung-jawaban secara etika dan moral. 

Kelima, masyarakat kehilangan "batu penjuru" kehidupan, di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat, ketidak-pastian masa depan dan pengendalian diri yang semakin sulit akibat prilaku destruktif, hadil dari cara pikir: mental menerabas, maunya gampang dan ingin cepat dapat hasil.

Dalam kondisi porak porandanya spiritualitas kita memasuki tahun baru Saka 1948.

Rahajeng nyanggra raina Nyepi, Warsa Anyar Icaka 1948.

*) Jro Gde Sudibya, Intelektual Hindu, Pengamat Kecenderungan Masa Depan

Baca Artikel Menarik Lainnya : Satpol PP Bali Cek Areal Banjir Gunung Agung

Terpopuler

Sambut Nyepi, BTID Gelar Safari Ogoh-Ogoh, Perkuat Sinergi Budaya di Desa Serangan

Sambut Nyepi, BTID Gelar Safari Ogoh-Ogoh, Perkuat Sinergi Budaya di Desa Serangan

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

Menteri PKP Siapkan Rusun Khusus Seniman di Denpasar, Hunian Bernuansa Lokal

Menteri PKP Siapkan Rusun Khusus Seniman di Denpasar, Hunian Bernuansa Lokal

MUDIK dengan sehat

MUDIK dengan sehat

Rakor Percepatan Penanganan Sampah, ​Carut-Marut TPA Suwung Diusut Bareskrim

Rakor Percepatan Penanganan Sampah, ​Carut-Marut TPA Suwung Diusut Bareskrim