Banner Bawah

Pasca Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Pemkab Buleleng Akan Merelokasi Anak Panti

Admin 2 - atnews

2026-04-04
Bagikan :
Dokumentasi dari - Pasca Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Pemkab Buleleng Akan Merelokasi Anak Panti
Panti Asuhan Ganesha Sevanam Desa Jagaraga (ist/atnews)

Buleleng (Atnews) - Pasca kasus dugaan kekerasan terhadap 7 orang anak Panti Asuhan Ganesha Sevanam Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, yang melibatkan tersangka berinisial IMW alias JMW yang sudah ditahan Satreskrim Polres Buleleng, kini memasuki babak baru.

Setelah 7 orang anak Panti Asuhan yang merupakan korban kekerasan, dipindahkan dari Panti Asuhan ke Rumah Aman Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Buleleng, kini kembali bergerak cepat, Minggu(5/4), akan merelokasi anak panti di desa Jagaraga.

Kadis Sosial pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Buleleng Kariaman Putra mengatakan, dilaksanakannya relokasi terhadap anak panti, berdasarkan SK Bupati Buleleng no.100.3.3.2/261/HK/2026, tanggal 2 April, tentang penghentian sementara kegiatan Lembaga Kesejahtraan Sosial(LKS), demi tetap memberikan perlindungan keamanan dan kepentingan terbaik bagi anak. "Sehingga kami akan melakukan relokasi terhadap anak-anak yang saat ini masih berada di dalam Panti Asuhan Ganesha Sevana," terang Kariaman Putra.

Sehubungan dengan relokasi itu, pihaknya mengharapkan kerjasama dari pihak Yayasan dan Panti Asuhan untuk mendukung proses relokasi anak dan menjamin berjalan aman, tertib dengan memperhatikan psikologis anak.

Kuasa Hukum Panti Asuhan Ganesha Sevanam dan tersangka IMW, I Gede Pasek Suardika (GPS), kepada Atnews, Sabtu(4/4) melontarkan kritik terhadap rencana pemerintah yang akan membekukan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) tersebut.
 
Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi menghantam kondisi psikologis anak-anak asuh yang tidak terlibat dalam kasus ini. Ia menegaskan bahwa saat ini masih ada 18 anak yang tinggal di LKSA Ganesha Sevanam.

Dirinya pun memperingatkan pemerintah agar tidak gegabah mengambil keputusan tanpa solusi jangka panjang yang jelas bagi masa depan anak-anak tersebut. Pasek secara khusus menolak opsi pemulangan anak-anak ke keluarga asal jika hal itu justru memperburuk keadaan mereka.

"Kalau ini dibekukan, dikembalikan ke orang tuanya pasti akan menambah masalah. Pemerintah harus ambil alih, tidak dipindah begitu saja. Siapa yang bertanggung jawab ketika dipindahkan ke tempat baru. Ini harus jelas," kata dia.

Mantan anggota DPR RI ini juga menyentil minimnya kehadiran instansi terkait di lokasi kejadian. Ia menyebut urusan perut dan kebutuhan harian anak-anak di panti kini mulai terbengkalai.

"Karena kakak-kakak asuh yang biasa memasak di panti dibawa polisi, anak-anak kesulitan mendapat makanan," ucapnya.

Terkait jeratan hukum yang menimpa kliennya, Pasek membeberkan kronologi versi pihak yayasan. Ia menyebut tindakan fisik yang dilakukan IMW merupakan bentuk pembinaan setelah salah satu anak asuh melanggar aturan saat Hari Raya Nyepi" (WAN/002).

Baca Artikel Menarik Lainnya : Koster Inginkan Data  Statistik Akurat 

Terpopuler

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Pasca Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Pemkab Buleleng Akan Merelokasi Anak Panti

Pasca Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Pemkab Buleleng Akan Merelokasi Anak Panti

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

Sorotan Restaurant Dharma Uluwatu, PHK Sepihak hingga Dugaan Pelecehan Simbol Agama

Sorotan Restaurant Dharma Uluwatu, PHK Sepihak hingga Dugaan Pelecehan Simbol Agama